E-learning

1. E-learnig

e-learning.jpg (128543 bytes)

SEMINAR E-LEARNING

Pada harian Kompas hari Rabu, tanggal 3 Juli 2002, telah dilaporkan Seminar E-Learning dengan judul: “E-Learning”, Sarana untuk Mempercepat Proses Pendidikan, pada alamat: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0207/03/dikbud/elea09.htm

Apa yang menarik bagi BPK PENABUR ketika mengikuti seminar ini? Pada awal ceramah Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, memuji BPK PENABUR yang telah membantu mengharumkan nama INDONESIA karena menang sebagai JUARA ASEAN tiga tahun berturut-turut pada lomba home page yang diselenggarakan oleh SEAMEO RELC, Singapore. Laporan kegiatan tersebut dapat dilihat pada alamat sbb:

  1. http://seameo1.bpkpenabur.or.id
  2. http://seameo2.bpkpenabur.or.id
  3. http://seameo3.bpkpenabur.or.id
  4. http://seameo4.bpkpenabur.or.id

mr-gatot-dikmenjur.jpg (27902 bytes) Pak Gatot saat memberikan ceramah.

Berikut ini transkrip dari pidato Pak Gatot: “Saya coba cerita singkat apa yang telah kita kembangkan di Sekolah Menengah Kejuruan atau Direktorat Menengah Kejuruan. Ini program internetisasi di SMK kita mulai September 1999 pada waktu itu dimulai dengan 2 sekolah. Kalau tidak salah sekolahnya Pak Bambang, SMK PENABUR yang selama 3 tahun berturut-turut menjadi anggota Tim Indonesia untuk berlomba di ASEAN mengembangkan web desain dan selalu juara terus. Karena orang-orang Indonesia seniman semua, anak-anak kita itu seniman. Dan buktinya SMK PENABUR bersama SMK, SMU dan SMP yang lain memenangkan 3 kali pertandingan ASEAN dalam IT (Information and Technologi). Pembuatannya adalah di masing-masing negara di suatu tempat dan dipertandingkan. Sekarang tahun ke-4 mudah-mudahan juara lagi.”

Bagian lain dari ceramah Pak Gatot yang bermanfaat untuk BPK PENABUR ialah laporan kerjasama Dikmenjur dengan PT. Indonesia Comnet Plus / PLN mengenai:

  • Penjediaan jaringan komunikasi (WAN) untuk menghubungkan unit-unit pendidikan (Dikmenjur Propinsi, PPPG Kejuruan, SMK) dengan Dikmenjur Pusat
  • Penyediaan Sarana Telekomunikasi secara Closed User Group
  • Penyediaan co-location untuk content
  • Penyediaan akses internet melalui ICONPLN
  • Mengeksplorasi sinergi lainnya

Juga diperlihatkan jaringan fiber optik backbone di Pulau Jawa, gambar mengenai Telephony over power lines dan keterangan: “Low Voltage & Medium Voltage Powerline Network can be used as BROADBAND COMMUNICATION MEDIA, by means of Powerline Communication Technology, DSSS modulation (Direct Sequence Spread Spectrum) with freq. Range of 1.7 to 30 MHz, Data rate up to 2.5 MBps”.

Baca juga penggunaan internet melalui PLN pada harian Kompas tanggal 28 Mei 2002 dengan judul: Kabel Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum, pada alamat: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0205/28/iptek/kabl31.htm

Berhubung sekolah-sekolah BPK PENABUR tersebar pada 15 kota maka apa yang telah dilakukan oleh Dikmenjur juga bisa dilakukan di lingkungan sekolah-sekolah BPK PENABUR.

Bambang Gunawan, 3 Juli 2002

audience.jpg (45178 bytes)discussion.jpg (31511 bytes)mr-onno.jpg (25181 bytes)ms-vitri-mr-bg.jpg (43870 bytes)

From: “Teguh S.”
Subject: 5 photos during E-Learning
Date: Fri, 5 Jul 2002 21:36:38 +0700

Dear pak Gatot (Dikmenjur), pak Onno, ibu Vitri dan pak Bambang (BPK PENABUR),
Silahkan click:
http://english.bpkpenabur.or.id/e-learning/e-learning.htm
untuk 5 photos (click to ENLARGE) di sessions E-Learning tgl. 2 Juli, 2002 lalu.
Salam,
Teguh Santoso, S.Pd.

From: “Teguh S.”
Subject: Archive Dec. 2001: internet via listrik (fwd)
Date: Mon, 08 Jul 2002 00:17:46 GMT

Jadi keinget dulu pernah bahas Internet via Listrik dg. pak Bambang Gunawan dan ke rekan-rekan penggemar IT. Berikut e-mail Desember 2001, yang ide memakai listriknya dibahas lagi di E-Learning Seminar 2 Juli, 2002 lalu di Depdiknas.
Teguh Santoso, S.Pd.

From: “Teguh S.”
Subject: internet via listrik
Date: Mon, 24 Dec 2001 15:12:39 GMT

Dari tulisan pak Bambang yang mengutip adanya rencana pemakaian jalur listrik untuk internet (CLICK di: http://www.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/p4/ava/bambang/linux/homepage.htm) plus artikelnya pak Made di: http://pandu.dhs.org/Solusi/Office-Application/ … Sumber daya teknologi, seperti listrik dan jaringan komunikasi.”

Bisa juga lho iseng-iseng baca artikel dari Suara Pembaruan tertanggal 22 Desember lalu (lagi iseng baca pas di Jogja). Berikut excerpt-nya: http://www.suarapembaruan.com/News/2001/12/23/Iptek/ipt02.html Judul: Berinternet via Kabel Listrik, Mungkinkah?

Namun, sebenarnya ada sebuah media komunikasi data yang saat ini belum didayagunakan secara maksimal, yakni kabel listrik. Saat ini, hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia sudah terjangkau jaringan listrik PLN sehingga komunikasi data internet via kabel listrik merupakan ide cemerlang untuk mencerdaskan kehidupan rakyat Indonesia, menggunakan fasilitas internet dengan biaya terjangkau. Penggunaan kabel listrik sebagai media komunikasi data, yang lebih terkenal dengan nama PowerLine Communication (PLC), sebenarnya sudah lama dipikirkan oleh para ahli fisika, dan memang sudah mulai diterapkan pada beberapa peralatan elektronik. Misalnya, beberapa negara maju sudah memanfaatkannya untuk babyphone, juga mengendalikan peralatan elektronik rumah tangga lewat jalur komunikasi listrik (otomasi peralatan rumah tangga), bahkan sebenarnya pihak perusahaan listrik pun sudah memanfaatkannya untuk pengiriman data antargardu listrik. Source: http://www.suarapembaruan.com/News/2001/12/23/Iptek/ipt02.html

P.S. Errrr … pulsa listrik ama pulsa telkom mahal mana yah? 😉
Teguh Santoso, S.Pd.

Date: Mon, 08 Jul 2002 08:18:32 +0700
From: “Michael S. Sunggiardi”
Subject: Re: Archive Dec. 2001: internet via listrik (fwd)

Tinggal nunggu waktu ….. karena prototip perangkat ini sudah jadi dan sedang dibuat secara massal dengan target jual sekitar USD 300 – 400.
Malah dalam brosur produk networking Planet buatan Taiwan, perangkat ini sudah ada spesifikasinya.
Untuk info saja, sebetulnya, perangkat ini dikatagorikan home networking, cuma karena bisa dipakai untuk men-distribusikan Internet, maka bisa menjadi alternatif.
Michael

Berikut penjelasan yang dikeluarkan oleh pihak Icon plus

Bapak/Ibu Yth,
Sebelumnya izinkanlah kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu atas perhatiannya terhadap teknologi PLC ini. Menjawab pertanyaan Bapak/Ibu maka dapat kami informasikan saat ini kita masih melakukan field trial untuk 20 user di Durentiga dan tahap Proof of Concept untuk 400 user di Jakarta dan Bandung dengan user yang akan kami pilih terlebih dahulu. Tahap komersialisasi akan kami lakukan dalam waktu dekat ini, untuk itu kami berharap kiranya Bapak/Ibu dapat bersabar, sehingga nantinya kami dapat memberikan layanan yang optimal dari layanan ini, namun data dari Ibu dan Bapak akan kami masukkan kedalam data calon pelanggan utama kami.

PLC

PLC adalah singkatan dari Power Line Communication, dimana Kabel Listrik dapat digunakan untuk mentransmisikan data dan voice.

ICON+

PT Indonesia Comnets Plus atau ICON+ adalah anak perusahaan PLN yang diberi wewenang untuk mengusahakan teknologi PLC ini di Indonesia.

Layanan

Layanan yang diberikan untuk saat ini melalui teknologi PLC adalah layanan jasa Internet dimana diikuti dengan content- content Lokal, seperti Gaming, Video Streaming dan lainnya. Dan untuk layanan lainnya akan diberikan sesuai dengan perkembangan dan kerjasama ICON+ dengan pihak penyelenggara multimedia.

PLNplus

PLNplus adalah nama produk dari layanan internet dengan teknologi PLC yang direncanakan oleh ICON+. Perangkat yang dibutuhkan: Mengenai perangkat yang akan digunakan selain komputer dari sisi pelanggan adalah :

  • Modem Listrik, dimana terdapat Ethernet Connector (RJ45) untuk sambungan internet dan Telpon port (RJ11)
  • NIC (LAN Card/Ethernet Card) 10/100 Base T yang di install pada PC (di pasaran harganya berkisar 100-200 ribu rupiah)

Cara Kerja

Cara kerja teknologi ini adalah mentransmisikan data dan voice melewati medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh tegangan listrik, sehingga tidak membahayakan untuk pemakaian disisi pelanggan. Pengaruh terhadap tegangan yang turun-naik Perangkat Modem listrik dalam mentransmisikan data dan voice bekerja pada tegangan antara 85 Volt s/d 285 Volt. Dimana konsumsi listrik dari perangkat Modem listrik sendiri adalah kurang dari 10 Watt

Perangkat Modem Listrik

Saat ini kami sedang melakukan test untuk 3 Jenis peralatan yang ada, yaitu Mainnet dari Jerman, ASCOM dari Swis dan DS2 dari Spanyol. Dikarenakan masih dalam testing peralatan untuk modem listriknya kami belum bisa mengeluarkan harganya, namun harapan kami harga tersebut dapat disesuaikan dengan Target Quota yang akan dicapai. Sehingga dapat terjangkau bagi semua lapisan.

Tarif

Tarif yang direncanakan adalah fix rate, dimana dengan satu kali bayar dalam sebulan Bapak/Ibu dapat memakai jasa layanan ini sepanjang bulan pembayaran (unlimited).

Kecepatan akses perangkat

Sampai saat ini kecepatan akses yang ada adalah 2.5 Mbps, 4.5 Mbps dan 45 Mbps untuk perangkat Modem listrik, mengenai akses Internet Gateway sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Penyelenggara Jasa Internet yang melayani.

Kantor Perwakilan dan Area Layanan

Dalam waktu dekat ini seiring dengan rencana implemetasi kami merencanakan untuk membuka kantor perwakilan di Ibu kota Propinsi di daerah Jawa dan Bali.

Syarat Berlangganan

Syarat berlangganan (administrasi dan biaya) PLNplus akan kita umumkan bersamaan dengan perkenalan produk PLNplus yang kita harapkan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Bersama ini kami kirimkan presentasi mengenai rencana produk PLC yang akan kami tawarkan, namun apabila ada pertanyaan lagi dari Bapak/Ibu dengan senang hati kami akan menjelaskannya.

Demikian Bapak/Ibu atas perhatiannya kami haturkan ribuan terimakasih.

Hormat kami,
KURNIA RUMDHONY
PLC Team
PT INDONESIA COMNETS PLUS
GD. PLN LT.9
JL. JEND.GATOT SUBROTO KAV 18
JAKARTA 12950
062-21-5253 019
061-21-5253 147
061-21-5253 659 (fax)

2. Sistem Pendukung e-Learning di Web

Sistem Pendukung e-Learning di Web
Ana Hadiana*, Elan Djaelani*
Peneliti Puslit Informatika
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstract
The growing of internet technology gives a chance to be applicated in many fields including high education, in order to enhance the quality of education. In this paper, we discuss about important factors to be considered when we develop an distance learning support system using internet technology or web, and also we consider about Open Source to be implemented to make a system with a low cost without decreasing its performance and its realiblity.

Intisari

Pertumbuhan teknologi internet memberikan kesempatan untuk diaplikasikan dalam berbagai bidang termasuk pendidikan tinggi, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam makalah ini, kami membahas tentang faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika kita membangun sistem pendukung distance learning menggunakan teknologi internet atau web, dan juga perlu kita pertimbangkan tentang Open Source yang diimplementasikan untuk membuat sistem dengan biaya rendah tanpa menurunkan performansinya dan keandalannya.

1. Pendahuluan
Sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan atau latihan.
Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja.
Pada paper ini dibahas hal-hal yang diperlukan dalam penerapan teknologi internet untuk bidang pendidikan.

2. Aplikasi Web
Web merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning).
Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Synchronous System
    Aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.
  • Asynchronous System
    Aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.

Dengan fasilitas jaringan yang dimiliki oleh berbagai pendidikan tinggi atau institusi di Indonesia baik intranet maupun internet, sebenarnya sudah sangat mungkin untuk diterapkannya sistem pendukung e-Learning berbasis Web dengan menggunakan sistem synchronous atau asynchronous, namun pada dasarnya kedua sistem diatas biasanya digabungkan untuk menghasilkan suatu sistem yang efektif karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Dibeberapa negara yang sudah maju dengan kondisi infrastruktur jaringan kecepatan tinggi akan sangat memungkinkan penerapan teknologi multimedia secara waktu nyata seperti video conference untuk kepentingan aplikasi e-Learning, tetapi untuk kondisi umum di Indonesia dimana infrastruktur jaringannya masih relatif terbatas akan mengalami hambatan dan menjadi tidak efektif. Namun demikian walaupun tanpa teknologi multimedia tersebut, sebenarnya dengan kondisi jaringan internet yang ada sekarang di Indonesia sangat memungkinkan, terutama dengan menggunakan sistem asynchronous ataupun dengan menggunakan sistem synchronous seperti chatting yang disesuaikan dengan sistem pendukung pendidikan yang akan dikembangkan.

3. Sistem Pendukung Pendididikan
Dengan adanya sistem ini proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja dimana secara terpusat guru memberikan pelajaran secara searah, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Mereka bisa terus berkomunikasi sesamanya kapan dan dimana saja dengan cara akses ke sistem yang tersedia secara online. Sistem seperti ini tidak saja akan menambah pengetahuan seluruh siswa, akan tetapi juga akan turut membantu meringankan beban guru dalam proses belajar-mengajar, karena dalam sistem ini beberapa fungsi guru dapat diambil alih dalam suatu program komputer yang dikenal dengan istilah agent [5].
Disamping itu, hasil dari proses dan hasil dari belajar-mengajar bisa disimpan datanya di dalam bentuk database, yang bisa dimanfaatkan untuk mengulang kembali proses belajar-mengajar yang lalu sebagai rujukan, sehingga bisa dihasilkan sajian materi pelajaran yang lebih baik lagi.

4. Collaboration
Collaboration didefinisikan sebagai kerjasama antar peserta dalam rangka mencapai tujuan bersama [1]. Collaboration tidak hanya sekedar menempatkan para peserta ke dalam kelompok-kelompok studi, tetapi diatur pula bagaimana mengkoordinasikan mereka supaya bisa bekerjasama dalam studi [2].
Saat ini penelitian di bidang kolaborasi melalui internet dikenal dengan istilah CSCL (Computer Supported Collaborative Learning), dimana pada prinsipnya CSCL berusaha untuk mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki oleh para peserta dalam bentuk kerjasama dalam pemecahan masalah. Kenyataannya kolaborasi antar peserta cenderung lebih mudah dibandingkan dengan kolaborasi antara peserta dengan guru [6].
Gambar 1 menunjukkan konsep e-Learning dengan metoda CSCL, yang terdiri dari pemakai dan tool yang digunakan. Pemakai terdiri dari siswa dan guru yang membimbing, dimana siswa itu sendiri terbagi menjadi siswa dan siswa lain yang bertindak sebagai collaborator selama proses belajar. Para peserta saling berkolaborasi dengan tool yang tersedia melalui jaringan intranet atau internet, dimana guru mengarahkan jalannya kolaborasi supaya mencapai tujuan yang diiginkan.

Collaboration
Gambar 1: Collaboration

Dalam pelaksanaan sistem e-Learning, kolaborasi antar siswa akan menjadi faktor yang esensial [3][5], terutama pada sistem asynchronous dimana para siswa tidak secara langsung bisa mengetahui kondisi siswa lain, sehingga seandainya terjadi masalah dalam memahami makalah yang disediakan, akan terjadi kecenderungan untuk gagal mengikutinya dikarenakan kurangnya komunikasi antar siswa, sehingga timbul kecenderungan terperangkap pada kondisi standstill, sehingga menyebabkan hasil yang tidak diharapkan.
Ada 5 hal essensial [6] yang harus diperhatikan dalam menjalankan kolaborasi lewat internet, yaitu sebagai berikut:

(a) clear, positive interdependece among students
(b) regular group self-evaluation
(c) interpersonal behaviors that promote each member’s learning and success
(d) individual accountability and personal responsibility
(e) frequent use of appropriate interpersonal and small group social skills

Dalam proses kolaborasi antar siswa, guru bisa saja terlibat didalamnya secara tidak langsung, dalam rangka membantu proses kolaborasi dengan cara memberikan arahan berupa message untuk memecahkan masalah. Sehingga diharapkan proses kolaborasi menjadi lebih lancar.

5. Konfigurasi Sistem
Gambar 2 menunjukkan struktur global dari sistem pendukung untuk e-Learning. Pemakai sistem dalam hal ini siswa dan guru dapat mengakses ke sistem dengan menggunakan piranti lunak browser.

Struktur Sistem
Gambar 2: Struktur Sistem

Seperti pada gambar 2, Implementasi client/server untuk sistem penunjang pendidikan berbasis kolaborasi di internet, pada dasarnya harus memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

  • Collaboration, untuk melakukan kerjasama antar siswa dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kolaborasi ini bisa diwujudkan dalam bentuk diskusi atau tanya-jawab dengan memanfaatkan fasilitas internet yang umum dipakai misalnya: e-mail, BBS, chatting, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan dibuat.
  • Database, untuk menyimpan materi pelajaran dan record-record yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar khususnya proses kolaborasi.
  • Web Server, merupakan bagian mengatur akses ke sistem dan mengatur tampilan yang diperlukan dalam proses pendidikan. Termasuk pula pengaturan keamanan sistem.

Pengembang aplikasi seperti ini bisa dilakukan dengan menggunakan software sebagai berikut:

Platform OS Linux
Web Server Apache+Tomcat
Programming Java
Script Java Server Page
Database MySQL / Postgress
Frame Work Struts
Development Tool Eclipse

Keuntungan menggunakan software diatas yaitu seluruhnya merupakan Open Source yang bisa didownload secara gratis dari web site masing-masing, sehingga dalam implementasinya bisa ditekan biaya serendah mungkin, tanpa mengurangi realibilitas sistem itu sendiri. Keuntungan lainnya yaitu untuk akses ke sistem seperti ini tidak tergantung pada suatu platform operating system.
Oleh karena itu, dengan penerapan berbagai software Open Source seperti ini, diharapkan akan dicapai suatu sistem e-Learning yang aman, terpercaya, performance tinggi, multiplatform, dan biaya rendah.

6. Penutupan
Sejalan dengan perkembangan teknologi jaringan khususnya internet, dan pemerataan pemakaian fasilitas internet di Indonesia, maka sudah selayaknya untuk memulai penerapan teknologi ini di bidang pendidikan, yang diharapkan dapat menunjang peningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan tinggi dan institusi yang relatif telah memiliki fasilitas jaringan komputer.
Dalam makalah ini telah dibahas berbagai fasilitas penunjang yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan biaya yang seminimal mungkin melalui pemanfaatan Open Source tanpa mengurangi kualitas sistem.
Faktor kolaborasi menjadi penting dalam rangka menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif, karena dalam sistem pendidikan jarak jauh faktor komunikasi antar peserta akan menjadi penentu dalam menentukan perolehan pengetahuan yang dicapai oleh setiap siswa.
Permasalahan kedepan yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut:

  • Pengembangan Student Model dari database untuk menformulasikan karakter siswa sehingga sistem mampu mendeteksi kondisi siswa yang bermasalah.
  • Pengaturan pemakaian tool synchronous dan asynchronous dalam pelaksanaan kolaborasi, supaya tidak terjadi duplikasi yang membahas masalah yang sama berulang-ulang.
  • Membuat fasilitas penyusunan makalah di Web yang memudahkan para guru tanpa perlu mengetahui perintah-perintah secara mendetail, yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk berkolaborasi.

Daftar Pustaka
[1] Marion A. Barfurth, “Understanding the Collaborative Learning Process in a Technology Rich Environment: The Case of children’s Diagreements�?, Departemnet of Science and Education, University of Quebeca Hull.
[2] Johnson D. W., Johson R. T., and Smith K., “Active Learning: Cooperation in the Classroom�?, Edina, MN: Interaction Book Company (1991).
[3] Ana Hadiana, Kenji Kaijiri, “Collaboration Learning Support System Using Q&A�?, 4th International Conference of Information Technology for High Education and Training (2003)
[4] Japanese Association of Education Engineering, “Dictionary of Education Engineering�?, Jikkyou Publisher
[5] Yutaka Matsusita, Kenichi Okada, “Collaboration and Communacation�?, Kyouritu Publisher
[6] Johson D. W., “Learning together and alone�?, Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

3. “GARUDA INDONESIA TRAINING CENTER KEMBANGKAN E-LEARNING”
Seiring dengan perkembangan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis teknologi informasi menjadi tak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian dikenal dengan istilah E-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi maupun sistemnya. E-Learning sendiri adalah system pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung proses belajar mengajar dengan media internet dan jaringan computer .

 
   


Dalam teknologi E-Learning semua proses belajar mengajar yang biasa didapatkan dalam sebuah kelas dilakukan secara virtual. Materi pelajaran diperoleh dalam bentuk file-file yang dapat di-download oleh peserta/siswa sementara Interaksi antara guru dan siswa dalam bentuk pemberian tugas, diskusi dapat dilakukan dalam bentuk forum diskusi dan e-mail.
Dengan menggunakan E-Learning proses belajar mengajar tidak lagi seperti dulu dimana pengajar selalu memberikan materi pelajaran dan siswa hanya menghafalnya, tetapi dengan E-Learning pengajar hanya mengarahkan siswa apa yang harus dilakukan, siswa dapat mencari sendiri sumber materi-materi dengan menggunakan internet maupun sumber-sumber lain diluar materi yang telah diberikan pengajar.

Keuntungan menggunakan E-Learning adalah siswa tidak perlu datang ke kelas, peserta masih dapat mengerjakan tugas lain yang menjadi prioritasnya, dapat belajar kapan saja dan yang lebih penting adalah biaya menjadi sangat murah dibandingkan dengan kelas konvensional.

Saat ini E-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi E-Learning di berbagai lembaga pendidikan maupun industri. GITC pun tidak mau ketinggalan, saat ini GITC telah mengembangkan LMS (Learning Management System) berbasis Open Source Model dan sudah bisa di akses melalui website ini (http://training.garuda-indonesia.com). Seluruh pengajar GITC pun diarahkan untuk mengusai program ini dan kedepannya GITC akan membuka program pelatihan yang ditujukan bagi para pengajar dari manapun yang bermaksud mendalami program E-Learning.
Foto diatas adalah beberapa pengajar dan staff GITC yang telah mengikuti program pelatihan E-Learning.

4. KURSUS KAEDAH P&P: PEMBELAJARAN DEWASA UNTUK PENSYARAH SPACE

Kursus kaedah P&P Pembelajaran Dewasa (Adult Learning) untuk pensyarah fakulti yang mengajar subjek di bawah program SPACE merupakan kursus anjuran bersama Pusat Pengajaran dan Pembelajaran (CTL) , Unit Pembangunan Sumber Manusia (HRD) dan SPACE.

Kursus ini diadakan sebanyak dua kali, pada tarikh 6-7 Disember, 2004 di Dewan Kuliah I, Pejabat Pengajaran dan Pembelajaran (P&P) dan 28-29 Disember, 2004 bertempat di Auditorium 1B5, UTM, Kuala Lumpur. Seramai 200 pensyarah telah ditawarkan untuk mengikuti kursus ini yang meliputi pensyarah SPACE bagi kedua-dua kampus.

Tujuan kursus tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan dan kefahaman kepada pensyarah SPACE tentang bidang pendidikan dewasa sebagai satu cabang pendidikan yang mempunyai masalah dan cabaran tersendiri.

Pelajar dewasa (matured student) lazimnya melalui proses P&P yang berbeza (dari perspektif psikologi kognitif, afektif dan psikomotor) berbanding pelajar �fresh’. Mereka mempunyai pengalaman, kemahiran teknikal dan pengalaman sosial yang berlainan berbanding rakan pelajar �fresh’. Justeru itu, pensyarah SPACE perlu dibekalkan dengan pengetahuan dan kemahiran khusus serta memahami sepenuhnya fenomena ini, mengeksploit sepenuhnya kelebihan yang ada pada pelajar dewasa serta menangani masalah P&P yang timbul akibat kekangan yang mereka alami.

Empat penceramah pakar telah dilantik untuk mengendalikan kursus selama empat hari ini, iaitu Prof. Dr. Mohd Azraai bin Kassim, PM Wan Zulkifli bin Wan Yusof, Prof. Dr. Sulaiman bin Yamin dan PM Dr. Othman bin Md. Johan.

 

KURSUS PENAMBAHBAIKKAN P&P MENERUSI AMALAN REFLEKTIF

Selain daripada sistem dan prosedur pengurusan yang terancang, amalan reflektif adalah suatu kaedah yang terbukti berkesan dalam usaha menambahbaik kualiti dan kebekesanan proses P&P seseorang pensyarah. Kaedah ini bukan sahaja praktikal bahkan menawarkan kaedah penambahbaikkan yang berterusan tanpa sebarang kekangan (seperti prosedur pentadbiran, kewangan, masa dan lain-lain). Kursus ini direkabentuk untuk memberikan pendedahan kepada pensyarah bagi menguasai pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan untuk merancang dan melaksanakan amalan reflektif P&P yang berkesan.

Kursus tersebut sebenarnya direkabentuk untuk membantu pensyarah universiti membuat refleksi diri ke atas segala amalan P&P yang telah dilaksanakan bagi tujuan penambahbaikan berterusan.

Seramai empat penceramah telah dilantik untuk mengendalikan kursus tersebut, iaitu PM Dr. Mohd. Zaki Kamsah, PM Dr. Rose Alinda Alias, PM Dr. Mohammed Yusof Hj. Arshad, dan PM Dr. Ismail bin Omar. Kursus ini telah berlangsung selama dua hari pada tarikh 13 hingga 14 Disember, 2004 bertempat di Dewan Kuliah 2, Pusat Pengajaran dan Pembelajaran (CTL).

 

Di akhir kursus, peserta daripada Fakulti/Pusat Pengajian diharap dapat menghayati dengan mendalam falsafah, konsep dan objektif amalan refleksi P&P serta menguasai kemahiran membuat proses refleksi diri ke atas amalan P&P yang lepas.

 

KURSUS PENGGUNAAN E-LEARNING

Perubahan kepada perisian baru e-learning memerlukan latihan semula kepada staf akademik. Oleh yang demikian satu siri program latihan telah pun dirancang dan bermula dengan latihan kepada Pengurus IT dan staf sumber fakulti (champion) bagi setiap fakulti dan bahagian. Seterusnya mereka ini akan dapat membantu mengendalikan latihan kepada staf akademik daripada fakulti masing-masing.

Objektif kursus adalah untuk melatih peserta menggunakan perisian Moodle dengan berkesan. Para peserta akan menjadi resource person di fakulti dari segi penggunaan Moodle. Mereka juga akan membantu mentadbir sistem dalam aspek menambah subjek dan mendaftarkan pelajar.

Ianya bertujuan memberikan latihan intensif dan kemahiran kepada pensyarah universiti tentang penggunaan kaedah e-learning dalam pengajaran mereka. Dalam kursus yang bersifat hands-on in pensyarah dilatih cara-cara memasukkan maklumat matapelajaran, nota kuliah, kuiz, tugasan dan perbincangan ke dalam sistem e-learning universiti. Seterusnya setiap pelajar universiti mendaftar, boleh mengakses maklumat tersebut pada bila-bila masa dan dari mana jua.

Kursus penggunaan e-learning akan diteruskan pada masa-masa hadapan dengan harapan dapat melatih semua pensyarah universiti menggunakan sistem e-learning UTM di samping dapat menyediakan kemudahan untuk menyokong proses pembelajaran yang lebih fleksibel serta meningkat kefahaman dan minat pelajar.

Berikutnya, disenaraikan maklumat kursus menggunakan e-learning kepada pensyarah universiti yang telah dilaksanakan sepanjang bulan Oktober, 2004 hingga Februari, 2005 bertempat di Makmal Komputer 1 dan 2, CTL seperti dalam jadual di bawah:

Bil

Tarikh Kursus

Kumpulan Sasaran

Penceramah/ Fasilitator

5. Prof Soekartawi Instruktur Workshop e-Learning di UII
26 November 2005
Gurubesar Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Soekartawi, Sabtu 26/11, diundang sebagai instruktur/narasumber pada workshop tentang e-learning yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Workshop yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi ini, diselenggarakan dengan tujuan untuk merintis program e-learning di kampus para peserta.
Dr. Yudi dari Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Industri UII selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UII dalam memanfaatkan teknologi baru Ie-learning dalam pembelajaran. Selanjutnya, Yudi menjelaskan bahwa UII memang berencana untuk mempraktekkan e-learning untuk pembelajaran, termasuk perintisan program double degree program pasca sarjana di UII dengan lembaga pendidikan tinggi luar negeri. “Kini eranya digital device, IT/ICT. Jadi mau tidak mau, lambat atau cepat, kita harus meresponnya. Sebab kalau tidak, maka kita akan ketinggalan jaman”, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Prof. Soekartawi yang berapa tahun terakhir menekuni e-learning, bahkan pernah menjadi direktur SEAMOLEC (SEAMEO Regional Open Learning Center), membawakan makalah dengan tiga subtopik, yaitu Exploring e-Leaming; Implementing e-Leaming; dan Lessons Learned from the Best Practices in e-Leaming Initiatives.
Teknik workshop yang dilaksanakan adalah campuran antara teknik kuliah, diskusi, kerja kelompok, serta aplikasinya. Bahan kuliah Prof. Soekartawi dalam mata kuliah ‘Data Management for Rural Development (DMRD)’ yang menggunakan learning platform WebCT digunakan sebagai kasus dalam workshop tersebut.
Prof. Dr. Soekartawi, menambahkan bahwa e-Learning atau on-line learning akan efektif dan berhasil baik, kalau sejak awal disiapkan dan dilaksanakan secara benar. Dosen harus berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran dan mahasiswa berperan sebagai partisipan yang aktif.
la juga berpendapat bahwa pemanfaatan IT/ICT untuk pembe-lajaran itu bukan saja infrastrukturnya yang harus canggih, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengintegrasikan IT/ICT dalam pembelajaran. Menurutnya, kini banyak orang melupakan pedagogical aspects dalam menerapkan IT/ICT dalam pembelajaran.

stellus e-learning

Banyak orang mengira, kalau IT/ICT bagus, otomatis kualitas pembelajaran juga bagus. “Ini pandangan yang tidak betul. IT/ICT yang bagus harus pula diperhatikan aspek pedagoginya, sampai seberapa besar ia mempengaruhi ranah afektif, kognitif dan psikomotorik”, tandas Prof. Soekartawi. [SKW]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: