Biometrik

1. DATA BIOMETRIK BAGI SEMUA PEMOHON VISA (29/05/07)

Kerajaan British mula memperkenalkan perolehan data biometrik (pengimbasan sepuluh jari dan gambar digital) sebagai sebahagian dari proses pengenalan biometrik di seluruh dunia. Proses ini direka untuk melindungi identiti individu, memudahkan kemasukan akan dating ke UK, membasi penipuan visa palsu dan salahguna terhadap system imigresen dan perlindungan UK.

Perolehan data biometrik, termasuh pengimbasan kesepuluh jari, akan diperkenalkan di Brunei pada 5 Jun 2007.

Bermula Selasa, 5 Jun 2007, semua pemohon visa tanpa dikira apa jua bangsa, akan terpaksa menghadirkan diri sendiri ke Suruhanjaya Tinggi British di Bandar Seri Begawan dan memberikan pengimbasan jari dan gambar digital mereka bagi menyokong permohonan visa mereka.

Semua pemohon visa dimestikan memberikan data biometrik mereka, kecuali:-
· Pemegang paspot diplomatic dan tanggungan yang berjalan bersama kerana urusan rasmi kerajaan.

· Pememgang paspot rasmi yang berjalan atas urusan rasmi kerajaan di United Kingdom.

· Pegawa-pegawai Bangsa-Bangsa Bersatu yang memegang Dokumen Perjalanan PBB yang berjalan atas urusan rasmi PBB.

· Kakitangan angkatan bersenjata Komanwel dan NATO yang ditempatkan di UK.

· Pemegang sijil kuasa yang mensahkan tinggal di UK.

· Kanak-kanak dibawah umur lima tahun.


Pengecualian akan juga diberikan kepada pemohon-pemohon yang dengan alasan perubatan yang sebenar tidak dapat memberikan pengimbasan jari mereka.

Permohonan tidak akan diproses jika pemohon menolak, atau tidak memberi data biometrik mereka.

Pengimbasan jari akan dikumpulkan dari setiap pemohon dengan menggunakan pengimbasan elektronik. Dakwat, cecair atau bahan kimia tidak digunakan dan prosedur ini akan mengambil masa kurang dari dua minit.

Pastikan tangan biskita tidak berinai, mempunyai parut luka atau tanda-tanda yang boleh menghindari pengimbasan.

Semua pemohon mesti mempastikan yang tangan mereka bebas dari sebarang perhiasan seperti inai, luka atau apajua tanda. Luka hendaklah sembuh sepenuhnya sebelum membuat pengimbasan kerana ini akan memberi kesan terhadap pengumpulan data biometrik mereka. Gambar digital tidak akan diambil bagi mereka yang menutup muka atau mereka yang menggunakan kacamata gelap.

 

Suruhanjaya sentiasa komited dalam mempastikan intigriti proses visa kami. Pemohon yang membuat dokumen palsu tau maklumat lain dalam permohonan visa merka tidak akan diberikan visa dan perkara ini akan dihadapkan kepihak yang berkenaan.

Memandangkan pengenalan proses perolehan data biometrik ini, Seksyen Visa dan Konsular di Suruhanjaya akan ditutup kepada orang ramai pada Isnin, 4 Jun 2007 bagi latihan kakitangan.

untuk maklumat lanjut mengenai proses permohonan visa.

2. Teknologi Biometrik Persempit Pemalsuan Data

PEMBUATAN paspor dengan sistem foto terpadu berbasis biometrik, mulai diterapkan di Kantor Imigrasi (Kanim) Bandung, Senin (6/2). Pemerintah menganggap penting untuk menerbitkan paspor dengan teknologi itu, mengingat tuntutan perlunya security features canggih dan sulit ditiru, agar paspor RI sulit dipalsukan. Dalam paspor baru dilengkapi pengamanan dengan teknologi biometrik (Pikiran Rakyat, 11/2/06).

SEORANG pemohon paspor melakukan pindai jari tangan saat proses pembuatan paspor dengan sistem foto terpadu berbasis biometrik yang mulai diterapkan di Kantor Imigrasi (Kanim) Bandung sejak Senin (6/2).*M. GELORA SATA/”PR”

Penerapan teknologi biometrik tentu berbeda dengan teknologi sebelumnya yang memisahkan pembuatan foto dan sidik jari. Teknologi biometrik mampu mempersempit proses tersebut dalam beberapa menit yang terhubung secara online dengan kantor pusat sebagai penyimpan data biometrik (wajah dan sidik jari) dan antarkantor imigrasi untuk mencegah perolehan paspor ganda (lebih dari satu) pada orang yang sama karena memiliki dokumen identitas ganda.

Dalam arti lain, sistem personalisasi (pengisian data) berdasarkan Machine Readable Passport (MRP) foto terpadu dengan media stiker/label yang digunakan selama ini, diganti dengan sistem cetak langsung (direct printing) pada halaman data (data page). Dalam aplikasinya, foto dan sidik jari dilakukan secara elektronis dengan imaging system, sehingga tidak mudah dipalsukan atau dikelupas. Sekarang timbul pertanyaan, apakah dengan penggunaan teknologi biometrik data pada paspor itu betul-betul tidak dapat dipalsukan atau hanya mempersempit ruang gerak dunia bisnis pemalsuan paspor?

Teknologi biometrik

Manusia dengan akalnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan suatu teknologi. Begitu juga kehadiran teknologi biometrik merupakan hasil dari manusia-manusia kreatif yang telah mengembangkan ilmunya. Teknologi biometrik adalah suatu metode untuk mengidentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya.

Pengembangan teknologi biometrik ini dilatari bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki sesuatu yang unik/khas. Keunikan tersebut tentu hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Untuk mewujudkan gagasan itu, tentu harus didukung oleh teknologi yang secara otomatis bisa mengidentifikasi/mengenali seseorang dengan memanfaatkan teknologi semikonduktor.

Leonardo da Vinci – Vitruvian Man

Sebenarnya, sidik jari hanya sebagian dari teknologi biometrik yang bisa dimanfaatkan, sebab bagian-bagian dari tubuh manusia yang bersifat unik/spesifik dan juga akurat ada banyak jumlahnya, di antaranya adalah sidik jari, struktur wajah, iris, dan retina mata. Namun, pada saat ini teknologi yang paling berkembang ialah pengenalan dengan sidik jari.

Persempit pemalsuan

Penggunaan alat teknologi biometrik merupakan bagian dari proses autentikasi. Selama ini para ahli keamanan, terutama dari pengusaha pembuat produk biometrik sidik jari mengatakan, untuk mengakali alat tersebut merupakan hal yang mustahil (tidak mungkin terjadi). Alasannya, sidik jari merupakan hal unik. Sidik jari tiap orang berbeda dan tidak mungkin sama persis.

Argumentasi para ahli tersebut, memang benar dan diakui oleh umum. Namun, bagaimana kalau kondisi orang yang punya jari itu dipotong, lalu dibawa ke tempat mesin biometrik sidik jari? Atau orangnya sendiri ditodong kemudian disuruh untuk mengautentikasikan sendiri ke mesin biometrik tersebut?

Hal-hal tersebut merupakan beberapa kemungkinan sadis yang dilakukan oleh mereka yang berkepentingan untuk mendapatkan data palsu. Namun, apa yang dilakukan seorang profesor matematika dari Jepang, Tsutomu Matsumato adalah sangat sederhana sekali untuk mengakali mesin biometrik sidik jari ini.

Seperti apa yang dikutip oleh Harianto Ruslim, penulis buku ”Hack Attack”, profesor matematika dari Jepang itu menggunakan gelatin (gel atau agar-agar) dan cetakan plastik untuk menghasilkan gummi yang berbentuk jari dengan sidik jarinya ada di gummi tersebut. Perbuatan ini dapat mengakali 11 sistem autentikasi sidik jari dengan tingkat keberhasilan sebesar 4 kali dari 5 kali usaha atau tingkat keberhasilannya mencapai sekira 80 persen.

Artinya, dengan proses yang dilakukan profesor tersebut, ada kemungkinan yang besar kalau orang lain untuk menindaklanjuti, bisa jadi sidik jari yang ditinggalkan seseorang di gelas misalnya, dapat kita pindahkan dan dibuat jari palsunya dari bahan jeli.

Akhirnya, yang harus kita sadari bahwa security bukanlah hanya semata-mata penggunaan teknologi, melainkan suatu perjalanan. Sehingga, benar adanya apa yang dikatakan Kepala Humas Ditjen Imigrasi, Drs. Soepriatna Anwar, bahwa dengan penggunaan teknologi biometrik diharapkan pengamanan paspor RI sebagai dokumen negara dapat ditingkatkan dan ruang gerak sindikat pemalsuan paspor dapat dipersempit. Di samping itu, bukankah teknologi –apa pun bentuknya–pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal-hal tersebut demi kebaikan.***

Arda Dinata

Peminat teknologi biometrik, bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbang Kesehatan Depkes.

« USB Flashdisk sandi untuk melindungi data

Informasi Rahasia »

 

3. Biometrik : Penggunaannya dalam pengamanan

Ditulis oleh hadiwibowo di/pada Desember 12th, 2006

 

 

roma, hadiwibowo. Menurut Wikipedia, biometrik berasal dari bahasa Yunani yaitu bios = hidup dan metron = ukuran, suatu ukuran pengenalan mahluk hidup yang berbasis pada tubuhnya yang unik. Dalam Teknologi Informasi, biometrik lebih sering dipakai sebagai alat otentikasi dengan cara menanalisis karakteristik tubuh manusia yang digunakan, misalnya sidik jari, retina mata, bentuk wajah, cetakan tangan, suara dan lain-lain.

Biometrik

biometrische Gesichtserkennung

Untuk penggunaan sebagai otentikasi, biometrik harus terlebih dahulu dimasukkan ke dalam data base sebuah sistem. Sidik jari biometrik seseorang hanya akan berfungsi bila sidik jari orang tersebut telah terlebih dahulu dimasukkan ke dalam database sistem, sehingga sistem dapat mengenalinya. Teknologi yang digunakan untuk masing-masing jenis biometrik tentunya berlainan, beberapa telah dapat dilakukan dan dapat ditemui di pasaran namun beberapa masih dalam tahap penelitian.

The Line – eine interaktive Installation von Mone Kante und Jochen Viehoff (2001)

Oswaldo Cavandoli – La Linea

Biometrik adalah identitas manusia yang unik, tetapi biometrik bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah dirahasiakan. Kita sulit menyembunyikan biometrik yang kita punyai. Biometrik juga tidak dapat memperbaiki kesalahan yang telah terjadi, sekali biometrik kita dicuri, tidak ada cara untuk mengamankannya kembali. Tidak mungkin manusia mengubah sidik jarinya, karena sidik jarinya itu telah dicuri orang lain dan digunakan untuk melakukan kriminalitas, misalnya.

Biometrik sangat sulit dipalsukan, membutuhkan keahlian khusus dan biaya yang tidak sedikit untuk memalsukan biometrik seseorang. Sulit dan mahal sekali untuk memalsukan retina mata, sidik jari atau bagian tubuh lainnya. Tetapi beberapa biometrik dapat dengan mudah dicuri, tindakan ini jauh lebih murah dan mudah daripada memalsukannya. Misalkan seorang pencuri telah mengambil gambar sidik jari seseorang untuk mengelabui sistem, sehingga pada saat gambar sidik jari tersebut discan oleh fingerprint reader sistem mengira itu adalah sidik jari yang benar. Namun pada kenyataannya untuk mengelabui sidik jari pun tidaklah mudah.

Biometrik Sound Engine – eine Installation von Volker Morawe (2002)

Farbwerte für die Klangerzeugung
Das menschliche Auge als Vorlage

Kita dapat menggunakan biometrik untuk berbagai keperluan yang biasa, misalnya untuk membuka pintu, sebagai alat absensi, atau untuk menghidupkan mesin. Tetapi biometrik tidak dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat rahasia. Walaupun biometrik sangat bagus dan berguna tetapi bukanlah sebuah kunci, karena tidak dapat disembunyikan, tidak dapat dilakukan pengacakan dan tidak dapat ditingkatkan atau dihancurkan. Seperti halnya password, kita sebaiknya tidak menggunakan satu password untuk mengunci dua hal yang berbeda, juga sebaiknya tidak menyandi dengan kunci yang sama terhadap dua aplikasi yang berbeda. Dapat dengan mudah dibayangkan betapa tidak amannya penggunaan biometrik untuk hal-hal seperti itu.

KippKick – eine Interaktive Installation (Seminararbeit, 2002)

Geneigter Tischfußball
Physik der schiefen Ebene
Motor und Antriebsachse
› Abbildung vergrößer

Dapat disimpulkan bahwa biometrik akan berfungsi baik hanya bila sistem dapat memeriksa dua hal yaitu pertama, bahwa biometrik itu datang dari orang yang tepat, dan kedua, bahwa biometrik itu klop dengan data base biometrik yang terdapat dalam sistem. Biometrik sangat bagus sebagai pengganti PIN (personal identity number) atau pengganti tanda tangan. Tetapi perlu tetap diingat bahwa biometrik tidak dapat dirahasiakan.

4. Menghindari Manupulasi Data dengan Alat Biometrik

March 8th, 2007 · 1 Comment

Hari ini Garuda Crash di Adisucipto, dengar kabarnya dari kawan-kawan, penasaran trus saya coba mencari beritanya dengan bantuan Mr. Google dalam pencariannya saya memilih untuk membuka berita dari Situs : dalam beritanya terdapat berita Kecelakaan Garuda, setelah membaca berita Garuda Indonesia tersebt saya mencoba membaca beberapa berita di situs tersebut. Yang menarik pada berita hari ini menurut saya salah satunya ialah Kabar dari Kantor Imigrasi Kota Bukit Tinggi yang saat ini mempergunakan alat Biometrik untuk menghindari manipulasi data pemohon pembuatan paspor dikantornya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Imigrasi Kota Bukittinggi Kurnia Braja Kusumah menghimbau kepada masyarakat yang akan mengurus paspor untuk tidak melakukan manipulasi data dan surat-surat penting lainnya. Sebab, saat ini Kantor Imigrasi telah memakai alat Biometrik yang berfungsi untuk pengecekan data pemohon ke data base. Berikut hasil wawancara Saudara Muhammad Subhan Jumat 16/02/2007, Kurnia say : “Dengan adanya alat ini dipastikan tidak akan terjadinya manipulasi data, sebab, bagi pemohon yang sudah pernah memiliki paspor datanya ada di data base kami, dengan alat Biometrik itu juga akan diketahui bahwa pemohon akan membuat paspor ganda. Sementara, pembuatan paspor ganda tidak dibenarkan, dan si pelaku dapat dikenakan sanksi undang-undang, Saya baru satu bulan tugas di sini. Selama ini memang belum ditemukan adanya paspor ganda.

Namun, di masa-masa sebelumnya mungkin ada”. Dengan sistem kerja baru itu, ujar Kurnia, semua data yang masuk oleh pemohon akan dicek ulang. Sesuai persyaratan pengurusan paspor, setiap pemohon harus memiliki KTP, Akte Kelahiran/Ijazah, Kartu Keluarga serta identitas lainnya. Jika semua persyaratan itu lengkap, maksimal tiga hari paspornya sudah siap, Sebagai seorang pimpinan baru di kantor Imigrasi Kota Bukittinggi, Kurnia bertekad untuk membenahi pelayanan pengurusan paspor untuk masyarakat. Dirinya juga menginginkan agar pelayanan pembuatan paspor dapat lebih cepat. Memang kembali kepada syarat-syarat tadi. Saya juga memahami setiap pemohon ingin cepat karena berbagai keperluan mereka di luar negeri. Selama ini, katanya, jumlah pemohon setiap hari berkisar antara 50 sampai 60 orang. Sementara, sesuai keterbatasan alat, Imigirasi Kota Bukittinggi baru mampu menyelesaikan maksimal 40 paspor sehari.

Selama ini, katanya, jumlah pemohon setiap hari berkisar antara 50 sampai 60 orang. Sementara, sesuai keterbatasan alat, Imigirasi Kota Bukittinggi baru mampu menyelesaikan maksimal 40 paspor sehari.

 

Selama ini, katanya, jumlah pemohon setiap hari berkisar antara 50 sampai 60 orang. Sementara, sesuai keterbatasan alat, Imigirasi Kota Bukittinggi baru mampu menyelesaikan maksimal 40 paspor sehari. Mungkin karena hubungan emosional Bukittinggi-Malaysia cukup dekat, jadi banyak warga yang ke sana. Ditambahkan, pihaknya juga akan membenahi disiplin petugas Imigrasi yang menjadi ‘pelayan’ masyarakat. Keramahtamahan, dan peningkatan kinerja petugas menjadi perioritas. Disamping itu, kami juga akan mencoba melengkapi sarana prasarana, khususnya tempat duduk pemohon yang diusahakan akan lebih baik dari sekarang, tambahnya.


 

 

 

 

Dalam tulisan diatas sayangnya saya belum melihat bagaimana tanggapan staf Kantor Imigrasi Bukittinggi dalam pengunaan Alat dan Sistem baru ini, apakah mudah dalam pengoperasiannya, apakah dengan adanya sistem baru ini akan lebih memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan?

Mungkin dengan mendengar tanggapan dari pengguna langsung sistem ini akan dapat mengevaluasi kemungkinan sistem ini akan berlangsung lebih lama. Menarik juga kalo sistem seperti ini diterapkan di daerah lain khusunya daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Untuk bidang kesehatan dapat dicoba tidak ya ?

(Tulisan ini saya salin dari berita aslinya tanpa merubah isi berita, ada beberapa penambahan dari saya sesuai dengan “pikiran” saya saat ini)

5. Biometrik Gantikan ”Password”

TEKNOLOGI biometrik datang, dunia security ikut terus berubah. Sebab, kehadiran teknologi yang satu ini memiliki kemampuan untuk mengenali manusia lewat sidik jari, mata, atau karakter khas bagian tubuh manusia yang lainnya.

YAZILIM

Bagaimana sepak terjang penggunaan teknologi biometrik ini, kita dapat nikmati dalam film ”Sixth Day” (2001), sebagai contohnya. Film dengan pemeran utama Arnold Schwarzenegger itu memperlihatkan betapa biometrik sudah seperti menggantikan kunci. Dalam petualanganya, sidik jari atau mata bisa digunakan sebagai pembuka akses masuk ruangan kantor, laboratorium, menstarter mobil, dll. Singkatnya, teknologi pengenalan diri itu kini benar-benar mengenali fisik si pemilik, bukan lagi menggunakan password (kata sandi).

Kayu ria – sebuah peranti dengan kayu yang boleh dipusing dari beberapa butang untuk mengawal pergerakan kursor. Ini berguna untuk permainan video seperti menembak musuh, menembak roket dan sebagainya. Dalam bahasa lain, Elizabeth Millard menyebutkan bahwa biometrik telah bergerak dari tontonan pada film thriller James Bond Sang Agen 007 ke dalam dunia komputer sehari-hari. Fitur biometrik telah diintegrasikan ke dalam PDA Hewlett-Packard, ThinkPads IBM, dan peranti genggam dan laptop sebagai cara untuk mengamankan perangkat tanpa meminta pengguna untuk mengingat sejumlah kata sandi untuk pengontrolan akses dalam berbagai tingkatan.

Kelemahan kata sandi

Munculnya teknologi biometrik sebagai metode verifikasi identitas individual, sesungguhnya merupakan refleksi dari kesadaran bahwa password adalah suatu hal yang tidak dapat diandalkan untuk security. Sebab, kata sandi itu memiliki sisi kelemahan yang dapat bersifat merugikan.

Skrin sentuh – fungsinya adalah sama dengan pen cahaya kecuali anda tidak memerlukan pen tersebut. Jari anda tidak memerlukan pen tersebut. Jari anda digunakan untuk menyentuh skrin dan komputer akan bertindak balas. Mikrokomputer HP-150 mempunyai kemudahan in Kondisi seperti itu, penulis ibaratkan dengan ungkapan ”Biomerik datang, password ditinggal”. Alasan ditinggalnya passeord, tidak lain karena kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Kelemahan kata sandi itu di antaranya ketika akses jaringan ia membutuhkan verifikasi. Password terbukti mudah sekali diserang hacker dan mudah diketahui secara luas. Hal ini diakui Millard, banyak manajer teknologi informasi (TI) dapat menyampaikan rekening yang terdapat pada user’s desk dan melihat password mereka pada post-it note stuck pada monitor mereka.

Selain itu, password juga mudah terlupakan, seperti yang dilaporkan oleh Gartner Group. Perusahaan riset tersebut menemukan bahwa panggilan untuk help desk yang berhubungan dengan password, turun hingga 30 persen dari biasanya. Untuk setiap penghapusan password, harus dibayar perusahaan dengan biaya antara 50 – 150 dolar AS.

Potensi biometrik

Kehadiran teknologi biometrik, apalagi saat ini didukung faktor harga yang semakin terjangkau dan bisa diterapkan pada banyak sektor, teknologi biometrik akan menggeser dunia password sebagai pintu masuk yang memiliki beberapa kelemahan tersebut.

Ditinggalnya penggunaan password ini, tentu bukan tanpa dasar. Paling tidak, pendapat para ahli keamanan menjadi salah satu dasarnya. Menurut para ahli keamanan, kini ada cracking tool yang mampu memindai kata maupun menebak password berupa kombinasi huruf dan angka. ”Loft Crack”, salah satu program penjebol sandi misalnya, hanya butuh waktu 48 jam untuk mencari seluruh arsip password di suatu perusahaan (Intisari, Agustus 2001).

Terlepas dari itu semua, yang harus diingat dalam penerapan teknologi biometrik ini adalah apa yang diungkapkan Joseph Kim, Associate Director of Consulting pada International Biometric Group. Menurut Kim, sebuah teknologi biometrik yang tidak terintegrasi dengan baik dalam ruang korporat merupakan facial recognition. Walaupun kamera mungkin berada di posisinya sebagai ”pengamat”, teknologinya belum cukup akurat untuk diteruskan atau digunakan untuk akses pegawai. Dibutuhkan beberapa tahun untuk dapat dijalankan dengan benar-benar efektif. Saat ini hal tersebut merupakan satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk mengakses sebuah data base yang diketahui setiap orang dalam sebuah struktur yang ada dan mengakselerasikan prosesnya untuk keamanan.

Akhirnya, dengan reputasi password selama ini yang dapat dicuri dan terlupakan itu, tidak berlebihan bila dunia password akan ditinggalkan. Apalagi kehadiran biometrik itu memiliki potensi untuk mengamankan jaringan dan data dengan cara mengambilalih tugas user (pengguna) yang serupa.***

Arda Dinata,
Peminat teknologi biometrik, bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbang Kesehatan Depkes.

 

Bu fotoğraf için aranan özellikler şunlardır;

Fotoğraf ebadı 3,5cm x 4,5cm’dir
Saç bitiminden çeneye kadar olan mesafe 3,2-3,6cm sınırları içinde olmalıdır
Fotoğraf yüzün 2 tarafı da tam olarak görünecek şekilde cepheden çekilmelidir, tebessüm edilmemelidir.
Arka zemin düz beyaz renkte yada açık kontras bir renkte olmalıdır. Renkli ve desenli zeminler kabul edilmeyecektir.
Fotoğraf; aşırı koyu, aşırı açık yada yüzün bir tarafını karanlık bırakacak şekilde çekilmemelidir.
Fotoğrafta gözler tam olarak görülmedilir. Güneş gözlüğü ile çekilen ve gözlük camında parlama olan resimler geçersizdir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: