Archive for November, 2007

Manajemen sistem informasi

November 23, 2007

1. Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Intranet

Ekasari Nugraheni, Iwan Muhammad Erwin, Endang Suryawati
Pusat Penelitian Informatika – LIPI
Jl. Cisitu, Sangkuriang, Bandung 40135
Telp. (022) 2504711, Fax : (022) 2504712, E–mail : iin [at] informatika [dot] lipi [dot] go [dot] id

Abstract
Asset Management Information System, called SIMA is information system based intranet which have aim to make government goods administration in LIPI. This information system facilitate LIPI to get the aim and function from goods administration. Intranet based system is possible in monitoring and supervising directly by computer network from the top administration organization to the bottom. This information system was build reference to BAKUN’s book. SIMA provides some facilities to process goods administration, such as inventory coding, inventory book’s making, searching data, mutation and clearing data, physical opname and reporting. SIMA is built with open source software, with use PHP language programming and PostgreSQL data base management, and server computer based LINUX.

Intisari
Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) adalah sistem informasi berbasis intranet yang bertujuan menatausahakan barang inventaris milik/kekayaan negara di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dengan sistem informasi ini lebih memudahkan LIPI dalam mencapai tujuan dan fungsi dari penatausahaan barang. Sistem berbasis intranet memungkinkan pengecekan dan pengawasan secara langsung melalui jaringan komputer dari organisasi penatausahaan paling atas ke yang paling bawah. Pembuatan sistem informasi ini berpedoman pada buku dari BAKUN (Badan Akuntansi Negara). SIMA menyediakan bermacam-macam fasilitas untuk proses penatausahaan barang, meliputi pengkodean barang inventaris, pembuatan buku inventaris, pencarian data barang, mutasi dan pemutihan barang, opname fisik dan pembuatan laporan. SIMA dibangun dengan perangkat lunak open source yang menggunakan bahasa pemograman PHP dan manajemen basis data dengan PostgreSQL, serta menggunakan komputer server berbasis LINUX

Kata kunci
Sistem informasi, aset, intranet, PHP, PostgreSQL.

1. Pendahuluan
Teknologi komputasi client-server khususnya yang menggunakan teknologi internet/intranet dan teknologi basis data semakin berkembang pesat, sejalan dengan itu kebutuhan akan aplikasi sistem informasi yang tidak dibatasi ruang dan waktu juga semakin meningkat.
Fasilitas internet dengan perangkat teknologi penunjangnya memungkinkan dikembangkannya sistem informasi manajemen aset yang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya kemudahan dalam mendistribusikan program aplikasi, mudah dan praktis karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun, memiliki akses informasi yang lebih cepat, murah dan lebih baik serta mampu menurunkan biaya atas kebutuhan penyampaian dan penyebaran informasi.
Manajemen aset adalah bagian atau komponen dari Lembaga/Departemen yang memberdayakan aset-aset tetap yang dimiliki sesuai dengan fungsi dan kegunaannya (LIPI, 2001). Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) adalah sebuah sistem informasi berbasis web/intranet untuk mengelola data-data seluruh aset tetap yang dimiliki oleh setiap puslit di lingkungan LIPI. Dari sistem ini diharapkan pemeliharaan terhadap aset-aset penting yang diperlukan untuk menunjang kegiatan penelitian menjadi lebih terkontrol, dan semua potensi yang dimiliki puslit khususnya aset tetap dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan penelitian

2. Teknologi Pengembangan Web

Teknologi yang digunakan dalam pemrograman web dibagi menjadi dua yaitu server side dan client side. Pada server side, perintah-perintah program dijalankan di server dan dikirimkan ke browser sudah dalam bentuk HTML. Sedangkan client side, proses akan dilakukan di web browser. Biasanya client side digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan interaksi user tetapi data yang ditampilkan tetap dan seragam.
Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di internet selalu melibatkan antara server dan client. Ketika seseorang mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung perintah server side maka server web akan menjalankan dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke browser dalam bentuk HTML sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung file client side maka oleh server file tersebut akan langsung dikirimkan ke browser.

2.1. PHP
PHP merupakan salah satu jenis scripting language yang dieksekusi pada sisi server, atau biasa disebut server-side scripting merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer yang dapat dijumpai di Internet.
Fasilitas PHP yang paling kuat dan pasti adalah integrasinya dengan mesin database yang membuat halaman dengan dukungan database dengan mudah.
PHP termasuk dalam HTML-embedded , artinya code php dapat kita sisipkan pada sebuah halaman HTML. Untuk mengetahui bahwa baris – baris HTML merupakan suatu script php maka digunakan pasangan tag. Tag yang dapat digunakan untuk menyatakan script php adalah
 < ? … ?>
 < % … %>
 < ?php … ?>
Diantara ketiga ini tag ketiga merupakan tag yang paling aman karena memberikan tanda yang lebih jelas dan pada umumnya dimengerti oleh web server (Yudhi Purwanto, 2000).
Beberapa hal yang terkait dengan penulisan file PHP yaitu
a. File PHP merupakan file teks biasa sehingga dapat dituliskan dengan editor teks biasa seperti Notepad, namun akan lebih baik jika anda menggunakan editor PHP khusus seperti PHPEd atau PHP Coder
b. Seluruh blok skrip PHP harus berada di antara tag pengapit < ?php … ?> atau tag < ? … ?>. Tag ini dapat juga diganti dengan tag < ‘script’>, ditambah dengan atribut language yang diberi value PHP. Serta dapat dituliskan pula dengan tag pengapit (delimiter) ASP < %… %>.
c. Setiap statement harus dipisahkan dengan tanda titik koma ( ; )
d. Semua file yang mengandung skrip PHP harus disimpan dalam format PHP File (*.php, *.phtml atau *.php3)

3. Arsitektur SIMA
SIMA menerapkan arsitektur client-server three-tiers, dimana Application web Server akan bertindak sebagai middle-tier yang menyediakan seluruh aplikasi yang diperlukan client sebagai front-end untuk berinteraksi dengan database server sebagai back-end.
SIMA dibangun dengan menggunakan perangkat lunak yang bersifat open source. Pada sisi application server akan menggunakan PHP dan Apache. Sedangkan sisi database server menggunakan Database PosgreSql yang berjalan dibawah sistem operasi Linux.

4.Diagram Alur Data (Model Fungsional)

Diagram alur data merupakan model fungsional SIMA. Diagram ini menggambarkan Sistem Informasi Manajamen Aset yang artinya hanya menggambarkan proses-proses yang berlangsung di perangkat lunak SIMA untuk lingkungan unit pengurus barang (UPB).
Secara keseluruhan diagram terdiri dari 3 proses sebagai berikut :
1. Opname Fisik Barang Inventaris, petugas inventaris melakukan opname fisik barang inventaris ke setiap ruangan. Hasil dari operasi fisik ini berupa data-data barang inventaris (alat dan bahan) mengenai keberadaan barang, kondisi barang, dan perubahan data barang, data buku perpustakaan.
2. Pencatatan Data Barang, berdasarkan hasil dari opname fisik barang inventaris, perubahan-perubahan yang terjadi (barang masuk/keluar, atau perubahan data barang) akan dicatat ke buku inventaris peralatan dan bahan, daftar inventaris lain (DIL) , daftar Inventaris Ruangan (DIR) dan kartu inventaris barang (KIB – Tanah, Gedung dan Alat Kendaraan Bermotor. Jika terjadi mutasi barang dari hasil opname fisik maka akan dicatat ke buku mutasi barang
3. Pembuatan Laporan-laporan, berdasarkan data buku inventaris yang telah diupdate dari hasil opname pisik, akan dihasilkan laporan hasil opname fisik barang inventaris (LOFBI), laporan Buku Inventaris, Laporan Posisi Awal (LPA) dan Laporan tahunan inventaris (LTI). Dari buku mutasi dan buku inventaris juga akan dihasilkan laporan mutasi barang triwulan (LMBT I – IV).

Gambar 1. Diagram Alur Data SIMA

Gambar 1. Diagram Alur Data SIMA

5. Diagram Entity-Relationship (Model Objek)
Database disimpan pada server “Gryfindor�? dengan nama database “sima�?, terdiri dari 23 tabel yang disusun secara relasional dengan proses normalisasi.
Diagram Entity-Relationship (D-ER) merupakan model objek/statis yang menggambarkan struktur hubungan antar tabel untuk memudahkan menganalisa relasionalitas tabel-tabel tersebut. Detail entity (tabel) dengan atribut (field) dari SIMA dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Diagram E-R SIMA

Gambar 2. Diagram E-R SIMA

6. Modul-modul dan Kelompok Pengguna SIMA (model keamanan)
SIMA terdiri dari tiga modul utama, yaitu referensi, inventarisasi barang dan pelaporan. Masing-masing modul memiliki sub-sub modul seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.

Gambar 3. Modul-modul SIMA

Gambar 3. Modul-modul SIMA

SIMA memiliki 5 kelompok pengguna yang disusun berdasarkan tingkatan akses terhadap tabel-tabel database, yaitu :
• admin – administrator sistem
memiliki otoritas penuh (tambah, edit dan hapus) pada tabel-tabel kelompok referensi
• operator – petugas inventaris
memiliki otoritas penuh (tambah, edit dan hapus) untuk tabel-tabel kelompok inventarisasi barang.
• eselon – Kapus, Kabag dan Kabid
memiliki hak akses untuk melihat data referensi dan data inventarisasi barang, serta melihat dan mencetak laporan-laporan
• ppbi – ppbi wilayah dimana upb berada
memiliki hak akses untuk melihat beberapa data referensi serta melihat dan mencetak data inventaris yang perlu dilaporkan oleh UPB (Unit Pengurus Barang) ke PPBI (Pembantu penguasa Barang Inventaris).
• guest – pengguna biasa
memiliki hak akses untuk melihat beberapa data referensi dan beberapa data inventaris barang.

7. Implementasi Program Aplikasi
Aplikasi SIMA diawali dengan login ke sistem untuk menjamin keamanan data serta pengaturan akses database sesuai dengan kelompok pengguna.

Gambar 4. Dialog Tampilan Awal SIMA

Gambar 4. Dialog Tampilan Awal SIMA

Gambar 4 merupakan halaman awal yang tampil pada saat pemakai berhasil login ke SIMA. Pada bagian atas terdapat menu-menu utama. Pada bagian kanan atas terdiri dari tombol petunjuk yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengoperasikan SIMA, kontak administrator lewat e-mail, serta link ke situs LIPI. Di kanan bawah terdapat tombol untuk logout dari SIMA. Pada tengah halaman merupakan halaman display untuk menampilkan form-form yang diperlukan.

7.1 Struktur Menu
Operasional SIMA melalui menu-menu utama yang masing-masing memiliki sub-sub menu pilihan. Menu-menu utama ini dibuat dengan model menu bar yang berbentuk tombol-tombol, sedangkan sub-sub menu dibuat dengan model link. Menu utama SIMA terdiri dari 6 menu untuk operasional sistem dan 1 menu petunjuk/manual. Setiap kelompok pengguna memiliki sub-sub menu yang tidak sama tergantung dari hak akses mereka terhadap tabel-tabel dalam database.

7.1.1. Menu Lihat Data
Menu lihat data digunakan untuk melihat data secara langsung tanpa perlu terjadi seleksi atau filter data. Diagram berikut menunjukkan sub-sub menu yang terdapat pada menu Lihat Data

Diagram 1. Struktur Menu Lihat Data

Diagram 1. Struktur Menu Lihat Data

7.1.2. Seleksi Data
Menu Seleksi data digunakan untuk melihat data dengan harus melakukan seleksi atau filter data. Diagram berikut adalah sub-sub menu yang terdapat pada menu Seleksi Data

Diagram 2. Struktur Menu Seleksi Data

Diagram 2. Struktur Menu Seleksi Data

7.1.3. Cari Data
Menu Cari data digunakan untuk melakukan pencarian. Diagram berikut adalah sub-sub menu yang terdapat pada menu Cari Data.

Diagram 3. Struktur Menu Cari Data

Diagram 3. Struktur Menu Cari Data

Gambar 5. contoh form pencarian data dengan kriteria

Gambar 5. contoh form pencarian data dengan kriteria

Gambar 5 adalah salah satu contoh form pencarian data barang inventaris – peralatan dengan beberapa kriteria pilihan (berdasarkan nama alat, merk/type, tahun anggaran, lokasi barang dan kondisi barang). Kriteria-kriteria ini dapat diisi untuk mendapatkan data dengan filter yang diinginkan, atau tidak memilih / dikosongkan sama sekali jika akan melihat seluruh data.

7.1.4. Tambah Data
Menu Tambah data digunakan untuk mengisi dan menambah data. Diagram berikut menjelaskan sub-sub menu yang terdapat pada menu Tambah Data.

Diagram 4. Struktur Menu Tambah Data

Diagram 4. Struktur Menu Tambah Data

Salah satu contoh tampilan pengisian data diperlihatkan pada gambar dibawah ini, yang memperlihatkan form untuk mengisi data buku inventaris peralatan.

<br /> Gambar 6. Contoh Form Pengisian Buku Inventaris Peralatan

Gambar 6. Contoh Form Pengisian Buku Inventaris Peralatan

7.1.5. Laporan
Menu Laporan digunakan untuk melihat dan mencetak laporan-laporan. Diagram 5 menunjukkan sub-sub menu laporan yang dapat dilihat dan dicetak dalam format Adobe Acrobat.

Diagram 5. Struktur Menu Laporan

Diagram 5. Struktur Menu Laporan

Gambar 7 adalah contoh bentuk laporan yang dihasilkan dari menu laporan. Laporan diberikan dalam format Acrobat Reader. Petunjuk penggunaan Acrobat Reader disediakan pada manual sistem melalui menu Petunjuk.

Gambar 7. Contoh Laporan Mutasi Barang Triwulan dalam format Acrobat Reader

Gambar 7. Contoh Laporan Mutasi Barang Triwulan dalam format Acrobat Reader


7.1.6. Administrasi User

Menu Administrsi User digunakan untuk mengatur pengguna SIMA. Tipe admin memiliki otoritas tertinggi dalam mengatur pengguna sistem, antara lain dapat melakukan penambahan dan penghapusan data pengguna, mengganti tipe kelompok serta mengganti password pengguna. Sedangkan bagi pengguna hanya memiliki otoritas untuk mengganti passwordnya saja.


7.1.7. Petunjuk

Menu petunjuk berfungsi sebagai user manual yang berjalan dalam format Adobe Acrobat. Tujuan dibuat menu ini adalah untuk memberi kemudahan bagi pengguna berupa informasi-informasi dalam mengoperasikan SIMA. Diagram berikut adalah petunjuk-petunjuk yang disediakan.
Diagram 6. Struktur Menu Petunjuk
Diagram 6. Struktur Menu Petunjuk
Gambar 8. Contoh Manual SIMA dalam format Acrobat Reader

Gambar 8. Contoh Manual SIMA dalam format Acrobat Reader

Penutup
Dengan dibangunnya suatu Sistem Informasi Manajemen Aset secara online di intranet, maka beberapa proses dalam kegiatan penatausahaan dan inventarisasi dapat diintegerasikan menjadi suatu sistem yang terkomputerisasi, dengan bentuk tampilan yang mudah digunakan oleh beberapa tipe pengguna. Bagi pengguna yang bertindak sebagai operator (tim inventaris ), sistem memberikan kemudahan dalam beberapa hal seperti : pencatatan data, pendataulangan (sebagai hasil dari kegiatan opname fisik, mutasi,pemutihan), penghitungan jumlah dan nilai barang untuk keperluan manajemen aset LIPI selanjutnya secara keseluruhan serta pembuatan laporan. Untuk pengguna pada level guest (tamu), sistem memberi kemudahan dalam akses pencarian barang, dengan memberikan beberapa model kriteria pencarian. Sementara untuk tipe pengguna eselon, sistem memberi kemudahan dalam akses pencarian barang dan akses untuk melihat laporan.
Kemudahan yang diberikan oleh sistem ini, diharapkan sedikit demi sedikit dapat menghilangkan kekurangan yang didapat saat kegiatan penatausahaan dan inventarisasi dilakukan secara manual sebelum ini, meski tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa proses manual yag harus tetap diberlakukan.
Penggunaan perangkat lunak berbasis open sources ( php, postgreSQL dan linux server ) dalam pembangunan Sistem Informasi Manajemen Aset ini, memungkinkan untuk meminimasikan biaya pembangunan sistem, meski dari sisi lain perlu ada peningkatan sumber daya manusia baik bagi pengguna operator maupun pengguna yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan sistem secara keseluruhan (administrator).

Daftar Pustaka
LIPI. (2001), “Pelaksanaan Penatausahaan Barang Inventaris Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan LIPI�?, Konsep Petunjuk.
Yudhi Purwanto. (2000), “Pemrograman Web dengan PHP�?, PT. Elexmedia Komputindo, Jakarta.

2. Dalam memperlancar proses Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin ( KPDE ) telah mengidentifikasi dan menginventarisir sistim informasi yang bernilai strategis yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin, yang nantinya digunakan untuk mempelancar dan mempermudah
pengaksesasan data yang cepat, akurat, tepat dan Up To Date. Adapun sistim informasi yang telah dibeli dan digunakan Kantor Pengolahan Data, untuk Pemerintahan Kabupaten Merangin adalah sebagai berikut :

1

Simpeg ( Sistem Informasi Manajemen Pegawai )

Sistem Informasi Manajemen Pegawai merupakan program yang berguna untuk mendukung pengarsipan data-data bidang kepegawaian, saat ini Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin sejak bulan Januari sampai dengan Desember 2002 telah menghimpun ± 2.765 data pegawai di
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.

Terhitung tanggal 1 Juli 2003 kita menggunakan format baru dalam pengisian Simpeg, yaitu dengan menggunakan blangko formulir yang berorentasi kepada data PUPNS ( Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil ). Menindaklanjuti hal tersebut kami telah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk membuat Sotfware baru melalui Anggaran Proyek. Selain dari pada itu Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin telah melakukan pemasangan jaringan LAN ( Local Area Network ) bagi Simpeg, pada ruangan Bapak Bupati dan Ruangan Sekda yang nantinya dapat digunakan
untuk mengetahui data-data dibidang Kepegawaian sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan dan menentukan kebijakan di bidang kepegawaian.

Adapun kesulitan yang dihadapi dalam pengumpulan data Sistem Informasi Manajemen Pegawai adalah masih ada Dinas Instansi dan Bagian terkait yang kurang memperhatikan pentingnya pendataan pegawai dilingkungannya sehingga mempersulit pengecekan terhadap data seorang pegawai bila
sewaktu-waktu dibutuhkan.

2

Sim Biodata Pejabat

Sistim Informasi Biodata Pejabat berguna untuk mengetahui dan mempermudah mengakses data pejabata dari riwayat pekerjaan penjenjangan, pangkat semua ini penting bila suatu saat diperlukan oleh Bagian Kepegawaian dalam hal Promosi Jabatan dan Mengisi Jabatan – Jabatan yang belum terisi di Lingkungan Unit Kerja masing-masing Dinas Instansi dan Bagian sampai Priode 2003 mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2003 Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin telah mengakses ± 317 Data Pejabat dilingkungan Merangin.

Kesulitan yang dihadapi dalam pengumpulan Biodata Pejabat, masih adanya Dinas Instansi serta Bagian belum menyerahkan Biodata Pejabatanya kepada Kantor Pengolahan Data Elektronik, sehingga menyulitkan bagi kami untuk mengolahnya bila sewaktu-waktu untuk promosi jabatan.

3

Sim Gaji
Sistem Informasi Manajemen Gaji merupakan program aplikasi yang sangat penting dan berguna dalam mengakses data gaji bagi pegawai di Lingkungan Kabupaten Merangin sekaligus membantu meringankan beban bagi Keuangan dalam pembuatan daftar gaji, karena program ini membantu pemercepat proses penghitungan Gaji karena telah diprogram sedemikian rupa. Perlu disampaikan disini sampai dengan bulan Desember 2002 pembuatan Daftar Gaji di Bagian Keuangan masih di bantu oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Propinsi Jambi. Tapi dengan dibelinya program aplikasi sistem pengelolaan gaji pegawai Daerah pada bulan Oktober 2001 dengan mendatangkan instruktur untuk melatih staf-staf Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin. Agar terciptanya SDM yang baik. Pada awal Februari 2002 Data Gaji dapat dibuat oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin.

Sampai Desember 2003 telah masuk 4.717 Data Gaji Pegawai Daerah Kabupaten Merangin yang telah diolah oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin.

4

Sim Inventaris Barang
Sistem Informasi Manajemen Inventaris Barang digunakan untuk mempermudah pendataan aset daerah Kabupetan Merangin, mulai dari barang bergerak sampai barang tidak bergerak.Sistem Informasi suatu Sistem Informasi yang didapat dari kerja sama dan koordinasi dengan BPKP Propinsi Jambi. Adapun yang menjadi objek Inventarisasi Barang ialah Dinas
Instansi Badan Kantor, Bagian dan Sekolah Negeri milik Pemerintah. Tujuan dari inventarisir barang ialah untuk dapat mengetahui jumlah barang bergerak dan barang tak bergerak pada tiap Tahun Anggaran yang dibeli oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin.

5

Sim DPRD
Sistem Informasi Manajemen DPRD digunakan untuk mempermudah penginformasian data Anggota DPRD mulai data pribadi sampai dengan riwayat asal Parpol. Sampai saat ini Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Merangin sedikit mendapat kesulitan dalam mengakses data-data
Pimpinan dan Anggota DPRD mungkin dikarenakan kesibukan dan aktivitas yang padat para Anggota Dewan dalam menghadapi tugas, sehingga Biodata yang kami kirimkan belum sempat dibalas, ini menyulitkan kami dalam melaksanakan pengisian program ini.Untuk Tahun Anggaran 2004 kami merencanakan melakukan pendataan para anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang terpilih pada pemilihan pada tahun 2004, sehingga kepentingan pendataan bagi Anggota Legislatif dapat terpenuhi dengan baik.

6

Internet
Internet merupakan Sistem Informasi penting dalam penyampaian Informasi yang Up to Date, dalam mengantisipasi hal tersebut KPDE Kabupaten Merangin memandang perlu akan pentingnya pemakaian fasilitas seperti ini, untuk itu KPDE Merangin mengirimkan Staf-Staf KPDE yang mempunyai kemampuan untuk mengikuti pelatihan dan kursus yang berhubungan dengan Internet.Sebagai tindak lanjut dalam penerapan hasil pelatihan Internet terhitung mulai tanggal 23 Desember 2002 Kantor Pengolahan Data Elektronik telah memakai Fasilitas Internet dengan alamat e-mail : kpdemerangin@tekom.net.

 

 

3. MERANCANG STRATEGI SISTEM INFORMASI

Posted by mfauzi under IT
Richardus Eko Indrajit
Bagi perusahaan modern, memiliki strategi bisnis saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dewasa ini. Strategi bisnis yang biasa dituangkan dalam dokumen atau cetak biru Business Plan harus pula dilengkapi dengan strategi teknologi informasi atau I/T Strategy. Tujuannya jelas, yaitu untuk memanfaatkan secara optimum penggunaan teknologi informasi sebagai komponen utama sistem informasi perusahaan (sistem yang terdiri dari komponen-komponen untuk melakukan pengolahan data dan pengiriman informasi hasil pengolahan ke fungsi-fungsi organisasi terkait).


Mengapa strategi perlu dibuat? Pertama adalah karena sumber daya yang dimiliki perusahaan sangat terbatas, sehingga harus digunakan seoptimal mungkin. Kedua untuk meningkatkan daya saing atau kinerja perusahaan, karena para kompetitor memiliki sumber daya teknologi yang sama. Alasan ketiga adalah untuk memastikan bahwa asset teknologi informasi dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan profitabilitas perusahaan, baik berupa peningkatan pendapatan atau revenue maupun pengurangan biayabiaya atau costs. strong>Keempat adalah untuk mencegah terjadinya kelebihan investasi (over investment) atau kekurangan investasi (under investment) di bidang teknologi informasi. Dan alasan terakhir adalah untuk menjamin bahwa teknologi informasi yang direncanakan dan dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan bisnis perusahaan akan informasi.
merancang-strategi-sistem-informasi.jpg
Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan untuk menghasilkan sebuah I/T Strategy yang baik? Gambar di atas mengilustrasikan secara garis besar kerangka pembuatan sebuah strategi informasi bagi sebuah organisasi seperti perusahaan. Berikut adalah penjelasan-penjelasannya.

Output yang diinginkan adalah sebuah strategi yang mencakup tiga hal pokok:
Sistem Informasi – merupakan definisi secara jelas dan terperinci sehubungan dengan jenis-jenis informasi apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan hal-hal yang berkaitan dengannya (kecepatan proses pengolahan data menjadi informasi, tingkatan detil informasi, cara menampilkan informasi, volume dan transaksi informasi, penangung jawab informasi, dan lain sebagainya).
Teknologi Informasi – meliputi komponen-komponen perangkat keras (komputer, infrastruktur, alat komunikasi, dll.) dan perangkat lunak (aplikasi, sistem operasi, database, dll.) yang harus tersedia untuk menghasilkan sistem informasi yang telah didefinisikan.
Manajemen Informasi – menyangkut perangkat manusia (brainware) yang akan mengimplementasikan sistem informasi yang dibangun dan mengembangkan teknologi informasi sejalan dengan perkembangan perusahaan di masa mendatang.

Untuk setiap domain atau hal pokok di atas, akan dianalisa dan diusulkan beberapa skenario atau pilihan (options), dimana setiap skenario memiliki variabelnya masing-masing seperti biaya (costs), manfaat (benefits), resiko (risks), dampak (impacts), tingkat kesulitan (complexity), hambatan (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Beberapa skenario ini kemudian diajukan dalam rapat para pimpinan manajemen untuk dibahas secara mendetail dengan tujuan tunggal untuk memilih skenario terbaik. Jika pembuatan IT Strategy melibatkan pihak ketiga seperti konsultan misalnya, ada baiknya dimintakan pendapat obyektif mereka (rekomendasi). Setelah skenario terbaik berhasil ditentukan, maka langkah terakhir adalah membuat rencana implementasi yang didasarkan pada manajemen proyek (project management). Melihat bahwa akan terjadi pengembangan beberapa modul sistem, maka harus dibedakan proyek-proyek jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang ditentukan melalui analisa nilai kepentingan atau skala prioritas. Jadwal pengembangan proyek inilah yang akan menjadi pegangan dalam setiap pengembangan teknologi informasi di perusahaan.

Untuk menghasilkan output yang berkualitas dengan karakteristik di atas, berbagai hal harus dilakukan, menyangkut masukan (input) yang dibutuhkan oleh tim penyusun IT Strategy dan proses analisa yang harus dilakukan. Setidak-tidaknya harus ada lima input utama sebagai langkah awal penyusunan IT Strategy
1.Business Strategy
2.Business Trends
3.Competitor Analysis
4.I/T Trends
5.Existing I/T

Business Strategy merupakan dokumen yang harus dijadikan landasan berpijak utama dalam pembuatan I/T Strategy karena dalam dokumen tersebut disebutkan visi dan misi perusahaan beserta target kinerja masingmasing fungsi pada struktur organisasi. Di dalam dokumen ini pula ditegaskan peranan teknologi informasi yang sesuai dengan strategi perusahaan (ingat bahwa untuk setiap perusahaan sejenis, posisi teknologi informasi dapat berbeda), sehingga filosofi yang digunakan dalam pengembangan I/T Strategy harus sesuai dengannya.

Business Trends adalah segala hal yang berhubungan dengan kecenderungan pola-pola bisnis yang akan terjadi di masa mendatang sehubungan di sebuah industri tertentu. Contohnya dalam industri keuangan seperti bank, asuransi, dan sekuritas. Ada kecenderungan bahwa di masa depan, ketiga entiti bisnis yang biasa terpisah ini akan bergabung menjadi sebuah perusahaan keuangan multi fungsi di mana produkproduk dan jasa pelayanan yang diberikan dapat beragam. Contoh lain adalah di industri pariwisata yang melibatkan perusahaan-perusahaan transportasi (darat, laut, dan udara), hotel, lokasi wisata, taman-taman hiburan dan lain sebagainya. Saat ini, masing-masing perusahaan berada dalam jalur bisnisnya sendirisendiri, tetapi dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan fenomena pembentukan rekanan strategis (strategic alliances) antar beberapa perusahaan, kecenderungannya di masa depan akan terbentuk sebuah tipe perusahaan pelayanan yang memadukan servis-servis yang biasa dilakukan perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata tersebut. Hal-hal seperti di atas perlu dicermati dan dipelajari untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam jangka pendek, menengah, atau panjang yang dapat mempengaruhi infrastruktur teknologi informasi yang ada (karena adanya perubahan orientasi bisnis).

Competitor Analysis merupakan suatu aktivitas yang harus dilakukan mengingat bahwa pada dasarnya strategi itu dibuat karena adanya pesaing. Tujuan dari dikembangkannya teknologi informasi adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat menghasilkan produk atau jasa yang cheaper, better, dan faster dibandingkan dengan produk atau jasa yang dihasilkan kompetitor. Sehingga jelas bahwa tujuan diadakannya analisa terhadap para pesaing bisnis adalah untuk melihat seberapa murah, seberapa baik, dan
seberapa cepat produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan lain sehingga hal tersebut dapat menjadi patokan target perusahaan.

Tujuan dipelajarinya I/T Trend adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan teknologi yang diterapkan dan dikembangkan di perusahaan. Tidak semua produk-produk teknologi informasi tergolong baik. Dari sekian banyak produk yang ditawarkan, lebih banyak yang gagal bertahan di pasaran daripada yang berhasil. Perusahaan harus dapat melakukan pemilahan terhadap teknologi mana saja yang masih dalam tahap percobaan atau perkenalan (infancy/emerging), perkem-bangan (growth), stabil (mature), dan mulai ditinggalkan (facing out). Dan dari sekian banyak produk, mana pula yang kira-kira akan menjadi standar di masa mendatang. Di samping untuk tujuan tersebut di atas, melihat trend dalam perkembangan teknologi informasi berarti mempelajari kesempatan-kesempatan (opportunities) baru yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan di masa mendatang, baik dalam peningkatan revenue, penurunan costs, atau kemungkinan dikembangkannya bisnis baru.
Hal terakhir yang harus dipelajari adalah konfigurasi dan spesifikasi dari teknologi informasi yang dimiliki perusahaan saat ini (Existing I/T). Alasan utamanya adalah karena pada hakekatnya pengembangan teknologi informasi di masa mendatang dibangun di atas infrastruktur yang dimiliki saat ini (baseline), bukan membuat sesuatu yang sama sekali baru (paling tidak jika diputuskan untuk sama sekali tidak menggunakan infrastruktur yang ada sekarang, tetap saja diperlukan strategi untuk facing out).

Setelah mengetahui output dan input yang dibutuhkan, tahap selanjutnya adalah aspek-aspek yang harus dipelajari dan dianalisa sebagai dasar pijakan pembuatan rekomendasi stretegi yang cocok diterapkan. Secara garis besar, ada dua aspek utama yang harus dicermati: aspek internal dan aspek eksternal.

Di dalam aspek internal, ada empat hal utama yang harus dianalisa:
1.Struktur Organisasi – mempelajari fungsi-fungsi apa saja yang ada dalam organisasi dan bagaimana hubungan keterkaitan antara fungsi-fungsi tersebut;
2.Proses dan Prosedur – mempelajari bagaimana proses dan prosedur penciptaan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan secara mendetail;
3.SDM dan Budaya Perusahaan – mempelajari karakteristik manusia sebagai implementor sistem yang diterapkan perusahaan, terutama hal-hal yang melatarbelakangi terbentuknya budaya perusahaan; dan
4.Sumber Daya dan Infrastruktur Perusahaan – mempelajari sumber daya-sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti asset, keuangan, manusia, informasi, waktu, dan lain sebagainya.

Mempelajari faktor-faktor internal ini sangat perlu dilakukan karena pada kenyataannya setiap perusahaan memiliki keunikan tersendiri, yang membedakannya dengan perusahaan lain. Harap diperhatikan bahwa pada dasarnya strategi adalah bagaimana meutilisasikan sumber daya-sumber daya yang dimiliki perusahaan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan produk atau jasa sesuai dengan target yang diinginkan. Di dalam aspek eksternal, ada dua faktor yang harus dipelajari:
Produk dan Jasa (Pelayanan), yang merupakan alasan mengapa sebuah perusahaan didirikan, karena dari penjualan produk dan jasa inilah pendapatan diperoleh untuk mendapatkan profit atau keuntungan.
Pasar dan Pelanggan, yang merupakan kumpulan dari para calon pembeli produk atau jasa yang ditawarkan tersebut di atas.

Aspek eksternal ini pun mutlak dipelajari karena tanpa ada produk dan jasa yang laku dijual di pasaran, perusahaan akan merugi dan jatuh bangkrut. Apa gunanya memiliki teknologi informasi yang canggih namun tidak ada orang yang berminat membeli produk atau jasa tersebut? Di pihak lain, banyak sekali hal yang telah terbukti bahwa keterlibatan teknologi informasi memungkinkan terciptanya produk-produk atau jasa-jasa baru yang dapat ditawarkan perusahaan atau memperbaiki produk atau jasa yang sudah ada. Tidak tertutup ada kemungkinan bahwa teknologi informasi dapat mempengaruhi pasar dan pelanggan.

Mengapa kedua aspek di atas harus dipelajari sehubungan dengan penyusunan I/T Strategy? Kalau diamati lebih jauh, hanya komponen-komponen yang berada di dalam aspek internal saja yang dapat dikontrol oleh perusahaan karena semuanya merupakan milik perusahaan. Sementara di lain pihak, komponen-komponen pada aspek eksternal berada di luar kendali perusahaan, sehingga perusahaan hanya dapat bertindak secara pasif dan adaptif (dengan asumsi bahwa tidak ada praktek monopoli). Namun dilemanya, justru aspek eksternal-lah yang belakangan ini menjadi sedemikian kuatnya, sehingga merupakan sumber mati hidupnya perusahaan (ingat istilah-istilah seperti market driven, customer oriented, customer is a king, service quality, dan lain sebagainya). Sehingga, harus diperlukan strategi khusus untuk dapat mengantisipasi setiap pergerakan dinamis yang mungkin terjadi pada komponen-komponen eksternal. Hal kedua yang patut dipelajari adalah bahwa perubahan pada komponen luar akan merubah komponen-komponen internal baik secara langsung maupun tidak langsung, karena sebagai komponen internal, teknologi informasi harus mampu mengantisipasi perubahan tersebut.

Pada akhirnya semua strategi yang ada harus diimplementasikan, bukan hanya dijadikan seketar mimpi yang dapat terwujud dapat juga tidak. Untuk keperluan ini, harus ditunjuk seseorang yang bertanggung jawab atas implementasi semua rencana tersebut. Untuk perusahaan besar, biasanya akan ditunjuk seorang CIO (Chief Information Officer). Selanjutnya CIO ini akan memilih orang-orang terbaik sebagai anggota team pengembangan teknologi informasi. Sebelum team ini bekerja berdasarkan cetak biru yang telah dibuat, terlebih dahulu CIO harus menjelaskan visi dan misi team tersebut, beserta target-target dan ukuran kinerja (performance) yang ingin dicapai. Selanjutnya CIO tersebut akan mengundang para manajer menghadiri suatu sesi dimana CIO akan mempresentasikan rencana-rencananya untuk memperoleh dukungan. Terhitung mulai saat itu, dimulailah perjalanan implementasi teknologi informasi di perusahaan

4. MENJADIKAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN SEBAGAI IMPLEMENTASI
E-GOVERNMENT DALAM PELAYANAN BKN DI BIDANG KEPEGAWAIAN

Oleh Dra. Masni Rani Mochtar MSi
Deputi Bidang Informasi Kepegawaian

I. LATAR BELAKANG

Untuk mewujudkan Pemerintah yang baik, perlu diawali dengan “Reformasi Kepegawaian”. Reformasi kepegawaian mencakup kelembagaan, ketatalaksanaan dan Pegawai Negeri yang merupakan public personnel . Dibidang Kepegawaian harus dimulai dari perencanaan, recruitment dan seleksi, pendidikan dan latihan, penempatan, mutasi dan promosi, gaji dan kesejahteraan sampai jaminan sosial hari tua , yang semuanya ini harus terintegrasi dalam satu sistem manajemen kepegawaian. Untuk membangun sistem manajemen kepegawaian diperlukan data Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akurat dan lengkap yang dapat menjawab tantangan diatas. Untuk memperoleh data PNS yang terkini, Badan Kepegawaian Negara telah melaksanakn Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) tahun 2003 yang lalu. Hasil PUPNS ini dijadikan Benchmark dalam membangun database kepegawaian.

Dari hasil PUPNS diperoleh jumlah PNS 3.648.005 orang. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan yang selama ini selalu dikatakan 4 juta orang, angka ini sangat beralasan karena setiap tahun tidak kurang dari Rp 3,2 triliun belanja pegawai disetor kembali ke KPKN, dan dari hasil PUPNS tersebut diperoleh 341.000 orang PNS yang status kepegawaiannya tidak jelas, hal ini mengambarkan berapa buruknya administrasi kepegawaian yang ada, PNS yang sudah pensiun, meninggal atau berhenti data kepegawainya tidak diperbaharui. Data PNS tidak up-todate, sehingga jumlah PNS tidak diketahui secara pasti, dan data yang ada saling berbeda, pemutakhiran data tidak berjalan sebagaimana mestinya, baik di instansi, maupun Pemerintah daerah.

Disamping itu ditemukan pula PNS yang punya NIP ganda, ataupun satu NIP dipakai lebih dari satu orang PNS, dan ada pula yang menggunakan NIP dari PNS yang sudah pensiun. permasalahan ini tentu menjadi fatal karena baru diketahui disaat salah satu dari yang bersangkutan akan pensiun, dan tentu ini hal ini akan sangat merugikan keuangan negara. Permasalahan lainnya seperti pemberian NIP, nota pertimbangan untuk mutasi kepegawaian seperti kenaikan pangkat, pensiun masih manual, sehingga sering terjadi pemberian NIP ganda, nomor pertimbangan ganda atau salah, pengetikan nama yang salah dan tanggal lahir salah dan tidak jarang terjadi PNS yang sedang menjalani hukuman disipilin tetap promosi ataupun naik pangkat ataupun PNS yang diberhentikan dengan tidak hormat, diangkat menjadi CPNS kembali, pada hal ini bertentangan dengan peraturan kepegawaian yang berlaku. Satu hal yang sangat mendasar bahwa selama ini terjadi perbedaan data antara BKN dengan para Stakeholder , pada hal objek dari operasionalnya adalah satu yaitu PNS, yang berakibat pemborosan anggaran, seperti duplikasi data karena masing-masing instansi memilki data kepegawaian yang semestinya dapat dihindari apabila setiap instansi ataupun Pemerintah daerah terintegrasi dalam satu sistem informasi kepegawain nasional .

Untuk mengatasi permasalahan diatas BKN sejak tahun 2003 sudah membuat grand desaign arsitektur Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Republik Indonesia atau yang disingkat (SIMKRI new). Sistem ini merupakan implementasi E-Government dalam pelayanan BKN di bidang kepegawaian secara transparan dan objektif.

<!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

II. TUJUAN

a. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang handal dan terintegrasi secara nasional dapat menjawab berbagai informasi tentang PNS yang dibutuhkan oleh para pengambil kebijakkan untuk perencanaan, pengembangan dan kesejahteraan PNS.

b. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dapat menjamin penyelenggaraan kebijakkan di bidang manajemen kepegawaian baik secara organisasional, wilayah maupun nasional dan pada gilirannya menjadi perekat bangsa dalam NKRI.

c. Mewujudkan data PNS yang akurat disetiap instansi baik di Pusat maupun daerah yang terintegrasi secara nasional dan untuk bahan dalam penyusunan standar kompetensi dan klasifikasi jabatan

d. Meningkatkan pelayanan dibidang kepegawaian secara transparan dan objektif sehingga setiap PNS dapat dengan mudah mendapatkan informasi tetang kepegawaian.

e. Mengwujudkan identitas tunggal (multi guna), kartu pegawai elektronik dalam bentuk smart card yang mendukung meningkatan mutu, pelayanan kepegawaian dan kesejahteraan PNS secara nasional

III. LAYANAN UMUM

Untuk mensosilisasikan sistem informasi manajemen kepegawaian, BKN telah membangun situs di internet dengan address: http:/ www.bkn.go.id. Situs ini merupakan gate way untuk masuk ke BKN, sehingga memudahkan pencarian informasi tentang kepegawaian dan bila membutuhkan informasi tingkat regional dapat lansung tersambung ke situs regional karena telah disediakan connecting untuk dapat berhubungan lansung dengan sembilan kantor regional BKN di daerah. Disamping itu situs ini memuat berbagai informasi, antara lain semua perundang-undangan dan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian, data statistik PNS dan tata cara pelayanan dibidang kepegawaian . Disamping itu situs ini menyediakan fasilitas untuk question and answer dan seluruh pertanyaan yang masuk akan dijawab oleh dewan redaksi paling lambat dalam 5 hari kerja.

IV. PEMBANGUNAN SISTEM APLIKASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK)

Untuk meningkatkan pelayanan di bidang kepegawaian BKN sudah membangun program aplikasi komputer, dengan sistem ini pelayanan akan lebih cepat, transparan, dan efisien. Fasilitas akses akan disediakan untuk seluruh Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah daerah Propinsi/Kabupaten/Kota ataupun Biro Kepegawaian Instansi Pusat. Seluruh sistem aplikasi ini terintegrasi satu dengan lainnya, dan sistem ini menyediakan fasilitas untuk para eksekutif di pemerintahan yang memerlukan informasi PNSantara lain profile PNS menurut golongan ataupun pendidikan ataupun fasilitas untuk proses kenaikan pangkat, penetapan NIP, maupun untuk pensiun yang lansung dapat mencetak nota pertimbangan, ataupun Surat Kep[utusan sehingga dapat menghindari kesalahan ketik yang selama ini sering terjadi karena datadasar lansung diambil dari database. Jenis aplikasi dalam pelayanan kepegawaian ini adalah sebagai berikut:

i. Program aplikasi untuk menghitung kebutuhan PNS sesuai dengan formasi dan kopetensi yang diperlukan. Dengan sistem ini diharapkan kedepan dapat mengevaluasi usulan formasi yang disampaikan para Pejabat Pembina Kepegawaian atau bahkan dengan tersedianya data yang akurat maka kebutuhan riel untuk tiap jabatan dapat diketahui secara pasti, sehingga formasi yang diperlukan itu dapat dipenuhi.

ii. Program aplikasi untuk penetapan NIP, dirancang secara otomatis yang lansung dicreate oleh komputer (seperti PIN pada kartu kredit), sehingga dapat mengihindari kesalahan pemberian NIP ganda dan disamping itu sistem program melakukan validasi dengan hasil seleksi kelulusan CPNS sehingga keabsahan CPNS yang ditetapkan NIP dapat dipertanggung jawabkan. Sistem ini juga dihubungkan dengan sistem pengawasan dan pengendalian, sehingga PNS yang dapat hukuman disiplin berat tidak dapat diangkat kembali menjadi CPNS

iii. Program aplikasi untuk kenaikan pangkat. Sistem ini menyediakan fasiltas untuk download data PNS yang akan naik pangkat pada periode April dan Oktober, sehingga unit organisasi sudah dapat mempersiapkan berkas lebih awal. Dengan sistem ini nota pertibangan kenaikan pangkat akan selesai tepat waktu sesuai dengan priode kenaikan pangkat PNS yang bersangkutan. Disamping untuk mempersingkat waktu penyelesaian nota pertimbangan Kenaikan Pangkat, sistem ini ditujukan pula untuk mengindari kesalahan duplikasi dalam penetapan nota pertimbangan itu sendiri dan sistem program ini dihubungkan pula dengan sistem pengawasan dan pengendalian pegawai, sehingga PNS yang sedang menjalankan hukuman disiplin tidak dapat naik pangkat.

iv. Program aplikasi untuk nota pertimbangan pensiun. Sistem ini menyediakan fasilitas untuk download data PNS yang akan pensiun selama periode satu tahun kedepan , sehingga PNS pada unit organisasi sudah dapat mempersiapkan berkas lebih awal. Dengan sistem ini nota pertibangan pensiun akan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan TMT pensiun PNS yang bersangkutan. Disamping untuk mempersingkat waktu penyelesaian nota pertimbangan pensiun , sistem ini ditujukan pula untuk mengindari kesalahan duplikasi dalam penetapan nota pertimbangan itu sendiri dan sistem program ini dihubungkan pula dengan sistem pengawasan dan pengendalian pegawai, sehingga PNS yang menggunakan NIP PNS yang sudah pensiun tidak dapat ditetapkan lagi nota pertimbangan pensiun untuk PNS lainnya . PNS yang sudah ditetapkan nota pertimbangan pensiun secara otomatis masuk dalam database PNS pensiun.

v. Program Aplikasi untuk mutasi kepegawaian lainnya, seperti peningkatan pendidikkan, baik pendidikan formal, penjenjangan maupun teknis, pindah wilayah kerja, peningkatan jabatan, mutasi keluarga, dan mutasi lainnya. Aplikasi ini merupakan program updating untuk peremajaan data PNS dari waktu ke waktu.

vi. Sistem Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian, bertujuan untuk mengevaluasi penyimpangan administrasi yang terjadi di bidang kepegawaian, seperti penyalahgunaan NIP, pengangkatan dalam jabatan menyalahi peraturan kepegawaian, hukuman disipilin PNS, penyimpangan dalam pengangkatan CPNS dan sebagainya. Disamping itu sistem ini dapat pula mengevaluasi tindak lanjut dari penyelesaian masalah di bidang kepegawaian.

vii. Program aplikasi untuk konversi NIP dalam rangka pembangunan Single ID number PNS yang multiguna, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dari segi anggaran, karena satu identitas dapat berfungsi multiguna. Aplikasi ini akan mencetak kartu pegawai elektronik atau yang dikenal dengan smart card untuk meningkatkan pelayanan kesejahteraan PNS, yang manfaatnya antara lain untuk meningkatkan mutu pelayanan, antara lain untuk pembayaran gaji PNS melalui ATM , ASKES, Taspen, dan Bapertarum.

viii. rogram aplikasi untuk penataan dokumen PNS menggunakan Office Automation System (OAS), aplikasi perkantoran ini dikembangkan untuk mendukung sistem administrasi manajemen tata naskah kepegawaian secara elektronik. Tatanaskah PNS yang harus tersimpan dalam hard copy dalam takah, terdokumentasi dengan baik, sehingga dengan mudah dapat diperolah bila diperlukan. Disamping itu untuk dokumen PNS yang tidak merupakan dokumen otentik direkam dalam media elektronik, dan bila sewaktu-waktu diperlukan dapat di cetak ulang.

 

5. Program Aplikasi Komputer Sistem Informasi Manajemen Daerah

Latar Belakang
Pemerintah Daerah pada saat ini telah dituntut untuk bisa menghasilkan Laporan Pertanggungjawaban yang memiliki nilai akuntabilitas dan transparansi yang tinggi. Untuk dapat menghasilkan LPJ tersebut tentunya memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, disertai dengan pembelajaran terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah daerah agar dapat memahami dan melaksanakan sistem yang baru dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah (SAKD).


BPKP, dalam hal ini Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah, telah menghasilkan banyak produk yang dapat digunakan Pemda dalam membenahi manajemen pemerintahan, terutama manajemen keuangan daerah.


Produk-produk yang telah dihasilkan BPKP berupa buku manual tuntunan atau pedoman SAKD, penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja, Sistem Aplikasi Komputer SAKD yang bersifat bridging dan Sistem Informasi Manajemen Aset. Produk-produk tersebut telah sangat banyak membantu Pemerintah Daerah didalam membuat/menyusun laporan keuangan, terutama menyusun Neraca Pemerintahan Daerah yang pertama kali (Neraca Awal) dan pembenahan manajemen aset atau barang milik/kekayaan daerah.


Program Aplikasi Komputer SIMDA


BPKP tidak cepat berpuas diri, tetapi tertantang untuk terus mengembangkan teknologi informasi yang berhubungan erat dengan pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah karena disadari sepenuhnya bahwa perubahan dari metode pencatatan single entry yang dilakukan selama ini (manual) ke metode pencatatan double entry memerlukan sistem pencatatan dan pembukuan yang lebih kompleks sehingga tidak dapat dihindarkan lagi adanya penggunaan program aplikasi komputer untuk mempermudah kegiatan di bidang pembukuan yang akhirnya dapat menyajikan laporan-laporan yang diperlukan tepat waktu dan lebih akurat.


BPKP telah membangun Database Management System (DBMS) yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk:

  • Merangkai informasi yang ada di daerah, baik yang berkaitan dengan keuangan maupun non keuangan
  • Mengolah informasi tersebut dengan software aplikasi menjadi bentuk informasi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku/kebutuhan Pemda.

Gambaran Umum Database Management System (DBMS)

Grand Design Database Management System

Pola Hubungan Sistem yang Dikembangkan

Pola Hubungan Sistem Yang Dikembangkan Tahap pengembangan Program Aplikasi Komputer SIMDA adalah sebagai berikut:

  1. Tahap I
    Mengembangkan Sistem Keuangan Daerah
  2. Tahap II
    Mengembangkan Sistem Informasi Aparatur Daerah yang terhubung dengan Sistem Keuangan Daerah dan Meng identifikkasi Data-Data Umum yang dapat digunakan oleh seluruh Sistem.
  3. Tahap III
    Mengembangkan Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Publik dihubungkan dengan AKIP daerah dan dengan Sistem Informasi yang telah dibuat sebelumnya.


Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Daerah

Laporan Pertanggungjawaban Daerah
Dengan menggunakan Sistem Aplikasi Keuangan Daerah Terintegrasi maka kelebihan dan kemudahan yang diperoleh Pemerintah Daerah adalah:

  1. Database terpadu, tidak perlu input berulang-ulang untuk data yang sama
  2. Data yang masuk akan ter cek dan recek secara otomatis (validasi data terjamin)
  3. Dapat menghasilkan output formulir-formulir sebagai berikut:

    • Anggaran: RASK, DASK, RAPBD, APBD dan perubahannya
    • Perbendaharaan, seperti: SPM, PPKT, Register-register
    • Pembukuan: Jurnal, Buku Besar, Sub Buku Besar
    • Laporan Keuangan: Neraca, LRA, LAK
    • Laporan Intern: Harian, Mingguan, Triwulanan
    • Pengelolaan BM/KD: KIR, KIB (A,B,C,D), Buku Inventaris, dan Laporan Mutasi Barang
  4. Sistem secara keseluruhan terbangun, bukan bridging makuda ke sistem baru (SAKD
  5. Fleksibel, dapat menghasilkan informasi sesuai dengan kebutuhan:

    • Output dapat disesuaikan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku
    • Output dapat disajikan berdasarkan kebutuhan manajemen pemerintah daerah untuk mengambil keputusan/kebijakan.

Produk-produk Aplikasi Komputer lain yang telah dihasilkan, antara lain:

  1. Program Aplikasi Keuangan Daerah (SQL Server)
  2. Program Aplikasi Penyusunan Anggaran (Access)
  3. Program Aplikasi Ekspor Impor
  4. Manual Sistem Keuangan Daerah
  5. Kamus Data Program Aplikasi
  6. Standard Operating Procedure Aplikasi

Saat ini Program Aplikasi Komputer SIMDA telah dilindungi oleh Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Perlindungan Ciptaan di Bidang Ilmu Pengetahuan, Seni dan Sastra (tidak melindungi Hak Kekayaan Intelektual lainnya) sesuai Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 024447 tanggal 14 November 2003.


Beberapa Pemerintah Daerah yang telah mengimplementasikan Program Aplikasi SIMDA, antara lain:

  1. Pemerintah Provinsi Gorontalo
  2. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
  3. Pemerintah Kabupaten Gorontalo
  4. Pemerintah Kabupaten Kupang
  5. Pemerintah Kabupaten Buleleng
  6. Pemerintah Kabupaten Barito Utara
  7. Pemerintah Kabupaten Karawang
  8. Pemerintah Kabupaten Lebak
  9. Pemerintah Kota Pematang Siantar

Produk-produk Lain yang Dikembangkan Oleh Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah

Tahun 2001

  1. Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) Edisi I (Pokja IV Evaluasi Pembiayaan & Informasi Keuangan Daerah, Tim Evaluasi dan Percepatan Pelaksanaan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah KMK No. 355/KMK.07/2001, Buku I-IV)
  2. Pedoman Audit Dana Kontinjensi (Buku I-II)

Tahun 2002

  1. Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) Edisi II (Pokja IV Evaluasi Pembiayaan & Informasi Keuangan Daerah, Tim Evaluasi dan Percepatan Pelaksanaan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah KMK No. 355/KMK.07/2001, Buku I-IV)
  2. Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD)(Buku V)
  3. Modul SAKD
  4. Pedoman Audit DAU
  5. Pedoman Penyusunan APBD Berbasis Kinerja
  6. Pedoman Inventarisasi BM/KD

Tahun 2003

  1. Pedoman Inventarisasi BM/KN (BKKBN)
  2. Aplikasi Komputer SIMDA (Lima Buku)
  3. Pedoman Audit Keuangan Atas Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah
  4. Modul Pelatihan ABK
  5. Pedoman Audit Optimalisasi Gedung Kantor Milik Negara

Tahun 2004

  1. Pedoman Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah
  2. Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal
  3. Pedoman Audit APBD

Pemeliharaan


BPKP adalah lembaga pemerintah yang memiliki perwakilan di hampir setiap provinsi di seluruh Indonesia, sehingga kami siap memberikan jaminan atas program komputer sebagai visi dan misi kami.
Oleh karena itu, BPKP siap membantu untuk memberikan asistensi penerapan sistem aplikasi yang baru ini dan memberikan bimbingan teknis kepada aparat Pemda yang telah mengikat MoU dengan BPKP.
Bagi daerah-daerah lain yang belum mengikat MoU, BPKP juga menyiapkan diri untuk melakukan MoU dalam rangka penerapan sistem yang baru ini.
Upaya-upaya yang telah dilakukan BPKP ini merupakan komitmen BPKP dalam rangka turut serta menyukseskan otonomi daerah, sesuai visi BPKP sebagai katalisator didalam pembaharuan manajemen pemerintahan.

Sumber : http://www.bpkp.go.id/index.php?idunit=19&idpage=653

Thursday January 18, 2007 – 09:09am (ICT)

 

Sistem Operasi

November 23, 2007

1.Sistem Operasi

Aktifitas Sekarang

Aktifitas sehari-hari saya antara lain Maintenance Server dan Jaringan Internet Jurusan Teknik Elektro dan Magister Teknologi Informasi UGM. Server-server yang saat ini saya maintenance sekitar 17 buah Server terdiri dari 9 buah Dedicated Server (Server HP Proliant dan IBM yang umumnya menggunakan processor Intel Xeon) dan 8 PC Server/Router (setara Pentium III dan IV). Selain maintenance server-server diatas, saya juga harus maintenance 4 buah Cisco Catalyst, satu Multilayer Switch Catalyst 3550 yang digunakan sebagai Distribution Switch (Routing dan Filtering Inter-VLAN enable), dan 3 buah Catalyst seri 2950 sebagai Access Switch (VLAN implemented).
Selain Server-server dan Catalyst, saya juga maintenance Wireless Network yang terdiri dari 9 buah Access Point yang tersebar di setiap Lantai Gedung Jurusan Teknik Elektro UGM.

Skema jaringan Jurusan Teknik Elektro existing saat ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini
(klik pada gambar untuk memperbesar) :

Sistem Operasi yang saya gunakan pada server-server dan router/firewall kira-kira 80% menggunakan Sistem Operasi FreeBSD, sisanya menggunakan Sistem Operasi Linux (Debian, RedHat dan Mandrake). Aplikasi Layanan jaringan yang terpasang dan aktif antara lain: proxy server, mail server, webserver, ftp server, NIS/NFS, MapServer, File Server (SAMBA), database server dll.

Beberapa situs di server-server TE yang dapat diakses dari Internet antara lain website Jurusan Teknik Elektro, MTI , MTInst, S2, Student, Papirus/Elearning, Personal, Nightlogin, Digilib, MediaElektro, Cisco Network Academy, SIA, DisasterInfo, registrasi dll

Mengajar

Di Program Magister Teknologi Informasi, selain menjadi administrator, saya juga ditugaskan memberikan Praktikum Keamanan Sistem dan Jaringan Komputer (dulu dinamai Keamanan Sistem Informasi). Praktikum ini merupakan salah satu penunjang Mata Kuliah Keamanan Sistem dan Jaringan Komputer, yang umumnya berkutat di teori Keamanan Sistem Dan Jaringan seperti prinsip prinsip keamanan, teknologi kriptografi, VPN, dst.
Pada praktikum akan dijelaskan, didemokan dan dipraktekkan beragam tools keamanan sistem dan jaringan seperti penggunaan kriptografi (pada web, email, PGP, Otentikasi), penggunaan tools audit keamanan jaringan (seperti sniffing tools, scanner tools), cracker tools, penggunaan wardriving tools untuk wireless, IDS & IPS, Firewall, VPN dan yang tidak kalah penting masing-masing cara mengatasi dan mengantisipasi serangan serangan para hacker/cracker.
Selain mengajar praktikum, saya juga memberikan beberapa topik Workshop dibidang Teknologi Informasi seperti Linux Fundamental, Linux Networking, Network Security dan aplikasi spesifik lainnya.

Pada Cisco Network Academy Teknik Elektro UGM saya juga bertugas sebagai instruktur memberikan materi dari CNAP.

Konsultan dan Trainer pada RootBrain IT Consulting

Saya juga bekerja sebagai konsultan pada RootBrain IT Consulting. Selain sebagai konsultan, saya juga menjadi trainer pada perusahaan tersebut. Beberapa materi yang saya berikan adalah topik-topik seperti Networking, Linux Fundamental, Administrasi Linux, Wireless Network, Security Network and System, Program persiapan sertifikasi IT proffesional serta masih banyak lagi. Beberapa detil topik dapat di lihat disini.

Instruktur Tamu

Saya juga memberikan materi pada berbagai training center seperi INIXINDO JOGJA dan FasNET UGM. Materi yang pernah saya berikan adalah Cisco Certified Design Assosiate (CCDA), Cisco Certified Network Assosiate (CCNA), Network Security & System Administration, Linux Networking Advanced.

Auditor Sistem Informasi Universitas Gadjah Mada

Sejak tanggal 1 November 2006 hingga sekarang, saya diberikan tugas oleh Rektor melalui SKnya menjadi salah satu Auditor Sistem Informasi Universitas Gadjah Mada. Di SK tersebut posisi saya sebagai Pakar Jaringan Informasi diharapkan dapat melakukan audit terhadap jaringan infrastruktur komputer yang ada di UGM, dari unit-unit (Fakultas/Pusat Studi) hingga Pusat TIK (PPTIK). Persoalan yang dihadapi umumnya oleh Unit Unit di UGM diantaranya adalah SDM, Standart Infrastruktur, Kebijakan Policy yang kurang jelas baik dari management maupun teknis, dan masih banyak lainnya.

Diskusi TI

Disela-sela kesibukan diatas saya juga sering memberikan konsultasi kepada rekan rekan admin di Unit Unit khususnya di UGM, maupun Organisasi lain yang membutuhkan. Umumnya komunikasi secara online via Email, Messanger (conference) dan sesekali bertemu secara langsung

2.Apa Itu PDA ?

PDA” (Personal Digital Assistant) pertama kali dikenalkan untuk menggantikan organizer konvensional (agenda). Dimana dulu orang menggunakan agenda untuk mencatat semua jadwal aktivitas, nomor telepon, atau untuk membantunya dalam mengingatkan hal-hal yang penting baginya. Tetapi dengan bertambah pesatnya perkembangan teknologi komputer. Dengan ditemukan dan diperkenalkannya organizer elektronik atau yang sering disebut juga dengan PDA (Personal Digital Assistant), maka orang-orang sekarang mulai menggantikan organizer konvensional tersebut dengan PDA untuk membantunya dalam aktivitas sehari-hari. Tetapi dalam perkembangannya, perusahaan pembuat PDA tersebut memperbaiki kemampuan PDAnya. Dari segi software (sistem operasi maupun aplikasinya) dan segi hardware (kecepatan prosesor, layar berwarna, memori yang besar) juga dari segi bentuk fisik yang semakin kecil. Selain itu sekarang PDA juga telah ditambah berbagai fasilitas yang menarik seperti kemampuan untuk membuat jaringan tanpa kabel (wireless), kemampuan untuk berfungsi sebagai telepon selular, maupun sebagai kamera digital. Dilihat dari kemampuan yang sangat luas dari sebuah PDA maka tidak menutup kemungkinan PDA akan menggantikan posisi notebook yang sangat besar dalam melakukan pekerjaan yang memerlukan komputer tetapi selalu berpindah-pindah (mobile).

Pendahuluan

Perencanaan agenda dan waktu yang ditulis pada kertas sudah kuno. Alternatifnya adalah organizer elektronik yang sering disebut dengan PDA (Personal Digital Assistant). Memang perlu waktu bila anda ingin memasukkan sebuah janji ke dalam PDA. Tetapi bila anda ingin mengubahnya, maka PDA akan menunjukkan kelebihannya. Pengelolaan data yang besar dapat dilakukan oleh PDA tanpa masalah, dnegan adanya fungsi pencarian dan penyortiran secara alfabetis. Sehingga alamat atau janji yang dicari dapat dengan cepat ditemukan. Itu merupakan aplikasi dasar dari sebuah PDA, yang dapat ditemukan pada semua jenis PDA. Selain fungsi-fungsi dasar untuk mencatat agenda. PDA juga dapat dimasukkan program tambahan lain yang dapat memperkaya kemampuan PDA itu sendiri, sehingga PDA dapat berubah menjadi sebuah MP3 player, untuk bermain GAMES, untuk browsing Internet/Chatting, untuk melihat buku elektronik (e-book), kamera digital, atau pun melihat posisi anda sekarang pada peta dengan adanya tambahan GPS.

Di pasaran PDA terdapat beragam jenis sistem yang digunakan pada PDA. Dimana ada PDA dengan input keyboard atau dengan input tulisan tangan. PDA dengan metode input keyboard biasanya mempunyai dimensi fisik lebih besar dibandingkan dengan PDA yang menggunakan metode input tulisan tangan. Selain itu PDA juga menggunakan beragam jenis Sistem Operasi, antara lain Palm, Psion, EPOC (Symbian), Windows CE, dan sistem operasi yang dibuat khusus (sistem operasi proprietary). Dalam seminar ini, hanya memfokuskan pada PDA yang paling banyak digunakan dan beredar dipasaran, yaitu Palm dan Windows CE (Pocket PC).

pda1.JPG

Sejarah PDA

PDA pertama kali diperkenalkan oleh Psion, dengan Psion 11. Psion 1 dapat menyimpan alamat dan nomor telepon, mempunyai kalendar, jam dan kalkulator. Kemudian Apple dengan Apple Newton Message Pad di awal tahun 19932. Walau masih cukup besar dan kurang pas ditangan, ia merupakan perintis era PDA. Tetapi dalam perkembangannya Apple Newton tidak sukses dipasaran, sampai akhirnya pada tahun 1996, U.S. Robotic memperkenalkan Palm Pilot yang dalam waktu yang singkat dapat menguasai pasaran. 3 Konsep dari Palm Pilot yang kecil, ringan dan sistem operasi yang tidak membutuhkan banyak resource dan mudah digunakan menjadi salah satu faktor keberhasilannya dalam menarik hari pemakainya. Selain itu Psion juga tidak kalah dengan sistem operasi yang bagus (EPOC, sekarang Symbian) dan mempunyai fungsi lebih dibandingkan Palm Pilot yang hanya difokuskan pada penggunaan agenda. Pada Psion pengguna dapat menginput data selama diperjalanan dengan aplikasi pengganti Office. Dan dengan tampilan dan fungsi mirip Windows sehingga pengguna dapat dengan cepat menguasainya. Microsoft pun tidak mau kalah dengan mengeluarkan sistem operasi Windows CE sebagai sistem operasi PDA-nya. Pada Windows CE ini tidak hanya ada satu produsen yang memakai OS Windows CE, melainkan ada banyak. Pada Windows CE juga terbagi atas dua jenis yaitu Windows CE versi handheld yang memiliki keyboard dan input tulisan tangan dilayar. Dan Windows CE versi Pocket PC (dulu disebut dengan Palm PC kemudian Palmsize PC) yang hanya memiliki input tulisan tangan dilayar. Dari semua jenis sistem operasi yang digunakan di PDA, pada sistem operasi Windows CE-lah yang memerlukan lebih banyak memori dan prosesor yang lebih cepat. Karena konsep yang diterapkan oleh Microsoft dalam membuat PDA merupakan miniatur dari PC. Sehingga Windows CE mempunyai fungsi hampir sama seperti kemampuan sebuah PC. Dimana pada Windows CE disertai juga aplikasi Pocket Office seperti Word, Excel, Outlook, Internet Explorer dan sebagainya.

Mengapa Memerlukan PDA ?

PDA dapat sangat berguna untuk :

  • untuk menyimpan banyak alamat dan nomor telepon

  • untuk menyimpan banyak jadwal dan pertemuan, agar supaya tetap pada jadwal

  • menghabiskan waktu lebih banyak jauh dari komputer desktop/notebook, tetapi tetap memerlukan informasi yang tersimpan pada komputer

  • memerlukan untuk pengecekan e-mail atau pengaksesan ke internet, ketika sedang berpergian

Dapatkah PDA bekerja sama dengan komputer desktop atau notebook?4

PDA didesain untuk bekerja dengan komputer desktop atau notebook dan untuk membuat informasi komputer anda menjadi portabel. Komunikasi antara komputer PC dan PDA disebut sinkronisasi. Biasanya dilakukan melalui port serial atau USB. Banyak PDA juga dapat melakukan komunikasi melalui port Infrared (IrDA) atau melalui internet (modem).

Perbandingan antara PDA dan notebook

Kelebihan PDA dibandingkan dengan notebook

  • PDA lebih ringan

  • Waktu pemakaian baterai PDA lebih lama, karena daya yang lebih kecil

  • Dapat langsung dipakai, setelah dinyalakan tanpa menunggu “boot”

  • Lebih mudah dipakai, karena fungsi-fungsinya spesifik

Kekurangan PDA dibandingkan dengan notebook

  • Tidak dapat menjalankan aplikasi buat komputer PC

  • Kapasistas memory yang kecil

  • Tidak mampu mengerjakan pekerjaan yang berat

Sistem Operasi Apa yang Terbaik bagi PDA?5

Setiap sistem operasi mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri. Sistem operasi Palm adalah pemegang pangsa pasar terbesar. Sehingga banyak software yang ditulis untuk Palm. Tetapi developer bekerja untuk membuat software untuk Pocket PC juga. Sistem operasi Palm memerlukan memory lebih sedikit dan bekerja lebih cepat, dan pengguna lebih mudah menggunakannya. Tetapi PocketPC selalu mendukung tampilan berwarna, grafik, paket standar Windows (seperti Word,Excel), kemampuan MP3 yang terintegrasi. Pocket PC memerlukan memory yang lebih besar, lebih lambat, dan pengguna banyak mengatakan lebih rumit.

Dapatkah PDA terkena Virus?

Beberapa virus telah menginfeksi beberapa model PDA. Contohnya virus Phage, menimpa beberapa file executable Palm. Beberapa perusahaan mengeluarkan program antivirus buat PDA. Seperti McAfee AVERT, PC-cilin dan sebagainya.6


Perkembangan PDA

Dalam perkembangannya PDA yang dulunya pertama kali muncul hanya menggunakan layar monochrome (hitam putih), kemudian berkembang menggunakan layar berwarna (256 warna), kemudian berkembang menggunakan (4096 warna) atau (65536 warna). Selain penggunaan layar berwarna, PDA sekarang juga menggunakan memori yang semakin besar, sekarang sudah ada yang mempunyai memori 128 MB. Tidak ketinggalan prosesor yang digunakan juga semakin cepat. Dulu Palm Pilot menggunakan CPU dengan kecepatan 16MHz. Sekarang dengan sistem operasi Palm 5 yang terbaru telah mendukung CPU dengan kecepatan 200MHz keatas. Bahkan pada Windows CE yang dulunya hanya menggunakan CPU berkecepatan dibawah 100 MHz, sekarang telah ada PDA Windows CE yang menggunakan prosesor 400 MHz. Sekarang PDA sudah semakin canggih, tetapi ukurannya tidak bertambah besar malah semakin kecil dan ringan. Selain semua itu, PDA sekarang juga telah ada terintegrasi chip grafis untuk mempercepat tampilan grafik 2D, dan akan dikembangkan untuk mengolah grafik 3D. Kemampuan untuk komunikasi telepon selular GSM juga telah menjadi pilihan (contoh pada PDA Compaq Ipaq dengan jacket GSM, atau Siemens SX45 yang menggunakan Casio E-125 dengan kombinasi telepon selular S35, atau PDA XDA 02), Kemampuan jaringan tanpa kabel (IrDA/Wi-fi/Bluetooth), contoh pada PDA Toshiba 740e. Untuk mendapatkan kemampuan lain seperti navigator GPS, ataupun menampilkan power point pada proyektor, PDA juga dapat menggunakan beragam aksesoris melalui kartu ekspansi. Melihat hal ini maka tidak menutup kemungkinan PDA merupakan suatu awal dari kepunahan notebook. Tetapi hal ini belum akan terjadi karena PDA sekarang masih tergantung pada PC untuk sinkronisasi data atau menginstall aplikasi.

Selain PDA yang ditambah dengan kemampuan ponsel, sekarang juga banyak beredar ponsel-ponsel dengan kemampuan PDA. Ponsel-ponsel tersebut biasa disebut “Smart phone”, dimana ponsel mempunyai kemampuan PDA, seperti menyimpan jadwal-jadwal, kalendar, dan dapat menjalankan program-program aplikasi tambahan lainnya.

1 dikutip dari http://www.howstuffworks.com

2 dikutip dari http://www.majalahdigicom.com

3 dikutip dari http://www.howstuffworks.com

4 dikutip dari http://www.howstuffworks.com

5 dikutip dari http://www.howstuffworks.com

6 dikutip dari http://vil.nai.com/vil/dispVirus.asp?virus_k=98836 , http://www.antivirus.com/wireless

pda2.JPG

pda3.JPG

Komponen-komponen penting dalam sebuah PDA

pda4.JPG

Diagram Blok PDA

pda5.JPG

Sistem Operasi

Ada 3 jenis sistem operasi yang banyak digunakan pada PDA, yaitu sistem operasi Palm, Windows CE, EPOC/Symbian.

Palm

Pada sistem operasi Palm menggunakan prinsip yang tidak diperlukan, tidak perlu ada. Sehingga pada Palm tidak ada tempat bagi keyboard, dan hanya menggunakan pemasukkan data menggunakan pena (stylus) pada tempat khusus yang berfungsi sebagai tempat tulis. Sistem operasi Palm menggunakan tulisan graffiti sebagai metode input tulisan tangannya. Sistem operasi ini biasanya menggunakan resolusi layar 160×160, tetapi sekarang telah meningkat menjadi 320×320, bahkan pada PDA keluaran Sony telah menggunakan layar dengan resolusi 320×480. Sistem operasi Palm berisi beberapa aplikasi dasar. Diantaranya agenda, buku alamat, buku catatan (notebook) dan To do list, aplikasi email,pengelolaan pengeluaran, kalkulator, beberapa games. Sistem operasi ini sangat hemat dalam pemakaian resource memori bila dibandingkan dengan sistem operasi Windows CE. Palm sangat sukses sebagai PDA yang paling banyak dipakai diseluruh dunia, karena kepraktisannya. Versi pertamanya belum dilengkapi dengan kemampuan multimedia, tetapi pada perkembangannya, pada versi 4.1 keatas, telah ditambahkan kemampuan multimedia, seperti player MP3, program pemutar file video, program untuk melihat gambar dan sebagainya.

pda6.JPG

Windows CE

Sistem operasi ini dikeluarkan Microsoft, yang ditujukan untuk komputer kecil yang dapat dibawa-bawa. Sesuai dengan namanya CE (Comercial Edition), versi ini dibuat oleh Microsoft untuk peralatan-peralatan diluar komputer PC. Windows CE didesain untuk sistem operasi pada komputer mobil, PDA, peralatan-peralatan rumah tangga yang menggunakan komputer, dan lain-lain. Tampilan Windows CE ini sangat mirip dengan tampilan Windows 95, oleh karena itu bagi pengguna Windows dapat langsung mempelajarinya dengan mudah. Pada PDA yang menggunakan sistem operasi Windows CE terbagi atas dua jenis, yaitu Handheld yang horizontal dan Pocket PC (sebelumnya diberi nama Palm PC dan Palmsize PC) yang vertikal. Untuk versi vertikal, didesain untuk menyaingi pasar Palm. Versi vertikal ini dimulai dari veri “2.0”, dengan tampilan mirip Windows 95. Pada Versi “3.0” dengan nama lain Pocket PC, Microsoft mengganti tampilan interfacenya menjadi flat, mirip Palm sehingga lebih mudah dipakai.1 Versi Handheld memiliki keyboard dan pena untuk input, sedangkan Pocket PC menggunakan display yang lebih kecil dan pena. Handheld dilengkapi dengan Pocket Office komplit berisi Word, Excel, PowerPoint dan Outlook. PocketPC hanya dilengkapi dengan Word,Excel, dan Outlook. Selain Pocket Office,2 Microsoft juga memasukkan Internet Explorer untuk browsing Web, Windows Media Player untuk memutar file-file multimedia seperti MP3, MPEG. Pada PocketPC memiliki satu kelebihan lain,yaitu : Pengenalan tulisan tangan yang fleksibel. Pengenalan tulisan tangannya lebih dekat pada tulisan tangan sebenarnya. Maksudnya, pengguna tidak perlu lagi mempelajari abjad baru seperti pada Palm. Jika pengguna tidak menyukai pengenalan tulisan tangan, maka pengguna dapat menggantinya dengan keyboard virtual. Secara teknis sistem operasi Windows CE ini lebih mendekati sistem operasi yang digunakan di PC, sebagai contoh: banyak aplikasi-aplikasi dari PC yang dikonversi menjadi versi Pocket PC, terutama aplikasi game, seperti: Doom, Hexen, Pacman, Need For Speed 4, Tomb Raider, Ultima IV, Age of Empires, Rayman dan sebagainya. Untuk mendukung suksesnya Pocket PC, Microsoft bahkan memberikan Compiler VisualBasic dan C++ berbasiskan Pocket PC-nya secara gratis, yang dapat didownload di Internet. Selain PDA, sistem operasi ini juga ada dalam versi ponsel dengan kode stinger, ponsel dengan sistem operasi Windows CE sampai sekarang masih belum banyak beredar dipasaran. Sekarang Windows CE telah sampai pada versi 4 dengan kode “Talisker”.

pda7.JPG

1 dikutip dari http://www.davespda.com

2 dikutip dari majalah CHIP 9 tahun 1999

EPOC/Symbian

Sistem operasi Symbian dulunya bernama EPOC, dibuat oleh perusahaan Psion yang membuat sistem operasi EPOC, kemudian diakusisi oleh perusahaan Symbian. Sistem operasi ini banyak dipakai oleh PDA Psion (PDA yang paling populer di Eropa). Psion merupakan salah satu PDA yang menguasai pasaran di Eropa. Selain PDA, sistem operasi ini banyak ditemukan pada ponsel-ponsel pintar (Smartphone). Seperti Nokia Communicator 9210, Nokia 7650, Sony Ericsson P800 dan lain-lain. Sistem operasi ini mempunyai tampilan yang mirip dengan Windows. Tetapi bila dibandingkan dengan Windows CE, sistem operasi ini lebih stabil dan tampilan mirip ”Windows” meskipun tidak memiliki semua feature Windows. Semua PDA yang menggunakan sistem operasi ini mempunyai input keyboard dan pena.

pda8.JPG

Selain sistem operasi diatas, masih ada beberapa sistem operasi lagi yang dipakai, seperti Linux, atau sistem operasi yang dibuat khusus untuk PDA tertentu.

CPU/Prosesor

PDA pada dasarnya sama seperti komputer PC biasa, hanya perbedaan bentuk dan kemampuannya saja. Sehingga untuk mengukur cepat atau lambat kinerja dari sebuah PDA, kita dapat melihatnya dari kecepatan clock (Clock Speed) yang dipakai oleh prosesor. Secara umum semakin tinggi kecepatan clock yang dihasilkan oleh prosesor maka dapat dipastikan semakin cepat pula respon yang akan dihasilkan PDA terhadap input dari pemakai. Tetapi hal ini belum tentu 100% pasti bahwa prosesor yang memiliki clock speed yang sama memiliki kinerja yang sama, hal ini masih dipengaruhi oleh kemampuan pendukung lainnya, seperti memori, lebar data bus, kecepatan bus, sistem operasi, dan sebagainya. Prosesor yang digunakan pada PDA sudah pasti adalah prosesor yang memakai daya yang kecil. Hal ini dilakukan karena PDA hanya didukung oleh tenaga baterai. Bila prosesor yang digunakan memerlukan daya yang besar maka dipastikan PDA tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Prosesor yang digunakan pada PDA ada banyak macam, misalnya pada PDA yang berbasiskan sistem operasi Palm menggunakan keluarga Motorola DragonBall, tetapi sekarang dengan Palm versi 5 telah mendukung prosesor berbasiskan ARM seperti StrongArm. Sedangkan pada PDA yang berbasiskan sistem operasi Windows CE mendukung lebih banyak jenis prosesor, prosesor keluarga x86 (Pentium), MIPS, SH3, SH4, ARM, dan lain lain. Pada awalnya prosesor yang digunakan pada Palm Pilot hanya berfrekuensi 16MHz. Meskipun dibandingkan dengan prosesor yang digunakan PDA bersistem operasi lain yang lebih tinggi kecepatannya. Hal ini tidak membuat PDA Palm Pilot terlihat lambat. Ini dikarenakan Sistem Operasi yang digunakan memang didesain hanya mengerjakan hal-hal yang penting saja dan tidak mementingkan tampilan grafis berwarna. Tetapi dalam perkembangannya Sistem operasi Palm sekarang telah menjadi sangat kompleks dan telah mendukung tampilan grafik yang kaya akan warna. Sehingga pada sistem operasi Palm versi terbaru (Versi 5) sekarang telah memerlukan prosesor yang cepat juga (dengan menggunakan prosesor berbasiskan ARM, yang juga sama digunakan pada PDA Pocket PC dari Microsoft). Sedangkan pada PDA yang berbasiskan sistem operasi Windows CE, sejak pertama kali keluar telah mendukung berbagai jenis prosesor dan kecepatan yang beragam. Arsitektur prosesor yang paling banyak digunakan pada PDA yang berbasiskan Windows CE pada awalnya adalah prosesor dengan arsitektur SH3, SH4, StrongArm dan MIPS. Sehingga banyak Vendor (pembuat) PDA yang memproduksi PDA berjenis Windows CE yang masing-masing menggunakan prosesor yang berlainan arsitektur antara vendor yang satu dengan vendor yang lain (Karena penggunaan prosesor yang banyak jenis dan tidak standar). Misalnya pada Pocket PC (Windows CE 3.0) keluaran HP (Jornada 548) menggunakan prosesor berbasiskan prosesor Hitachi SH3, sedangkan pada Pocket PC keluaran Casio (E-125) menggunakan prosesor berbasiskan prosesor NEC VR4122 yang berbasiskan arsitektur MIPS, sedangkan Compaq (Ipaq) mengeluarkan PDA dengan prosesor Intel StrongArm yang berbasiskan arsitektur ARM.). Karena masing-masing vendor menggunakan prosesor yang berbeda, maka aplikasinya yang dapat berjalan pada PDA tersebut pun sudah pasti berbeda. Dimana aplikasi untuk Compaq Ipaq tidak dapat berjalan di PDA Casio dan sebaliknya. Untungnya Microsoft membuat Compiler yang dapat dengan mudah mengkonversi sebuah aplikasi ke berbagai bahasa mesin prosesor yang didukung oleh Pocket PC. Sehingga aplikasi untuk Compaq Ipaq, seharusnya dapat di-Compile ulang menjadi program aplikasi yang dapat dijalankan pada PDA Casio tanpa merubah prosedur/fungsi sedikit pun. Tetapi dalam perkembangannya setelah sekian lama Microsoft mendukung beragam prosesor, sejak sistem operasi Pocket PC 2002 (Windows CE Versi 3.5) Microsoft hanya mendukung prosesor yang berbasiskan StrongARM. Hal ini dilakukan oleh Microsoft karena prosesor StrongARM merupakan prosesor yang paling cepat yang tersedia. Dan dalam perkembangannya sekarang prosesor StrongARM telah dapat berjalan pada kecepatan 400MHz berkat teknologi X-Scale yang dikembangkan oleh Intel. Intel sendiri berharap dapat membuat prosesor X-Scale nya yang berkecepatan 1 GHz tetapi daya yang digunakannya tetap kecil1. Dengan dikeluarkannya prosesor dengan kecepatan 400MHz, maka sekarang banyak vendor telah membuat PDA yang berbasiskan prosesor X-Scale yang berkecepatan 400MHz, misalnya HP dengan Ipaq seri 3970, Toshiba 740e, Fujitsu i-Loox, dan sebagainya.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kecepatan prosesor pada PDA Palm biasanya menggunakan prosesor berkecepatan lebih rendah dibandingkan dengan PDA Pocket PC, tetapi dalam pengoperasian sehari-hari justru PDA Palm terlihat lebih cepat memberikan respon kepada pengguna. Hal tersebut karena perbedaan sistem operasi yang digunakan. Semakin kompleks sistem operasi yang digunakan maka menuntut penggunaan prosesor yang semakin cepat pula.

1 dikutip dari http://www.intel.com

pda9.JPG

Sumber :

Yohannes Tanto, S.Kom (Staff Pengajar STMIK MDP Palembang)

” Pengenalan PDA (Personal Digital Assistant) dan Perkembangannya Dalam Usaha Menggeser Notebook (Laptop) “

3. Linus Torvalds, Siapa Sih Sampean ?

 

SEJARAH selalu mencatat, orang-orang besar mencapai kesuksesannya dengan bekerja keras tanpa mengenal putus asa dan mereka menikmati pekerjaan tersebut. Sebut saja Linus Torvalds, seorang genius yang semenjak kecil akrab dengan komputer ini, berhasil menciptakan sistem operasi yang kita kenal dengan nama Linux, sebuah sistem operasi masa depan yang katanya bakal menggoyang imperium Microsoft dengan Windows-nya.

Sistem operasi ciptaan Linus ini menarik banyak perhatian orang di awal milenium 21. Yang menarik dari Linux adalah sifatnya yang free dan open source dalam artian untuk memilikinya kita tidak perlu membayar lisensi, cukup hanya membayar biaya distribusinya.

Open source berarti (kode) sumber yang terbuka. Sumber yang dimaksud di sini adalah source code (kode sumber) dari sebuah software (perangkat lunak), baik itu berupa kode-kode bahasa pemrograman maupun dokumentasi dari software tersebut. Karena sifatnya yang open source itulah, Linux dapat dikembangkan oleh banyak programmer di dunia sehingga semakin hari, kualitasnya semakin baik. Berbeda dengan Windows yang memang ditujukan untuk komersial sehingga source code-nya tidak diberikan. Keputusannya untuk menggratiskan dan membebaskan source code linux membuat Linus menjadi sosok pahlawan di dunia software yang saat ini sudah sangat bernuansa kapitalisme dan bisnis semata.

linus.JPG

TOKOH genius ini dilahirkan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 28 Desember 1969. Dalam usianya yang ke-10, Linus sudah mulai memprogram komputer, dengan menggunakan komputer milik kakeknya, Commodore VIC-20. Pada tahun 1988 Linus diterima menjadi mahasiswa di Universitas Helsinki, Finlandia. Pada tahun 1991, Linus membeli PC (Personal Computer) pertamanya yang saat itu masih menggunakan MS-DOS (Disk Operation System, sistem operasi buatan Microsoft).

Berikut ini adalah email asli hasil capture dari maillis atas kebenaran peluncuran awal Linux Versi 1.0 (Red. Deden)

email-linux.JPG

Namun Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX, seperti yang digunakan pada komputer milik universitasnya. Sistem operasi UNIX merupakan sistem operasi yang banyak digunakan dalam jaringan komputer karena sifatnya yang independen terhadap berbagai tipe mesin. Akhirnya, dia memutuskan untuk menciptakan versi yang bisa digunakan untuk PC dari UNIX.

Kerja keras selama berbulan-bulan menghasilkan cikal-bakal dari sistem operasi yang dikenal sebagai Linux, yang kelak delapan tahun kemudian dikembangkan menjadi apa yang dikatakan oleh banyak pengamat sebagai ancaman bagi raksasa Microsoft yang sangat dikenal dengan sistem operasi Windowsnya.

Linux sangat mirip dengan sistem UNIX, hal ini karena kompatibilitas dengan UNIX merupakan tujuan utama desain dari projek Linux.

Perkembangan Linux dimulai pada tahun 1991, ketika Linus Torvalds yang masih mahasiswa di Finlandia menulis Linux, untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU intel yang cocok untuk PC. Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam komputer 386-nya (angka 386 merupakan nomor seri mikroprosesor intel jauh sebelum Pentium diproduksi). Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi.

Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Dia merilis source code-nya, yang berarti semua orang yang memiliki pengetahuan tentang pemograman komputer dapat memodifikasi Linux untuk disesuaikan dengan tujuan mereka masing-masing.

Linux segera memiliki banyak pendukung yang antusias karena mereka dapat memiliki akses ke source code-nya, dan dapat menolong Linus untuk memperbaiki dan menyempurnakan software tersebut.

Projek Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini.

Ada perbedaan yang cukup kentara antara sistem operasi Linux dan Windows. Mengoperasikan Linux membutuhkan kecerdasan teknik yang cukup, sebab mengoperasikannya tidak semudah menggunakan sistem operasi yang lebih populer, seperti Windows, Mac milik Apple Computer, atau OS/2 milik IBM. Sehingga pernah salah seorang dosen di Departemen Elektro ITB mengatakan, mahasiswa ITB seharusnya menggunakan Linux karena lebih membutuhkan kecerdasan dalam pengoperasiannya yang mana hal itu akan mengasah logika.

Kesuksesan Linux membuat beberapa perusahaan software raksasa ramai-ramai mengumumkan untuk hijrah dan ikut mensupport Linux seperti Netscape Communication, Corel, Intel dan Oracle. Akibatnya muncul stigma telah terjadi perang bintang antara Linux dan Windows serta Linus sebagai pencipta Linux digambarkan sebagai David yang maju melawan raksasa Bill ‘Goliath’ Gates, pendiri dan CEO Microsoft.

Masalah utama yang dihadapi Linux dahulu adalah interface yang berupa teks (text based interface) sehingga membuat orang awam tidak tertarik menggunakan Linux, karena harus mempelajari terlebih dahulu untuk dapat mengerti cara penggunaannya. Tetapi keadaan ini sudah mulai berubah dengan kehadiran KDE dan GNOME.

Keduanya memiliki tampilan desktop yang menarik sehingga mengubah persepsi dunia tentang Linux. Apalagi saat ini sudah banyak distribusi Linux yang memiliki tampilan seperti Windows (Xwindows) seperti Red Hat, Debian, Mandrake dan Slackware yang memiliki ciri khasnya masing-masing.

Selain itu Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dll.

Linux di negara-negara berkembang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Harga perangkat lunak (misalkan sebuah sistem operasi) bisa mencapai 100 dolar AS atau lebih. Di negara yang rata-rata penghasilan per tahun adalah 200-300 dolar AS, nilai 100 dolar AS sangatlah besar. Dengan adanya Linux, semua berubah. Karena Linux dapat digunakan pada komputer yang sehingga dia menjadi alternatif cocok bagi komputer beranggaran kecil. Di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, Linux adalah jalan keluar bagi penggemar komputer.

Pemanfaatan Linux juga sudah diterapkan pada superkomputer seperti The Tetragrid, sebuah megakomputer dari Amerika yang dapat menghitung lebih dari 13 triliun kalkulasi per detik atau tepatnya 13,6 TeraFLOPS (FLoating Operations Per Second). Tetragrid dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi dari masalah matematika kompleks dan simulasi, dari astronomi dan riset kanker hingga ramalan cuaca.

Lalu Evolocity, juga dari Amerika, dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 9.2 TeraFLOPS menjadikannya sebagai salah satu dari lima superkomputer tercepat di dunia.

Jika melihat ke depan, kemungkinan Linux akan menjadi sistem operasi yang paling dominan bukanlah suatu hal yang mustahil. Karena semua kelebihan yang dimilikinya, setiap hari semakin banyak orang di dunia yang mulai berpaling ke Linux dan meninggalkan Microsoft.

Masih teringat di benak penulis ketika undang-undang tentang Hak Kekayaan Intelektual diberlakukan beberapa waktu lalu, perusahaan tempat penulis melakukan kerja praktik, dalam dua hari segera mengganti sistem operasi Windows yang kebanyakan bajakan dengan sistem Linux. Karena membeli software Windows yang resmi jauh lebih mahal dibanding menggunakan Linux. Toh kinerja Linux juga tidak kalah dengan Windows.

Satu hal lagi yang menarik dari Linux adalah logonya yang berupa pinguin yang bernama ”Tux”. Logo yang lucu ini memiliki sejarah yang unik. Awalnya, tidak ada logo yang dipilih untuk Linux, namun pada waktu Linus berlibur di daerah Selatan. Dia bertemu seekor pinguin yang menggigit jarinya. Kejadian yang lucu ini merupakan awal terpilihnya pinguin sebagai logo Linux.

Tux adalah hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu para pengembang merasa Linux sudah memerlukan sebuah logo (1996), dan nama yang terpilih adalah dari usulan James Hughes yaitu “(T)orvalds (U)ni(X) — TUX!”. Lengkaplah sudah logo dari Linux, yaitu seekor pinguin bernama Tux.

Hingga sekarang logo Linux yaitu Tux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik nan lucu hasil kerja sama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia. Nah, jika Anda membutuhkan sistem operasi yang gratis dan memiliki kemampuan setara Windows, Linux adalah pilihan yang tepat. Kehadiran Linus Torvalds dalam kancah era informatika ini akan menjadi sosok yang dapat disetarakan dengan para ilmuwan komputer terdahulu seperti Von Neumann, Berners Lee, dll.***

Sumber : Wawan Saprudin (http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0504/06/cakrawala/eureka.htm)

 

4. IGOS KWARTET

IgOS KWARTET

Abstraksi

IGOS KWARTET adalah sebuah teknologi yang mampu menghubungkan 4 set monitor, keyboard, dan mouse dengan sebuah personal computer berbasis Linux yang dilengkapi dengan 4 buah kartu VGA dan port USB sebanyak 8 buah.IGOS KWARTET memungkinkan setiap terminal memiliki kualitas visual yang bagus sesuai dengan kemampuan kartu VGA-nya. Hal ini dimungkinkan sebab setiap terminal terhubung dengan 1 kartu VGA.
IGOS KWARTET dapat diterapkan untuk warnet-warnet yang ingin melakukan penghematan biaya investasi perangkat keras namun pengguna warnet tetap dapat menikmati kualitas visualisasi yang bagus dan menarik.

IGOS KWARTET ini juga memudahkan proses perawatan terminal/klien karena hanya berupa monitor, keyboard, dan mouse. Implementasi warnet dengan IGOS KWARTET ini juga lebih tahan terhadap serangan virus atau trojan horse karena sistem operasi yang digunakan adalah Linux.

Arsitektur

Aplikasi Yang Berjalan

Sistem Operasi Linux
Aplikasi Perkantoran OpenOffice
Internet Browser Mozilla Firefox, Opera
Internet Messenger GAIM, KOPETE, K-IRC
FTP Client GFTP
Email Client K-MAIL, Evolution
Aplikasi Kompresi ARK

Spesifikasi

Server :
- Pentium III-800
- Memory 512 MB
- HD 20 GB
- Dual ethernet card
- Any Linux distro with pre-installed : mysql database, apache and php.Client :
- Pentium IV – 2.4 Ghz
- Memory 512 MB
- HD 20 GB
- 4 VGA , recommend : Riva TNT, ATI Rage, GeForce MX, Ati Radeon 7500.
- Ethernet Card
- 2 USB Hub 4 port.
- Any Linux Distro and 2.6 kernel, but well tested with Suse.

5. Tour de Linux di CEBIT 1999

I Made Wiryana

CEBIT merupakan pameran yang berfokus pada teknologi informasi, dan telekomunikasi terbesar di dunia, yang diselenggarakan di Hannover. Pameran ini diikuti oleh sekitar 7500 peserta dari 60 negara, dan diliput oleh sekitar 9000 jurnalis. Pelaksanaan pameran ini didukung oleh sekitar 80.000 petugas. Pameran diselenggarakan di lokasi seluas 969.500 kuadrat meter, terdiri dari 28 hall dengan luas lokasi pameran sekitar 387.000 kuadrat meter. Membutuhkan waktu cukup lama untuk berjalan dari pintu masuk hingga ke bagian belakang sekitar 45 menit. Tahun 1999, CEBIT diselenggarakan dari tanggal 18 hingga 24 Maret 1999 dengan ticket masuk seharga 60 DM untuk karcis harian, dan 140 DM untuk karcis terusan. Sedangkan bagi pelajar dan mahasiswa disediakan potongan harga pada tanggal 21 dan 24 Maret yaitu menjadi seharaga 25 DM.

Bisa dikatakan pada tahun ini Linux benar-benar menampakkan dirinya di CEBIT 1999. Pameran komputer terbesar di dunia ini, mendapatkan anggota keluarganya baru, yaitu si Penguin berwarna hitam-kuning-putih ini. Popularitas si Tux ini makin disukai penonton karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan, jauh dari kesan serius dan angker. Berbagai produk, tampil dalam kaitannya dengan Linux ini. Hal inilah yang menjadikan Linux menerima berbagai penghargaan antara lain :

  • KDE menerima Ziff Davis – Software Innovation of the Year Award untuk tahun 1998/1999. Suatu event yang dilakukan pada malam kamis. Hadiah ini benar-benar merupakan kejutan bagi team KDE. Sehingga sehabis pengumuman, plakat penghargaan digotong ramai-ramai bak victory lap. Posisi kedua ditempati oleh Lotus eSuite.
  • Pada hari Jumat CEBIT “Highlight” memberikan award kepada komunitas Linux. Award ini diberikan oleh penerbit Vogel Verlag di Jerman. Hadiah ini dikenal sebagai “CeBIT-OSCAR” yang sangat prestisius. Pemberian hadiah ini diliput berbagai media massa. Kandidat lainnya adalah BeOS 4.1, Adobe In Design 1.0, dan Corel’s WordPerfect Office 2000 Suite.
    Penerima lain award ini adalah IBM Microdrive, EPOC with Jini, dan University of Dresden yang mengembangkan monitor 3 dimensi tanpa kaca mata 3D.

Tidak mengherankan bila Linux mendapat tempat yang khusus di khalayak Jerman ini, mengingat Linux dapat menawarkan kesempatan bagi produk lokal untuk berperan di dunia global seperti StarDivision GmbH, Adabas, dan SuSE GmbH. Di samping itu sebagai masyarakat yang sangat berorientasi kepada hal teknis, mereka jauh lebih tertarik kepada kemampuan teknis yang ditawarkan oleh Linux ketimbang pernyataan iklan dan pemasaran. Salah satu yang menjadi pokok perhatian bagi khalayak Jerman pada suatu pameran komputer adalah kesempatan terbukanya lapangan kerja. Tampaknya Linux menawarkan kemungkinan terbukanya lapangan kerja bagi orang Jerman, sehingga mereka menjadi sangat antusias dengan Linux. Tampak di CEBIT bahwa bisnis dukungan teknis untuk Linux memiliki masa depan yang cukup cerah. Baik melalui email, telfon atau penyediaan jasa dukungan teknis secara lengkap. Hal inilah yang membuat Linux makin populer di Jerman.

 

Dalam kereta api menuju Hannover yang diisi oleh para calon pengunjung CEBIT, banyak sekali pembicaraan para calon pengunjung ini berkisar mengenai Linux. Persoalan perbandingan dengan sistem operasi yang populer di pasaran menjadi begitu banyak terdengar. Sebagian besar mengeluh karena ketidak-stabilan sistem operasi Windows. Ditambah lagi pada minggu ini ada 2 majalah komputer di Jerman, yaitu PC Intern yang memberikan supplement CD Linux SuSE 6.0 dengan beragam aplikasi dan memberi bahasan total mengenai seluk beluk Linux bagi pemula. Begitu juga Internet Profesionelle yang memberikan CD Linux SuSE 6.0 juga. Sehingga dapat dikatakan histeria massa dengan Linux mulai terbentuk pada minggu sebelum CEBIT 1999 ini.

Sebetulnya banyak perusahaan yang berkaitan dengan Linux lainnya yang ingin mengikuti CEBIT ini, tetapi terbentur pada faktor ketersediaan stand. Seluruh stand telah dibooking, padahal pendarfataran harus dilakukan 1 tahun sebelumnya. Karena bisa dikatakan Linux Boom terjadi 6 bulan yang lalu, maka sulit bagi perusahaan tersebut untuk berpartisipasi dalam CEBIT ini. Mungkin di tahun mendatang akan kita temui stand yang memiliki logo Penguin ini akan semakin banyak. Linux boom makin terasa mulai pada acara LinuxWorld pada tanggal 1 hingga 4 Maret 1999 di Silicon Valley, dengan diisi begitu banyak pernyataan dukungan dari berbagai vendor, dari IBM, yang akan menyediakan dukungan teknis 24 jam 7 hari, Pacific High Tech, dan berbagai kerja sama yang melibatkan Caldera, Red Hat serta SuSE.

Perjalanan akan kita mulai dari hall 1 hingga ke hall-hall selanjutnya mengunjungi stand yang memiliki kaitannya dengan si Penguin ini.

Hall 1

Di Hall 1 ini dipamerikan beragam produk yang berkiatan dengan universal data processing, mainframe, workstation dan perangkat OCR serta otomasi perkantoran. Di hall 1 ini, berbagai perusahaan besar menampilkan produknya.

Compaq, menampilkan ProLiant 8-way server yang menggunakan Linux RedHat dan melakukan proses rendering. ProLiant server ini menggunakan prosesor Xeon dengan 4 GByte RAM dikonfigurasikan sebagai komputer kluster. Compaq juga menawarkan sistem Linux sebagai solusi lengkap. ProLiant server ini juga mendemonstrasikan pada saat yang bersamaan menjalankan tiga buah database server (DB2, Informix, Oracle) serta SAP R/3. Di stand SAP juga ditampilkan perangkat server kecil Compaq yang menggunakan Linux. Compaq juga menampilkan mesin dengan prosesor Alpha 64 bit, yaitu server DS20, dan Workstation XP100. Ke dua mesin ini juga didemonstasikan menggunakan Linux sebagai sistem operasi. Suatu program matematik yang menggunakan librari khusus prosesor Alpha ini didemonstrasikan dan memberikan kecepatan sekitar 10 kali lipat dari mesin biasa. Di stand Quant-X juga ada mesin yang menggunakan prosesor Alpha.

Hewlett-Packard, di stand 7i2 ini HP menampilkan JP NetServer LPr dengan Linux Red Hat, dan JP WebJetAdmin suatu program konfigurasi yang dapat dijalankan di Linux. HP juga menawarkan solusi Linux yang lengkap. HP ini cukup mendukung Linux, di LinuxWorld mereka menampilkan OpenMail 6.0, suatu solusi messaging untuk jaringan heterogen. Juga HP telah berencana memport program untuk mengelola jaringan OpenView, dan beberapa aplikasi lainnya. Juga HP berencana memport Linux pada mesin HP, PA-RISC.

 

IBM, menjalankah Database Engine DB2 pada mesin Netfinity Server, yang dikenal sebagai Host on Demand. Juga turut dipamerkan produk Web Sphere. Mesin ini sekitar 2 minggu yang lalu telah membuktikan mampu mengalahkan kecepatan Super Computer Cray dalam melakukan proses rendering. Pada uji coba tersebut digunakan sistem operasi Linux. Juga menunjukkan MQSeries Client dengan Linux. IBM sebetulnya berencana memport Linux ke mesin RS/6000 dengan PowerPC, akan tetapi tampaknya hal itu belum dapat dipamerkan di CEBIT ini. Di pameran ini mereka mendemonstrasikan Linux di berbagai mesin IBM, dari Netfinity Server, PC, dan juga notebook.

Informix, menampilkan Informix SE, Dynamic Server, Informix 4GL perangkat bantu pengembang sistem yang dapat dioperasikan pada platform Linux. Yang cukup istiwa adalah skalabilitas dari Informix server ini dengan Dynamic Scalable Architecture (DSA), sehingga dapat digunakan dari di komputer klas Laptop hingga komputer kluster. Sebagai partner Informix, Bytec, menawarkan solusi dengan menggunakan Informix Dynamic Server pada Primergy server. Bytec menawarkan solusi yang menggunakan perangkat keras Siemens.

Oracle, Oracle 8, Oracle Application Server untuk Linux, dan Oracle 8 untuk Alpha Linux. Oracle juga mulai memperkenalkan Oracle Micro Kernel Architecture. Oracle tidak hanya memamerkan Oracke 8i saja tetai juga Project WebDB 3, suatu lingkungan pengembang (development environment) yang mempermudah pembuatan Applikasi Internet. Begitu juga release 11 dari Oracle Application juga ditampilkan di CEBIT ini.

Sun, sebagai anggota Linux International, menampilkan Linux untuk arsitektur Sun yang baru yaitu UltraSparc yang dapat juga digunakan dengan sistem operasi Linux Sehingga menawarkan solusi yang cukup murah bagi para konsumen yang ingin memanfaatkan arsitektur Java 2 dan Jini.

 

Siemens, menampilkan Primergy 870-40 4 way dengan SAP R/3 dengan Informix dan Oracle. Siemens juga menampilkan server Primergy 670-40 pada rack. Primergi 870-40 4 away untuk e-commerce dan Oracle, dengan SAP R/3 dengan Informix. Siemens memamerkan beragam produk berbasiskan Intel, dari Scovery, suatu terminal multifungsi, yang menggunakan Linux dan diboot dari ROM, notebook, dan juga workstation CELCIUS serta Primergy server. Siemens juga bekerja sama dalam memberikan jasa dukungan teknis untuk pengguna Linux, bekerja sama dengan SuSE dan bytec.

Takefive, walau tidak memiliki stand tersendiri tetapi bergabung dengan Siemens Partner dan MID. Takefive menampilkan Source Code Engineering Tools-Suite SNiFF+. Versi SNiFF+ 3.1 segera tersedia dalam waktu dekat ini. Sudah barang tentu aplikasi ini ditujukan untuk lingkungan Linux.

Hall 2

Di hall 2,3,4,5,6 ini berkelompok para perusahaan yang menyediakan perangkat lunak, konsutan dan service. Star Division, menampilkan produk StafOffice 5.0, perangkat aplikasi perkantoran. Perangkat aplikasi ini kini dapat dianggap sebagai saingan terdekat Microsoft Office, apalagi ditambahkan dengan integrasi dengan aplikasi Internet yang begitu mudah, dapat dijadikan pilihan bagi para pengguna Linux yang membutuhkan aplikasi perkantoran. StarOffice ini dapat membaca file-file dari Microsoft Office.

Corel, dengan produknya Corel Computer dan Corel Wordperfect Office Suite untuk Linux. Juga Corel merencanakan membuat distribusi Linux tersendiri yang ditujukan untuk pasaran desktop. Tidak lama lagi, para pengguna Linux akan dapat memperoleh QuattroPro sebagai aplikasi spreadsheet, dan Corel Presentation sebagai aplikasi presentasi. Corel juga menampilkan produk perangkat keras, yaitu mesin NetWinder yang menggunakan prosesor StrongARM, dengan sistem operasi Linux. Mesin ini dapat digunakan sebagai workstation ataupun server.

Hall 3

Di hall ini Igel/ Melchers memamerkan perangkat X-terminals, Etherminal, Linux Thin Client, penerima DCF77 yang berbasisikan Linux dengan Flash Technology. Perangkat ini cocok untuk lingkungan Network Computing atau perkantoran.

Di hal ini juga berkumpul para vendor database yang besar, yang kini telah mendukung dan menyediakan produknya untuk platform Linux. Interbase Software Crop, mendemokan Interbase 5.11 untuk Linux.Inprise, dan Borland menampilkan Interbase 5.11 dengan Linux Red Hat. Pada saat ini ada juga sedang dikerjakan juga versi yang untuk Linux SuSE. Vendor lainnya adalah IntersystemsDatebank Cache Versi 3.1 untuk Linux. Cache adalah database dengan Object Architecture, tetapi memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Pada versi ini kemampuan integrasi SQL dan Object diperbaiki. Hal yang baru adalah WebLink Developer, yang mempermudah pengembangan perangkat lunak database, dan FrontPage. Software AG menampilkan produk Adabase D, Entire X DCOM. Produknya yang sudah cukup dikenal untuk database di lingkungan Linux. Vendor database yang sangat terkenal Sybase, menggotong Syabase Adaptive Server Enterprise untuk Linux. Produk yang sudah cukup dikenal ini kini tersedia juga pada platform Linux. Ini menunjukkan Linux siap untuk pengoperasian kelas Enterprise.

Perusahaan sistem operasi Unix, SCO turut mendukung era Linux, dengan menawarkan Linux emulator untuk Unixware. Ini memungkinkan para pengguna dapat dengan mudah menyusun sistem heterogen.

Hall 4

Acucorp, menyediakan Cobol Compiler, Client/server tool untuk Linux ELF. Suatu development tool yang berguna bagi pengguna di kalangan bisnis. Yang saat ini masih banyak menggunakan Cobol. Di sisi aplikasi untuk dunia bisnis, IoS menawarkan produk PZwo, dab Linux-Kontor aplikasi finansial dengan Linux. Di samping itu, perusahaan ini juga menawarkan dukungan teknis Linux, konsultasi dan pembuatan perangkat lunak. Untuk aplikasi bisnis, perusahaan lainnya adalah Parity Software GmbH, yang menyediakan suatu program standard untuk operasi bisnis. Termasuk perangkat lunak AB1000 dengan sekitar 60 modul dan juga System FB 1000 yang tersedia dalam versi Profesional Edition dan Small Business Edition, serta Customizing Productivity Kit (CPK).

Hall 5

Di hall ini,

Applix, memiliki stand lainnya yang menampilkan Multidimensional OLAP database Applix TM1 yang kini juga dapat dioperasikan pada platform Linux, serta perangkat aplikasi perkantoran Applixware untuk Linux Program aplikasi perkantoran StarOffice 5.0 keluaran Star Division juga dipamerkan di hall ini lagi.

Beberapa penerbit yang mengeluarkan buku, dan majalah yang berkaitan dengan Linux berkumpul di hall ini. Hanser Verlag, yang banyak memproduksi buku-buku Linux. Velag Heinz Heise GmbH & Co. KG, yang menerbitkan berbagai majalah komputer dan teknologi informasi yang banyak menyajikan artikel tentang Linux, seperti C’t, dan iX. Penerbit MITP-Verlag GmbH, yang juga aktif menerbitkan buku-buku Linux.

 

SuSE GmbH, perusahaan pembuat salah satu distribusi Linux ini menampilkan SuSE 6.1 yang menggunakan Kernel 2.2 dengan KDE 1.1. Pada pameran ini mereka membagikan versi Beta dari SuSE 6.1 gratis kepada para pengunjung. Juga didemonstrasikan OpenGL dengan menggunakan card grafik ELSA. Stand ini sangat penuh dan padat oleh para pengunjung yang ingin mengetahui tentang Linux.

Bisa dikatakan sensasi Linux makin terasa dengan adanya pengumuman SAP, bahwa akan menyediakan produk standardnya R/3 ke dalam platform Linux. Menurut Hasso Platner, juru bicara dari SAP, hal ini disebabkan karena permintaan yang begitu banyak dari para customer. Begitu juga Oracle dan Informix akan dapat dioperasikan dengan R/3 dalam platform Linux ini.

Hall 6

bee Baastrup EDV-Entwicklung GmBH, menawarkan sistem Linux, terminal card Cyclades dan router berbasiskan Linux. Di stand ini juga ditampilka High Availibility Cluster dengan bee-Linux-RAID-Server, yang memiliki kehandalan tinggi dan juga perangkat lunak bantu. Juga ditampilkan Intranet Computer, dan Terminal Server berbasiskan Linux.

Caldera Systems Inc, Di Paviliun USA ini ditampilkan distribusi OpenLinux 1.3 dan OpenDOS, serta Netware untuk Linux. Open Linux 1.3 ini masih menggunakan kernel 2.0.* dan menggunakan desktop KDE, dengan dilengkapi Netscape Communicator serta Netware Client dan juga Netware-Administration Tool. Juga diberitakan OpenLinux 2.2 telah tersedia. Caldera 2.2 memiliki program yang dapat dijalankan dari Windows sehingga dapat memudahkan instalasi Linux, disertakan juga PartitionMagic untuk memudahkan proses partisi. Sengaja Caldera menggunakan pengkodean yang menyerupai pengkodean kernel, agar mudah diingat. Proses instalasi menggunakan program bantu berbasisikan grafis Lizard (Linux Install Wizard) yang menginstall secara otomatis OpenLinux 2.2 dari CDROM, dari network, dari hard disk, dan melakukan partisi dengan menggunakan Partition Magic dan memiliki database perangkat keras yang memudahkan proses pengenalan secara otomatis seperti pada instalasi Windows. Dengan penambahan perangkat bantu interoperabilitas dengan Netware, akan memudahkan digunakan dalam jaringan yang heterogen, dan mempermudah proses manajemennya.

Concept-asa. Di InternetPark, perusahaan ini menawarkan produk database yang disebut db++. Database ini dapat dijalankan pada sebarang platform dan tentu dengan platform Linux. Tersedia koneksi untuk Tcl/Tk, Perl, AQL, ODBC-SQL, dan Java. Yang menarik adalah kemudahan memanipulasi dari perintah dan kemudahan melakukan integrasi untuk menyusun suatu produk, misal untuk keperluan aplikasi keuangan dan finansial.

Cobalt Networks Inc, menampilkan berbagai Internet server yang berbasiskan Linux, yaitu : Cobalt Qube, RaQ, Intranetserver. Cobalt Cache Qube/RAQ, Cobalt ISDN, dan Cobalt NAS (Network Attached Storage).

Intershop, menawarkan produk Intershop 3 untuk Linux.

Linux International. Organisasi internasional pendukung Linux. John ‘maddog’ Hall, salah seorang pentolan utama Linux hadir di sini.

LinuxLand, online shop untuk produk Linux. Menyediakan beragam distribusi Linux, seperti Caldera, RedHat, DLD. Juga dokumentasi, program aplikasi, serta beberapa souvenir. Juga suatu distribusi Linux baru yaitu EasyLinux yang berbasiskan X11 dan Qt, sehingga menggunakan Graphical User Interface untuk proses instalasi. delix, menyediakan suatu distribusi Linux versi Jerman yang dikenal dengan DLD. Lunetix, menawarkan solusi Linux lengkap, konsultasi dan pengembangan perangkat lunak.

Di hall ini terdapat juga stand milik Linux Magazin, sebuah majalah Linux berbahasa Jerman

Netscape. Perusahaan yang mendukung Open Source dengan Mozilla Project ini, menampilkan Directory Server dan Messaging Server, dan juga versi Linux dari Web-Management Software Delegated Administrator 4.0.

Red Hat Inc, and Delix, Distribusi Red Hat untuk INTEL dan Alpha. Versi Red Hat 6.0 memang belum tersedia, dan menurut berita, para pengguna harus menunggu hingga Mei 1999. Di stand yang bekerja sama dengan Delix ini dapat diperoleh jugadistribusi DLD versi 6.01 yang telah disertifikasi oleh IBM. DLD 6.01 ini telah menggunakan kernel 2.2, KDE 1.1 dan beberapa bantuan untuk mempermudah instalasi bagi para pemula. Delix adalah partner Red Hat di Jerman. Juga di stand Red Hat pengunjung dapat melihat GNOME versi 1.0 yang telah terinstall dan beroperasi.

Raima, di salah satu stand di pavilion USA ini, dipamerkan Velocis Database Server versi 2.1 yang juga tersedia untuk Linux. Tersedia pula driver terbaru untuk JDC yang mendukunga stnadard PerlDBI, dan interface ke library DBTools.h++ dari Rogue Wave.

Scientific Computer GmbH, pada stand ini ditampilkan Maple V release 5.1. Disamping ditingkatkan kualitasnya, juga ada kemampuan Hyperlink dengan URL, serta Smartplot yang terkenal untuk menghasilkan grafik. Maple ini juga dapat dijalankan di Linux.

SFS Software. Perusahaan ini menampilkan produk untuk Linux/Java. SITEFORUM-Pallete (Communications, Application Server, Database Exchange), dan juga DocFaterh Profesional dan Office Edition, serta CoffeShop, SiteEater, dan iavaZIP.

ST Computer GmbH, solusi Linux. Perusahaan ini menyediakan solusi Linux yang diberi nama linebox yang dapat digunakan sebagai Router, Server DHCP, ProxyServer. Yang menarik dapat juga customer menggunakan solusi ini dengan perangkat keras yang telah dimiliki misal komputer 486.

SuSE Inc, cabang SuSE di Amerika, menampilkan SALT (SuSE Advance Linux Technology), perangkat komputer cluster 10 node yang menggunakan SuSE Linux, sebetulnya perangkat komputer ini mampu hingga 19 node.

Wizard Software Engineering GmbH, menyediakan Watchdog untuk Linux. Perangkat ini sangat dibutuhkan untuk sistem yang harus selalu on-line, misal pada ISP, atau Enterprise server.

Hall 9

ELSA AG, perusahaan pembuat card ISDN (ELSA QuickStep), dan card grafik ELSA GLORIA, dengan resmi mendukung XFree86 melalui SuSE GmbH, yang juga mendukung OpenGL.

Hall 11

ICP vortex computersystem, memiliki produk RAID Controller yang dengan aktif mendukung Linux, perusahaan ini telah mengembangkan sendiri driver untuk Linux yang disertakan pada Linux-Kernel.

Computer Associates, bekerja sama dengan Red Hat melakukan port dari CA System, dan software pengelola jaringan Unicenter TNG (termasuk Unicenter TNG Framework). Kedua aplikasi ini akan disediakan gratis sebanyak 500.000 buah. Dengan adanya aplikasi pengelolaan jaringan ini, di masa mendatang Linux dapat berperan utama dalam pengelolaan sistem jaringan yang heterogen. Kerja sama ini juga terus berlanjut, termasuk usaha pemasaran Linux sehingga popularitas Linux akan semakin meningkat. Menurut Marc Sokol, Vice President dari CA, sebagian besar customer CA pada berbagai segmen pasar sangat tertarik dengan penggunaan Linux.

Hall 12

Pyramid Computer Systeme GmbH, “BEN-HUR” Internet Telematik server berbasiskan Linux. Server ini berbasisikan Linux 2.0 dengan ISDN-Multiprocol router dengan integrasi WWW-proxy Cache-server, Internet-Firewall, Mail Server, dan SMS dengan har disk sebesar 6.4 GB, dan koneksi Ethernet 10/100 Mbps dan 2 koneksi RS 232. Pada produk mendatang direncanakan disertakan RAS, Fax, dan fungsi Voice-mail.

Samsung/Quant-X, cluster Linux dengan 30 Alpha, 21264 Aplha dengan Linux. Perangkat ini merupakan bagian perangkat komputer yang digunakan dalam usaha memecahkan rekord komputer kluster terbesar di acara WDR Computerclub Nacht. Produk lainnya adalah yang menggunakan prosesor 21264 Alpha dengan Red Hat Linux untuk Alpha.

Stallion Technologies, menampilkan EasyIO-Host Adapter suatu multi port dengan 4 Port dan 8 Port. Peralatan multi port ini mendukung Linux, dan untuk 4 Port hanya tersedia versi ISA. Produkainyna adalah EasyConnection 8/64 PCI Multiport Adapter, yang mampu hingga 64 port serial.

Hall 13

Bytec GmbH, partner dari Siemens ini menampilkan Primergy 870-40 4 way dengan Informix, dan Primergy 070 dengan server Web Apache. SuSE GmbH, menampilkan Primergy 870-40 dengan demo database Oracle. Sedangkan perusahaan Cyrix, menampilkan sebuah produk Internet PC, yang diberi nama Red Zac, yang mulai tersedia sejak April 1999, perangkat Internet PC ini telah diinstal Linux (DLD).

Hall 14

AVM , menawarkan produk kontroler ISDN aktif, dan juga card ISDN pasif FRITZ!. Card-card ini semua dapat dioperasikan dengan menggunakan Linux. Perusahaan ini juga sedang mengembangkan USB-Controller.

Hall 16

Di hall yang menyajikan riset dan transfer teknologi ini ditampilkan beragam penelitian baik yang bersifat penelitian dasar ataupun terapan dari berbagai universitas dan lembaga riset di Jerman. Lembaga riset dan laboratorium tersebut telah membentuk semacam perusahaan yang menangani pemasaran hasil penemuan mereka. Softwarebuero m&b, menyajikan Java-Object database ‘ozone’ dan environment untuk pengembangan software bernama ‘WipeOut’ untuk Linux. Sedangkan dari Universias Kaiserslautern, universitas yang setiap tahun secara rutin mengadakan Linux Tag menampilkan High Performance Linux, suatu solusi Linux untuk sistem terdistribusi yang memiliki kemampuan tinggi dan paralel.

Hall 18

Di hall yang banyak menyajikan teknologi perbankan ini, termasuk perangkat, solusi lengkap bank dan institusi keuangan, sistem perbankan dan jasa finansial. Perusahaan MMS Communication AG com.unit, mendemokan cut sebuah solusi untuk Internet-kios berbasiskan Linux, dengan menggunakan coin untuk pembayaran penggunaannya.

Hall 20

ABAS Software AG, Perangkat lunak yang diberi nama perangkat lunak ‘abas-EKS’ memnberikan solusi untuk perencanaan produksi, penjualan, dan juga finansial. Program ini berbasiskan Object Oriented. Sementara di hall yang sama juga, perusahaan Jerman, CREASO GmbH menampilkan produknya yaitu Interactive Data Language (IDL). IDL adalah suatu program penganalisa data, dan melakukan visualisasi data, yang sering digunakan pada aplikasi teknis dan ilimiah. Produk lainnya adalah IDL on The Net (ION) yang memungkinkan aplikasi IDL berkomunikasi via Internet. Produk DATAMINER memungkinkan proses pertukaran data, dan juga RiverTools yang merupakan program simulasi. CREASO memiliki kebijakan lisensi untuk bidang pendidikan (mahasiswa dan pengajar).

Hall 21

Hall yang ditujukan untuk produk yang berkaitan dengna perekayasaan, disain, produksi serta perencanaan ini menyediakan beragam produk yang berkitan dengan CAD, CAM, GIS, ERP. Di hall ini, ARCAD, suatu perangkat lunak profesional untuk arsitektur digunakan di lingkungan Linux dapat ditemukan. Produk ini ditawarkan bagi mahasiswa hanya seharga 128 DM. Sementara itu perusahaan pembuat perangkat lunak CAD yang sudah cukup terkenal Bentley Systems Germany GmbH., menampilkan Microstation CAD yang juga dapat dioperasikan dengan Linux. Silicon Graphics, juga menawarkan solusi sistem Linux lengkap, dan bahkan berencana membuat distribusi Linux khusus untuk Silicon Graphics

Penutup

Dalam perjalanan dari Hannover, pembicaraan para penonton yang sebagian besar berusia SMA-mahasiswa berkisar tentang Linux. Bukan tentang Windows 2000, bukan tentang Windows NT. Mereka inilah yang akan menjadi pengguna masa depan. Artinya kalau kita bayangkan trend masa depan maka tidak salah lagi bila kita memprediskikan bahwa trend tersebut tidak akan jauh dari Linux. Di samping itu melihat banyaknya perusahaan baru yang bermunculan dengan adanya Linux, terutama perusahaan lokal (Jerman) ini memberikan suatu gambaran bahwa dengan memanfaatkan Linux akan terbukanya kesempatan bagi kita untuk mengeluarkan produk yang dapat bersaing. Juga Linux membuka berbagai kesempatan kerja baru seperti dukungan teknis, penyesuaian produk, penerbitan, pelatihan dan sebagainya yang ini akan baik bagi kondisi setempat. Hal ini menimbulkan dorongan semangat untuk lebih memperkenalkan Linux di Indonesia, karena sangat sesuai dengan keinginan kita sebagai bangsa yang ingin lebih produktif, tidak sekedar pemakai produk jadi atau penjual lisensi belaka.

Tampaknya kita harus sudah mulai berfikir, tidak hanya saja tertarik pada kegenitan suatu produk teknologi, yang diberitakan oleh media pemasaran belaka, tetapi kita juga harus mempertimbangkan faktor teknis, biaya, memperbaiki sumber daya manusia dan terbukanya kesempatan kerja. Kita bisa belajar dari para pengunjung CEBIT ini, yang telah menjatuhkan pilihannya ke Linux. Mereka melihat kesempatan kerja di depan mata. Itu saja, cukup sederhana tidak perlu muluk-muluk.

Ucapan terima kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Martin Lohner dari SuSE GmbH yang telah memberikan izin menggunakan foto-foto yang diperoleh selama pameran. Juga kepada Dan York dari Linuxcare, yang telah memberikan izin untuk menggunakan gambar yang diambil selama pameran dalam tulisan ini. Serta kepada I Wayan Warmada yang telah membuat gambar posisi pendudukan stand Linux, Adang Suhendra (Uni Kassel), dan Hizir (Uni Berlin) yang bersama-sama mengunjungi CEBIT serta mencari informasi untuk tulisan ini.

Penulis : I Made Wiryana, dosen Universitas Gunadarma yang sedang melakukan studi doktoral bidang ilmu komputer di RVS ArbeitsgruppeUniversitas Bielefeld.

 

 

Interaksi Manusia dan Komputer

November 1, 2007

Implementasi Kendali Berbasis Jaringan Sarap Tiruan

OLAP dan Terminologi Multi-Dimensional Database »

<!–

Posted on Monday, April 1st, 2002 at 10:20 am. About Jurnal, IT.

–>

1. Pengembangan Multimedia CBT (Computer Base Training)

Pengembangan Multimedia CBT (Computer Base Training) pada Laboratorium Lingkungan dalam proyek kerja samaPUSLITBANG INKOM – LIPI dengan BAPEDALDA – JAWA BARAT
Oleh : Ade Cahyana dan Devi Munandar

Abstract
Multimedia technology is combine computer hardware and software with electronics technology, developing along with using most multimedia technology in aspect activity. Multimedia CBT application is hoped will help BAPEDALDA duty to presentation or visualization : sampling technique, procedure, laboratory tools visualization, laboratory analyst technique which follow role of government with understanding laboratory environment to accurate data result, than it’s can give precise information to community who need it. This activity is cooperation informatic division in Indonesian Institute of sciences with BAPEDALDA east java.

Intisari
Teknologi Multimedia merupakan perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik, perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir diseluruh aspek kegiatan.
Pada aplikasi multimedia CBT ini diharapkan akan membantu dalam tugas – tugas Bapedalda dalam mempersentasikan atau memvisualisasikan: teknik – teknik sampling, prosedur – prosedur, visualisai peralatan lab, teknik analisis laboratorium yang diikuti dengan aturan pemerintah dll, serta tentang pemahaman peran laboratorium lingkungan dalam menghasilkan data – data yang akurat, sehingga dapat memberikan informasi yang tepat bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Kegiatan ini merupakan kerjasama Pusat Penelitian Pengembangan Informatika dan Ilmu Komputer (PUSLITBANG INKOM) – LIPI dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (BAPEDALDA) – Jawa Barat

Pendahuluan
Lahirnya teknologi multimedia adalah hasil dari perpaduan kemajuan teknologi elektronik, teknik komputer dan perangkat lunak. Kemampuan penyimpanan dan pengolahan gambar digital dalam belasan juta warna dengan resolusi tinggi serta reproduksi suara maupun video dalam bentuk digital, Multimedia merupakan konsep dan teknologi dari unsur – unsur gambar, suara, animasi serta video disatukan didalam komputer untuk disimpan, diproses dan disajikan guna membentuk interaktif yang sangat inovatif antara komputer dengan user, Bila dibandingkan dengan informasi dalam bentuk teks (huruf dan angka) yang umumnya terdapat pada komputer saat ini, tentu informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima dengan kedua indra penglihatan manusia dalam bentuk yang sesuai dengan aslinya atau dalam dunia yang sesungguhnya (reality).

Guna lebih meningkatkan pemahaman akan peran laboratorium lingkungan dan penguasaan materi yang berkenaan dengan laboratorium lingkungan di tingkat pelaksana (kabupaten atau kota) seperti : jenis alat, materi, bahan, prosedur kerja dan lain – lain diperlukan suatu media yang efektif yang dapat menyampaikan informasi.
Salah satu media informasi yang paling elektif adalah media visualisasi multimedia computer base training (CBT) dalam CDROM yang dijalankan diatas perangkat komputer, dengan konsep multimedia CBT, informasi yang ditampilkan secara efektif dan atraktif, sehingga penyerapan informasi oleh penguna menjadi lebih baik.
Dalam hal ini Bapedalda Jawa Barat memahami betapa pentingnya laboratorium lingkungan dalam pengeloaan lingkungan terutama dalam menghasilkan data – data yang akurat, sehingga dapat memberikan informasi yang tepat dalam pengambilan keputusan.

Pengembangan Multimedia CBT
Dalam Pengembangan Multimedia CBT Laboratorium Lingkungan melalui tahapan – tahapan diantaranya:
1. Penentuan tujuan pengembangan aplikasi dan persyaratan aplikasi
Tujuan dan manfaat yang dicapai dengan pengembangan Multimedia CBT laboratorium lingkungan ini adalah :
• Meningkatkan kesadaran aparat, instansi terkait serta tentang pentingnya suatu laboratorium lingkungan dalam mendukung kegiatan khususnya dalam hal mendapatkan suatu validitas data;
• Tersedianya paket presentasi atraktif terpadu dari beberapa masalah yang lazim terjadi di daerah yang pada akhirnya dapat disadari akan pentingnya “good laboratory practice�?;
• Tersedianya suatu panduan laboratorium lingkungan dalam bentuk visualisasi elektronic yang berisikan peraturan, prosedure kerja, alat – alat laboratorium dan pratik pengukuran terhadap paramenter yang lazim digunakan;
• Tersedianya stock foto slide yang akraktif dan cukup baik dan dapat dipergunakan sekaligus dalam pembuatan layanan masyarakat.
2. Perancangan aplikasi/disain
3. Pembuatan storyboards (alur jalannya aplikasi multimedia)
4. Pembuatan/Pengolahan data –data digital, mencakup hal – hal seperti:
- penentuan jenis data digital yg hendak ditampilkan
- pembuatan dan pengumpulkan materi yang diperlukan
- Digitasi
- Pengolahan data digital dan konversi format data digital
5. Pemrograman aplikasi dengan menggunakan Multimedia Authoring System
6. Pengujian aplikasi
7. Distribusi aplikasi
8. Pemeliharaan aplikasi [1]

Pada tahapan – tahapan ini menghasilkan suatu aplikasi Multimedia CBT laboratorium lingkungan yang dapat dapat dijalankan langsung dari sebuah CDROM pada perangkat komputer berkemampuan multimedia yang memiliki karakteristik utama, meliputi sebagai berikut :
1. Animasi logo Pemda Jawa Barat pada pembukaan
2. Data tentang laboratorium lingkungan di wilayah Jawa Barat
3. Referensi dasar hukum dari laboratorium lingkungan yang lengkap : SK.Gubernur, Kep.Men.Lingkungan hidup
4. Video klip tentang teknik sampling air
5. Video klip yang menggambarkan beberapa proses analisa
Seperti pada gambar 1.Logo menu awal dari Multimedia CBT

Menu Multimedia CBT

Gambar.1.Menu Multimedia CBT

Gambar 2. Peta laboratorium lingkungan yang berada di Jawa Barat

Dalam pengembangan suatu perangkat lunak Multimedia CBT laboratorium lingkungan di wilayah Jawa Barat berisikan informasi – informasi yang berkaitan dengan :
1. Daftar nama – nama laboratorium lingkungan
2. Peraturan perundang – undangan tentang laboratorium lingkungan
3. Pengelolaan laboratorium lingkungan
4. Peralatan – peralatan laboratorium lingkungan
5. Teknik sampling air limbah dan air sumber
6. Teknik analisis laboratorium
7. Teknik analisis lapangan
8. Matriks standar metode analisis
9. Baku mutu lingkungan [2]
Informasi – informasi yang mendukung pengembangan multimedia CBT ini mencakup beberapa tahapan yang dilalui diantaranya :
• Definisi persyaratan teknis
• Disain perangkat lunak
• Pengumpulan data dan materi
• Pemrograman
• Testing
Contohnya : pada gambar 3.

Gambar.3 Kumpulan referensi laboratorium lingkungan

Deskripsi dan Persyaratan aplikasi
Aplikasi perangkat lunak Multimedia CBT tentang laboratorium lingkungan di wilayah Jawa Barat mencakup materi sebagai berikut :
• Pengenalan tentang pentingnya laboratorium lingkungan
• Informasi mengenai laboratorium lingkungan di wilayah Jawa Barat
• Peraturan perundangan yang berkaitan dengan laboratorium lingkungan
• Visualisasi instrumen/peralatan laboratorium lingkungan
• Prosedur pengambilan sampling dan analisa kualitas sumber air
• Prosedur pengambilan sampling dan analisa kualitas air limbah
Seperti pada gambar.4 Visualisasi instrumen dan prosedur sampling

Gambar.4 Visualisasi instrumen dan teknik sampling

Persyaratan aplikasi harus terpenuhi guna mendukung sistem multimedia ini yaitu dengan :
• Ukuran resolusi 640 X 480
• Platform komputer barbasis minimum / setara dengan Pentium MMX –200 Mhz
• Base memory minimum RAM 64 Mbyte
• CDROM Drive minimum 12 X
• VGA card dengan memory minimum 2 Mbyte
• Soud card kompatible dengan soudblaster creative Lab.
• System operasi windows dengan konfigurasi multimedia PC
• SVGA monitor, speaker aktif, mouse dan keyboard
• Format materi digital :
• Citra digital : Windows JPEG (joint photographic expert group), 256 indexed colors, GIF (graphic interchange format), TIFF (tagged image format)
• Suara Digital : Windows Wave form 8–bit stereo 22 Khz, WAV (windows audio format)
• Musik digital : Windows MIDI (musical instrument digital inface)
• Video Digital : Windows AVI (audio video interleaved), (320X240, MS Video 1 compression
• Animasi 3D : Windows AVI (audio video interleaved), 320X240, MS Video 1 compression
• Interaksi dengan user menggunakan mouse dengan metode tekan tombol dan navigasi

Alur Menu Utama yamg terdapat pada aplikasi Multimedia lab.Lingkungan Jawa Barat

Gambar 5 Alur Menu Utama yamg terdapat pada aplikasi Multimedia lab.Lingkungan Jawa Barat

Salah satu alur program menu referensi buku panduan
Gambar 6. Salah satu alur program menu referensi buku panduan

Kesimpulan
Dengan memanfaatkan teknologi multimedia kiranya semua bidang yang dilakukan akan menambahkan suatu visualisasi yang lebih menarik, lebih hidup, baik dalam ekspresi program maupun cara berkreatifitas, Penerapan multimedia CBT di Bapedalda Jawa Barat akan membantu sebagai media presentasi laboratoruim lingkungan guna mendukung data–data yang akurat dalam pengambilan keputusan serta dapat menginformasikan secara visual kepada masyarakat yang membutuhkannya tentang keberadaan laboratorium lingkungan di wilayah Jawa Barat.

Daftar pustaka:

1 Deni. DM, Multimedia dan Aplikasinya , Jurnal Teknokogi Informasi Inkom No ISSN 1411-3740, Vol 1 No.2 Bulan Agustus Tahun 2000.
2.Laporan akhir Proyek Multimedia Puslitbang Inkom dgn Bapedalda Jawa Barat. Tahun 2000
3.Dottie Natal & Erik Reitan, Using Asymetrix Multimedia Tools Book 4.0, Que, 1995

2.Ledakan Maklumat

Berasaskan langkah yang disarankan oleh Hutchinson, et al. (1992), jelaslah bahawa tahap kesedaran penggunaan ubat di Malaysia umumnya masih agak rendah kerana masyarakat kita masih kurang peka (atau tidak disedarkan) tentang pentingnya maklumat kepada proses penggunaan ubat-ubatan, ataupun farmakoterapi khasnya. Ini bukan saja tertumpu kepada orang ramai atau masyarakat awam, tetapi termasuk juga para profesional kesihatan. Walaupun kini terdapat langkah-langkah tertentu yang diambil, tetapi masih tidak memadai. Malah ini lebih penting lagi ditekankan kepada kumpulan profesional kerana mereka tidak dapat tidak terlibat dengan proses penggunaan ubat dan merupakan satu daripada sumber nasihat serta maklumat untuk pesakit dan orang ramai sekurang-kurang semasa mereka mendapatkan rawatan. Ini menjadi tanggungjawab yang tidak boleh diabaikan jika diambil kira perkembangan maklumat semasa dalam aspek kesihatan. Childs (1995a) mencadangkan diwujudkan Just-in-Time Knowledge memandangkan asas pengetahuan perubatan berlipat ganda setiap tiga hingga lima tahun.

Satu kajian oleh Barnett (1989) menunjukkan bahawa penerbitan yang dihasilkan dalam bidang bioperubatan dianggarkan sebanyak 600,000 makalah dalam setahun. Mengikut pengkaji tersebut, sekiranya seseorang itu membaca dua makalah berkenaan setiap hari, dalam setahun ia masih akan ketinggalan tidak kurang daripada 800 tahun dalam bidang tersebut. Ini jelas menunjukkan betapa pesatnya perkembangan maklumat dewasa ini dan betapa mustahaknya maklumat yang digunakan adalah yang terkemaskini. Ledakan maklumat seumpama ini akan membebankan masalah struktur dan organisasi yang ada jika tidak ditangani dengan baik. Persediaan menghadapi cabaran ini akan menentukan sama ada kita terus berkembang sejajar dengan masa atau tidak.

Dalam bidang farmakoterapi ataupun lebih umum lagi farmasi, keadaan yang sama dapat dikatakan berlaku (Thurlow 1983). Jika dahulunya ubat-ubatan ditemui secara kebetulan, apa yang disebut sebagai “serendipiti” seperti contoh-contoh ubat di dalam jadual 2, kini keadaan telah banyak berubah.

Mengikut Knapp (1992) bidang seumpama ini akan terus menghadapi perubahan memandangkan pengetahuan saintifik kini berlipat ganda setiap 22 bulan. Bayangkan apakah yang akan terjadi menjelang tahun 2020, lebih daripada 220 bulan daripada sekarang dengan kadar pertumbuhan ilmu yang diramalkan. Asas ilmu yang ada akan terus berganda sekurang-kurangnya 10 kali. Apatah lagi jika diambil kira puluhan ribu ubat-ubatan yang sedia ada kini, masing-masing diiringi dengan maklumat perincian yang khusus. Kedudukan ini menjadi lebih kompleks lagi dengan meningkatnya kajian pelbagai disiplin dan antara profesional dalam bidang farmasi dengan farmakoterapi khususnya. Dari satu segi, data yang diperoleh memerlukan pengurusan teratur supaya penggunaannya dapat diperbaik. Walaupun masih terdapat maklumat atau data yang agak konvensional yang mudah diurus, namun semakin banyak maklumat yang tidak konvensional yang memerlukan penanganan yang agak berbeza. Malah dijang- kakan lebih banyak maklumat jenis ini akan diterima mengikut perkembangan teknologi semasa. Maklumat jenis ini agak tidak berstruktur, sering tidak selamat dan mudah diolah menggunakan teknologi maklumat.

Tambahan pula data yang diterbitkan tidak lagi terbatas dalam bentuk teks sahaja, tetapi terdapat juga kini data serta maklumat dalam bentuk angka (dengan wujudnya disiplin farmakokinetiks), mahupun yang visual (daripada reka bentuk berpandukan komputer) yang perlu difahami dan dihayati. Lantas, ia memungkinkan kefahaman farmakoterapi yang lebih mendalam: umpamanya bagaimana ubat sebenarnya berperanan dalam merawat penyakit, di samping menunjukkan perubahan terapeutik yang akan dinikmati, ataupun kesan sampingannya. Ini akan membolehkan interaksi antara profesional kesihatan dengan pesakit menjadi lebih teliti dan rapat, dan proses rawatan, khususnya pengurusan farmakoterapi, lebih berkesan serta rasional. Implikasinya kepada kualiti penjagaan kesihatan amatlah nyata.

Selain itu, ubat-ubatan lama yang sedia ada mendapat perhatian semula dengan berbagai-bagai maklumat baru yang ditemui.Contohnya ubat aspirin, diperkenalkan hampir 100 tahun dulu untuk tujuan meredakan demam, tetapi kini mempunyai pelbagai kegunaan. Pendek kata tanpa mengikut kadar perkembangan maklumat semasa, keupayaan seseorang itu mengamal, mentakrif dan mentafsir tanggungjawabnya sebagai seorang ahli profesional yang berwibawa dan beretika akan turut tercabar.

Malah talidomid yang pernah mencacatkan sekurang-kurangnya 12,000 bayi pada awal tahun 1960-an dan kemudiannya diharamkan, kini dikaji semula untuk digunakan dalam membantu pesakit yang menjalani pemindahan tulang sumsum. Artritis reumatoid adalah satu lagi penyakit yang disasarkan untuk talidomid, begitu juga keadaan lain seperti sindrom Behcet (sejenis lupus yang menyebabkan ulser kulit) mahupun ulser mulut khususnya bagi pesakit AIDS. Dua syarikat ubat sedang mendapat pengesahan untuk mengujinya (Pharmacy Update 1991).

Pada masa yang sama, berbagai-bagai ubat baru akan dipasarkan. Kini, WHO menganggarkan lebih daripada 100,000 ubat dipasarkan di seluruh dunia (WHO 1988). Bilangan ini kian bertambah dari semasa ke semasa dengan jenis yang lebih canggih dan poten (Fisher 1992; Health 1993). Menjelang tahun 2000, bentuk dosis yang sering digunakan untuk menyampaikan ubat-ubatan akan menjadi lebih sempurna dan tepat. Penggunaan teknologi baru telah mewujudkan berbagai-bagai inovasi dalam teknik penyam-paian ubat-ubatan seperti sistem penyampaian magnetik atau-pun sistem biomolekular yang lain. Selain itu, kumpulan ubat baru seperti utraseutikal” ataupun superfood (hasil-an makanan yang mempu-nyai sifat terapeutik) juga akan turut dipasarkan (Childs 1995b). Mengikut Minkin (1995) ubat-ubatan “pintar” (smart drugs) akan dipasarkan dengan meluas sebelum tahun 2000. Kum-pulan ubat ini kini meru-pakan kesepuluh terbesar yang dikaji. Marriott (1996) pula memetik bahawa akan ada pula satu kelas “kosmetik farmaseu-tikal” yang akan terbit untuk membolehkan persolekan dilakukan (seperti menukar warna rambut) dengan hanya memakan pil tertentu. Ini tidak termasuk pelbagai jenis “ubat” lain, sama ada yang “haram” mahupun tiruan dan sebagainya (Masland & Marshall 1990; WHO 1992; Silverman, Lydecker & Lee 1990).

Aspirin apabila sering kali digunakan dalam dos yang agak rendah dapat mengurangkan risiko kanser kolorektum pada wanita mengikut satu kajian jangka panjang dan meluas baru-baru ini. Walau bagaimanapun, kesannya mungkin tidak ketara sehingga selepas sepuluh tahun kata penyelidik daripada Harvard
University dan Hospital Wanita dan Brigham di Boston. Menggunakan aspirin lebih sedikit daripada setengah tablet sehari mengurang-kan risiko kanser sehingga 44 peratus.
Sumber: Giocannucci et al. 1995;
Marcu 1995.

Dalam semua keadaan ini, hanya dengan adanya maklumat yang lengkap dan sempurna saja baru dapat yang tulen dengan yang tiruan dibezakan dan hak kesihatan terjamin.

Keadaan ini menjadi lebih mendesak lagi jika diambil kira perbezaan maklumat yang wujud antara dunia maju dengan dunia membangun. Pada amnya terdapat ketandusan maklumat dalam negara membangun (Melrose 1982; Lexchin 1995). Di Dunia Ketiga, rata-rata penyebaran maklumat ubat-ubatan banyak dilakukan oleh pihak industri yang sering kali terhad dan berat sebelah (Lexchin 1995; Chetley 1990) seperti yang digambarkan di dalam rajah 5.

Di Malaysia ini banyak berlaku semasa ubat-ubatan tidak diwajibkan pendaftaran dengan pihak tertentu, terdapat perbezaan maklumat saintifik yang amat menonjol baik bagi ubat yang sama ataupun sejenis sekalipun. Semuanya ini jika dibenarkan berlaku di persekitaran kita boleh mempengaruhi proses pemindahan maklumat, apa lagi ilmu, sama ada disedari ataupun tidak. Sebab itu juga masalah penggunaan ubat wujud dalam kalangan masyarakat kita. Soalnya sekarang, apakah yang perlu kita lakukan supaya keadaan ini dapat diimbangi semula serta meningkatkan kesedaran rakyat tentang penggunaan ubat yang paling baik?

Rajah 5. Aliran maklumat yang sering terdapat dalam masyarakat di negara membangun Jelasnya kita memerlukan satu pendekatan baru, dan satu penyelesaian yang nyata adalah dengan pengemblengan peranan sains dan teknologi maklumat dalam bidang farmasi dan farmakoterapi. Kepesatan dalam kedua-dua bidang ini adalah seiring hasil pengaruh perkembangan dan percambahan penemuan, dan ini sekaligus memerlukan teknologi maklumat untuk memperluaskan lagi penyebaran dan pemakaian ilmu berkenaan. Pada kadar ledakan maklumat yang sedang berlaku, kemajuan teknologi maklumat merupakan satu alternatif paling baik untuk menyokong keputusan farmakoterapi (Johnston et al. 1994). Berasaskan ini, satu perubahan radikal dari segi saiz, struktur dan amalan yang berbantukan teknologi menjadi amat penting. Ia perlu mengambil kira keupayaan yang boleh membawa sekaligus pengetahuan dan pengalaman untuk membentuk satu sistem sokongan perkhidmatan dan maklumat kesihatan yang lebih bermakna.

Mengikut satu definisi, secara ringkasnya teknologi maklumat boleh dianggap sebagai:

…cara baru penyimpan, memproses dan menyalurkan maklumat yang dihasilkan oleh pembangunan yang pantas dalam bidang elektronik, pengkomputeran dan telekomunikasi (New Society 1982).

Banyak proses serta khidmat telah dapat diwujudkan dengan percantuman tiga teknologi tersebut. Mel elektronik (e-mel), videotek, teleteks, dan rangkaian setempat mahupun antarabangsa adalah contoh yang menggunakan gabungan ketiga-tiga ini. Hasilnya amat berbeza sekali dengan teknologi “lama” yang beroperasi secara berasingan dan bukan dalam satu sistem bersepadu atau pelbagai fungsi. Ambil saja telefon atau teleks misalnya. Don Tapscott dan Art Caston (1993) telah menyenaraikan perubahan daripada media tunggal— masing-masing menangani bentuk maklumat berbeza-beza (data, teks, suara dan imej) kepada multimedia yang berupaya menggabungkan bentuk maklumat ini sebagai satu daripada lapan anjakan teknologi yang kritikal yang sedang berlaku dewasa ini. Walaupun perkembangan multimedia masih dianggap dalam peringkat awal (Eungblut & Aw 1995), ia mempunyai potensi tinggi dalam berbagai sektor termasuk kesihatan. Malah hampir satu dekad lalu Saba dan McCormick (1986) telah memerhatikan bahawa sistem maklumat berautomasi, termasuk teknologi penjagaan kesihatan berautomasi, beransur-ansur menjadi kebiasaan dalam persekitaran penjagaan kesihatan. Kini misalnya, teknologi dialisis peritoneal ambulatori, tomografi aksial berkomputer (alat imbas CAT), resonans magnetik nuklear (NMR) serta ultrasound tidak lagi dianggap asing dalam penjagaan kesihatan semasa. Malah ciptaan alat imbas CAT, dianggap sebagai
satu-satunya peralatan yang menggabung-kan teknologi daripada dua era—teknologi industri dan maklumat (Bunch & Hellemans 1994).

Dari segi pengurusan farmakoterapi pula, banyak juga peralatan seperti ini telah diperkenalkan. Contohnya peralatan seperti pam infusi intravena berautomasi untuk bendalir dan ubat-ubatan (terutamanya bagi mengawal nyeri), penggunaan arus elektrik (melalui bateri) dalam menyampaikan ubat melalui “plaster” transdermal yang dilekatkan pada kulit (TDS) dan sebagainya. Khusus kepada sistem maklumat, teknologi banyak menyokong dalam membuat keputusan dengan cepat dan tepat melalui pangkalan data elektronik sebagai satu sistem berautomasi yang berteraskan komputer. Sistem seumpama ini tidak lagi terpencil bahkan disambung kepada satu pusat sumber maklumat seperti National Library of Medicine (Sinclair 1987). Penggunaan robot atau lebih dikenali sebagai inforobot dan knowbot (Minkin 1995) kini sudah mula diperkenalkan untuk mengendalikan “lautan” maklumat yang dihadapi oleh organisasi tertentu. Ringkasnya, seperti bidang sains bioperubatan, sains maklumat juga mengalami perkembangan yang amat pesat, mungkin lebih ketara lagi jauh melintasi impian Charles Babbage. Dalam konteks ini, tahun 1996 membawa pengertian yang mendalam dari dua sudut. Pertama, ia merupakan ulang tahun kesepuluh minikomputer buatan Malaysia yang per-tama dilancarkan oleh Menteri Sains, Teknologi dan Alam Sekitar, pada 8 Mac 1986. Ini meletakkan Malaysia dalam satu kedudukan yang agak memberangsangkan sebagai bukan saja pengguna komputer malah pembuat alat tersebut seperti yang tersirat dalam satu daripada cabaran Wawasan 2020.

Charles Babbage (1792–1871) seorang profesor matematik, disebut sebagai “Bapa Komputer” telah cuba membuat suatu mesin pengira mekanikal yang besar. Mesin yang dinamakan The
Difference Engine itu tidak dapat disempurnakan, begitu juga dengan rekaannya yang terkemu-dian seperti The Analytical Engine atau The Mill. Namun tiada lagi rekaan yang setanding
wujud sehinggalah tahun 1940-an.

Cabaran Keenam Wawasan 2020: membentuk sebuah masyarakat yang bersifat sains serta progresif, berdaya cipta dan berpandangan jauh ke hari muka, yakni sebuah masyarakat yang bukan sahaja dapat memanfaatkan teknologi kini tetapi turut menjadi penyumbang terhadap pembentukan peradaban sains dan teknologi pada masa hadapan.
ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) mula beroperasi pada 14 Februari 1946 hasil teknologi perang yang
dicipta untuk tentera Amerika Syarikat semasa Perang Dunia II. Diilhamkan oleh dua penyelidik John W. Mauchly (meninggal pada tahun 1980) dan John Presper Ecknert (meninggal pada tahun 1995), daripada University of Pennsylvania, ENIAC berdi-mensi lebih daripada 30 meter (100 kaki) panjang dan 30 tan berat. Mesin ini terpaksa dimuatkan dalam satu bilik
berhawa dingin khas yang mengandungi talian wayar yang berbatu-batu panjangnya disokong pula oleh beribu-ribu alatan
bantuan lain.
Sumber: Shurkin 1996.

Hal yang kedua, adalah kerana tahun 1996 meru-pakan ulang tahun ke-50 ciptaan komputer pertama yang dikenali sebagai ENIAC. Ketika itu mesin ini boleh mendarab angka lima digit sebanyak 5,000 kali dalam masa setengah saat. Ini sudah dianggap amat meng-kagumkan kerana ia dikatakan 100 kali lebih pantas daripada mesin pengira yang ada. Tetapi sekarang ini komputer peribadi (desktop PC) saja telah melebihi 1,000 kali ganda kepantasan pemprosesannya serta berupaya menyimpan data berjuta-juta kali banyaknya. Bahkan para saintis sedang membina pula mesin yang mempunyai keupayaan 100 bilion kali lebih cepat daripada ENIAC. Ini semua berpunca daripada pembentukan mikrocip yang semakin pantas sejak tahun tahun 1970-an; hasil sains mikroelektronik, menggunakan bahan serta proses pembikinan baru (Evans 1981). Satu cip silikon berukuran 5 milimeter mengandungi litar komputer yang dahulunya dimuatkan satu bilik besar berserta beribu radas lain. Kesannya adalah satu rombakan besar dalam pemasaran komputer yang lebih cenderung kepada jenis yang lebih kecil tetapi berprestasi tinggi seperti yang digambarkan di dalam rajah 6.

Rajah 6. Skema imbasan perkembangan komputer mengikut anggaran nilai pasarannya.
Sumber: Rollos 1992.
Rata-rata perubahan dalam teknologi komputer, termasuk perisian, adalah begitu cepat sekali (Hoffman 1990; Swerdlow 1995; Business Week 1995). Malah sebagai perbandingan, sekiranya industri kapal terbang berkembang secepat itu dalam masa suku abad, sebuah kepal terbang Boeing 767 hari ini berharga hanya US$500 dan boleh mengelilingi dunia dalam masa 20 minit menggunakan 20 liter minyak (Mandil 1989).

Walau bagaimanapun, yang lebih menarik adalah perkembangan teknologi kini seolah-olah diilhamkan sains hayat amnya. Hari demi hari perkembangan teknologi umumnya menggunakan sains hayat sebagai model ciptaannya. Istilah asas seperti mouse, virus, intelligence, neurocomputing mahupun neural networking menggambarkan kaitan rapat konsep yang berakar umbi daripada sains hayat mahupun perubatan (Allman 1989). Bahkan cabaran yang paling hebat untuk saintis komputer adalah untuk membentuk generasi komputer “berfikir” seperti otak manusia itu sendiri—apa yang dikenali sebagai “komputer generasi kelima” (Computimes 1992). Nampaknya gabungan sains hayat dan teknologi semakin sehari menjadi lebih dekat, sehingga ahli sains boleh dikatakan sedang bersaing melewati komputer untuk menandingi otak manusia (Freedman 1995; Aleksander 1996). Ini akan menjadi lebih jelas kelak apabila berlangsungnya The IBM Chess Challenge Rematch pada 3–10 Mei 1997, di bandar raya New York. Jaguh catur 11 tahun berturut-turut, Gary Kasparov dijangka akan dicabar oleh sebuah superkomputer IBM, Deep Blue—yakni perlawanan antara minda manusia dengan keupayaan mesin.

Teknologi yang digunakan dalam membentuk Deep Blue telah memungkinkan pengkomputeran yang lebih kompleks seperti dinamis molekular dipelopori dan diaplikasikan dalam pembangunan farmaseutikal (Shukor 1996a). Menurut Nicholas Negroponte, seorang profesor dan pengasas serta pengarah Media Laboratory di Massachusetts Insitute of Technology (MIT), dalam satu temu ramah di Malaysia baru-baru ini (Computimes 1996a) menyatakan bahawa arus teknologi yang akan menyusur adalah berbentuk bio-teknologi, kejuruteraan DNA serta nanoteknologi.

Sir Walter Bodmer, Pengarah Imperial Cancer Research Fund di United Kingdom mengiktiraf bahawa sains membuat satu loncatan kuantum dalam tahun 1973 apabila teknologi DNA menjadi kenyataan (WHO 1994b). Oleh itu tidak hairanlah jika pada satu hari kelak terdapat seorang jurutera komputer yang mereka bentuk ubat-ubatan untuk dibuat oleh para saintis kesihatan. Ini sudah pun dimulakan lebih dari satu dekad lalu. Ramai ahli sains di universiti dan syarikat DNA (Deoxyribonucleic acid)—inti utama kromosom bagi semua organisma. DNA memainkan peranan penting dalam sintesis protein, dan bertanggungjawab untuk mengalirkan ciri-ciri keturunan daripada induk/ibu bapa kepada zuriatnya. ubat-ubatan menggunakan komputer sebelum menguji bahan yang direka ciptanya di dalam makmal. Ini akan membuat usaha mereka cipta ubat-ubatan lebih rasional selain mengurangkan belanja dan masa. Pendekatan ini jauh bezanya dengan pendekatan tradisional sejak manusia mula menggunakan berbagai-bagai bahan untuk dijadikan ubat. Usaha lama ini lebih berbentuk trial and error dan juga nasib, termasuk serendipiti seperti yang dimaklum terdahulu daripada ini (jadual 2). Tidak hairanlah oleh itu daripada hampir 10,000 sebatian yang disaring, hanya satu akan dipasarkan kesudahannya. Komputer akan menukar semua ini apalagi apabila ia melibatkan struktur lebih kompleks seperti molekul DNA, enzim mahupun protein jenis lain melalui kaedah molecular mapping (Bartusiak 1981).

Malah Negroponte (1995) turut mengajukan satu konsep komunikasi baru yang mengimbangkan dunia teknologi dan manusia; mesin yang boleh mendengar, bertutur dan berfikir. Inilah yang diimpikan oleh beliau melalui penyelidikannya di MIT. Dan mengikut seorang penyelidik di Media Lab tersebut, mereka sedang mereka cipta satu komputer yang begitu kecil yang boleh diguna misalnya di dalam kasut, jam, pin tali leher. Alat komputer ini boleh berkomunikasi antara satu dengan lain melalui “jaringan tubuh” (Wearware) dan juga dengan komputer lain di mana saja. Ini sudah pun diuji melalui projek Things that Think (Guterl 1995). Malah makmal tersebut sedang mengkaji kemungkinan komputer ditenagai oleh tubuh manusia (Weise 1996).

Semua kemajuan ini memperlihatkan perkembangan sains nanoelektronik yang menjanjikan komputer lebih kecil yang boleh “ditempatkan” di dalam badan untuk memantau fungsi fisiologi secara berterusan (Dasta et al. 1992). Brand (1987) telah lama mengagakkan kemajuan pemprosesan isyarat yang boleh memantau fungsi fisiologi utama melalui satelit dari mana-mana di ruang angkasa. Baru-baru ini pada sebuah bengkel anjuran syarikat penerbangan Boeing (Boeing Computers Workshop) berbagai komputer begitu kecil turut dipamerkan termasuk yang sebesar saiz pil yang boleh ditelan untuk memantau suhu dalaman badan (Weise 1996). Selaras dengan perkembangan ini, dari segi farmakoterapi, pengaruhnya agak ketara dengan berbagai-bagai ciptaan berbantu teknologi (Hepler 1990). Grobe (1994) telah pun meramalkan bahawa inovasi teknologi berpotensi menukarkan cara penjagaan kesihatan yang sedang diamalkan. Ini termasuklah pengecilan komponen elektronik, digitisasi data yang
memungkinkan implantasi pam insulin dan pemantauan statusnya melalui perkhidmatan telefon dari mana saja. Misalnya, kini terdapat sebuah mikropam (termasuk gear dan giroskop) berbantu teknologi komputer yang sedang diuji (lihat rajah 7).

Alat yang berukuran 1 mm persegi yang dibuat daripada silikon ini boleh digunakan untuk menyampaikan ubat-ubatan secara langsung di dalam badan serta mikrorobot untuk “membersihkan” saluran darah mahupun “memper-betulkan” saraf.

Dari sudut penemuan ubat-ubatan pula, seperti yang dikatakan oleh Negroponte, ubat-ubatan bioteknologi merupakan satu lagi gabungan sains hayat serta teknologi yang banyak akan mempengaruhi farmakoterapi. Kini ubat-ubatan bioteknologi yang sedang diuji secara klinikal meningkat sebanyak 64 peratus dalam masa lebih kurang
24 bulan yang lalu. Bilangan ini meningkat daripada 143 kepada 234 sejak tahun 1993 mengikut kajian terbaru tentang perkembangan ubat-ubat bioteknologi di Amerika Syarikat yang dikendali oleh Pharma-ceutical Research and Manufacturers of America (PhRMA 1995a).

Pengilangan insulin misalnya memerlukan 30 juta khindzir setahun. Melalui kaedah bioteknologi tidakmemerlukan haiwan berkenaan dan boleh dihasilkan dengan banyaknya. Eritropoietin pula, yang penting untuk pesakit yang bergantung kepada buah pinggang tiruan, hanya boleh dibentuk melalui bioteknologi.Sumber: Internet 1994.

Rajah 7. Skema enjin mikropam yang sedang diusahakan Sumber: Sandia National Laboratories, Amerika Syarikat. Bioteknologi berasaskan antibodi monoklonal ialah kategori utama yang berkembang dengan pesatnya dalam masa agak singkat (Hall 1995); sedangkan vaksin yang kedua. Pelbagai produk magic bullet diharapkan akan dapat dihasilkan untuk merawat penyakit seperti kanser, AIDS, penyakit Lou Gehrig’s (ALS), penyakit Lyme, sklerosis pelbagai (MS) dan lain-lain lagi. Ini diakui oleh WHO yang menganggap kemajuan dalam bidang bioteknologi, khususnya pembentukan vaksin baru akan dapat menyela-matkan 12 juta kematian setahun akibat penyakit berjangkit di negara membangun (WHO 1994b). Vaksin hepatitis B, insulin dan eritropoietin adalah antara produk baru yang terhasil daripada aplikasi bioteknologi untuk membolehkannya dikilangkan dengan banyak. Dua vaksin kolera berasaskan kejuruteraan genetik telah pun dilesenkan di sesetengah negara baru-baru ini. Vaksin ini akan lebih berkesan dan akan menggantikan yang lama yang dihasilkan secara konven-sional. Bioteknologi juga banyak membantu dalam bidang diagnosis dan pencegahan.

Kecenderungan perkembangan seumpama ini cukup secucuk dengan saranan John Naisbitt di dalam bukunya Megatrend 2000 yang menggelarkan tahun-tahun menjelang abad ke-21 sebagai The Age of Biology (Naisbitt & Aburdene 1990). Semua ini akan merevolusikan bukan saja farmako-terapi tetapi juga jenis dan ketepatan maklumat farmako-terapeutik yang diperlukan. Penghasilan maklumat baru ini membayangkan inovasi dalam teknologi perubatan. Misalnya sistem penyampaian ubat-ubatan transdermal (TDS) yang biasanya digunakan dalam bentuk “plaster” dalam rawatan penyakit jantung (nitrogliserin), keadaan putus haid (estrogen), mabuk jalan kopolamin) ataupun untuk berhenti merokok (nikotin) kini diolah semula dengan menggunakan teknologi low-frequency ultrasound bagi menambahkan lagi kesan farmakoterapinya.
Oleh itu, dunia maklumat dan teknologi komunikasi lagi sekali dikatakan dalam era perubahan yang revolusineri dan kesannya kepada penjagaan kesihatan tidak kurang hebatnya (Morrison 1996a).

Internet adalah singkatan pada International Network yakni satu kumpulan komputer yang disambungkan antara satu dengan lain melalui kabel untuk membolehkan maklumat ditukar-tukar (termasuk surat-menyurat secara elektronik dan pemindahan fail serta perisian) hampir sekelip mata dan bila-bila masa antara perseorangan atau organisasi di merata dunia. Perkhidmatannya dijangka akan berkembang lagi untuk membolehkan video-sidang antara beberapa pengguna, siaran audio dan video serta “bertelefon” melaluinya. Oleh itu ia juga dipanggil sebagai “lebuh raya maklumat” sekurang-kurangnya pada peringkat awal pembinaan.

Jika ENIAC pada tahun 1940-an tidak dijangka boleh mencetus berbagai-bagai ciptaan lain, kini komputer pula telah memeranjatkan dunia sekali lagi dengan pelbagai rupa dan bentuk ciptaan. Pada tahun 1980-an, komputer yang sedekad sebelumnya dianggap hanya sebagai barang mainan, mula digunakan sebagai alat produktiviti dalam perniagaan. Kemudian pada awal tahun 1990-an ia diguna untuk pendidikan multimedia dan untuk hiburan di rumah. Kini pula sebagai alat infokomunikasi apabila komputer berupaya membentuk satu perangkaian sesama sendiri baik secara setempat (LAN) mahupun yang lebih luas lagi (WAN atau MAN). Akhirnya satu rangkai global diterajui dalam bentuk yang kita kenali sekarang ini sebagai internetworking ataupun lebih lazim lagi “Internet”, satu kaedah komunikasi baru berbeza dengan corak media massa yang lazim dikenali.

Dekad tahun 1990-an dan seterusnya memperlihatkan pertumbuhan Internet yang begitu pesat berkembang sehingga menghubungi jutaan komputer di seluruh dunia dan terbina pula satu platform perangkaian multimedia yang dikenali sebagai World Wide Web (WWW) atau The Web. Platform WWW ini telah diterokai oleh CERN European Laboratory for Particle Physics) di Geneva yang berhasrat mereka cipta satu sistem hipermedia yang menyelu-ruh. Ia mempunyai kelebih-an menyusun apa juga teks berkaitan tajuk yang sama supaya lebih mudah dicari melalui Internet. Oleh itu maklumat yang lebih menye-luruh dapat diperoleh sekali-gus tanpa mengira sumber dan berkaitan dengan apa saja.

Multimedia merupakan gabungan data, grafik berwarna, musik, pertuturan, gambar kaku dan beraksi, yang
dirakamkan dalam ingatan optikal (seperti cakera padat dan cakera optikal) dan mudah didapatkan semula. Walau-pun ketika ini ia menghadapi beberapa batasan perisian dan
pendidikan, ini dijangka akan dapat diatasi dalam sedikit masa lagi.

Ini membuat Internet begitu penting sebagai satu media maklumat yang unggul. Jika dahulu maklumat saling bertukar-tukar dan dikongsi melalui bahan cetak seperti akhbar, majalah dan jurnal yang diterbitkan secara berkala, kini Internet telah membolehkan ini dilakukan hampir serta-merta dan hampir sepanjang masa. Tambahan dari itu, Internet tidak pasif mahupun hanya alir satu hala daripada penerbit kepada pembaca atau penuntut. Internet membuka peluang untuk komunikasi interaktif membolehkan maklum balas dibuat serta-merta. Internet diandaikan seperti teknologi percetakan ofset dalam tahun 1960-an yang membolehkan media cetak tersebar lebih luas dengan murah serta tiada sempadan. Ia sudah tentu akan sekali lagi menukar masyarakat kita seperti juga bahan cetak menukar masyarakat pertanian ekoran Revolusi Industri (Hudson 1992). Malah tahun 1995 dikenali sebagai “Tahun Internet” oleh majalah Newsweek (Dis. 25, 1995/Jan. 1, 1996), begitu juga bagi Malaysia apabila Perdana Menteri kita merupakan Ketua Negara pertama berucap keseluruh dunia melalui Internet pada 27 Disember 1995 melalui RTM-Net Web (Internet 1995a).

Rajah 8. Skema Internet Tidak syaklah lagi bahawa dari segi kesihatan, Internet mempunyai peranan yang penting, khususnya dalam perkongsian dan penerapan maklumat untuk meningkatkan kualiti hidup. Mengikut Morrison (1996b), keperluan penjagaan kesihatan adalah sesuai dengan bentuk arkitek teknologi Web. Walaupun teknologi ini telah wujud lebih daripada dua dekad, hanya dengan adanya Internet ia jadi menonjol khususnya untuk orang ramai, melalui kumpulan perbincangan khas.

Pengalaman seperti yang dialami oleh seorang ibu, Puan Wagner, merupakan satu cabaran baru yang akan dialami oleh para profesional kesihatan. Memberi maklu-mat yang bukan saja tepat, tetapi terkemaskini akan meletakkan profesional kesi-hatan dalam satu dilema dalam menasihatkan pesakit. Ini boleh juga menimbulkan berbagai- bagai konflik yang mungkin berakhir dengan tindakan undang-undang. Pada tahun 1994, 46 peratus pesakit di sebuah klinik di California mempunyai akses kepada e-mel, dan 89 peratus memperolehinya melalui tempat kerja. Ini menun-jukkan bagaimana perlunya kita memahami kesan komunikasi dan teknologi maklumat dalam bidang kesihatan (Coiera 1996).

Dalam satu “perbualan” Internet, seorang ibu <cwagner@rand.org>
menggunakan Internet untuk men-dapatkan maklumat tentang

penyakit kulit anak perempuan-nya, setelah doktornya enggan
memberi maklumat lengkap tentang penyakit tersebut. Melalui “perbualan” Internet ibu berkenaan bukan saja dapat lebih
banyak maklumat tentang penyakit itu, tetapi juga rawatan alternatif, pendekatan pemakanan dan sebagainya (Internet 1995b).
Cara ini juga telah dimanfaatkan oleh rakyat di Malaysia sendiri seperti yang dilaporkan dalam satu penulisan “The Internet and I” oleh Low Cheng Ann <calow@pc.jaring.my>. Beliau menulis: “I do
believe that in certain aspects of my sickness, I am better informed

than my local doctors, as I join in the overseas support groups of
likeminded, similarly affected patients”.
(Sunday Mail, 1996).

Mengikut satu kajian terdapat lebih kurang 24 juta pengguna Internet di Amerika Syarikat saja. Perangkaan Internet Statistics (Internet 1996a) menganggarkan pengguna Internet seluruh dunia adalah lebih daripada 40 juta dan meningkat 1 juta sebulan. Bilangan ini terus meningkat dengan begitu pantas sekali—dalam seminit bilangan pengguna Internet dikatakan bertambah seramai 46 orang mengikut satu sumber lain. Ada yang menjangkakan bahawa menjelang tahun 2000, bilangan pengguna Internet menjadi 750 juta, berpuluh kali ganda banyaknya (Internet 1995c). Di Asia perkembangan ini tidak kurang hebatnya. Bilangan komputer yang disambung kepada Internet bertambah sebanyak 65 peratus berbanding dengan 38 peratus di Amerika Syarikat. Malaysia tidak ketinggalan menuruti perkembangan ini berdasarkan bilangan jaringan pada Internet. Mengikut perangkaan MIMOS (Institut Sistem Mikroelektronik Malaysia) seramai 20,400 ahli telah mendaftar dengan Jaring pada pertengahan Februari 1996, dan bilangan ini meningkat anggaran 20 peratus sebulan. MIMOS menjangkakan bilangan pelanggan Internet akan melampaui 100,000 pada akhir tahun ini. Kini Telekom Malaysia pula diberi peluang untuk menjadi wakil untuk Internet di negara ini. Secara perbandingan, walau bagaimanapun, Malaysia masih perlu mengorak langkah yang agak pantas untuk mencapai satu tahap yang lebih memuaskan.

Dengan adanya teknologi mikrosatelit pula, ber-tambahlah satu lagi prasarana telekomunikasi yang boleh berhubung terus kepada pengguna. Perhubungan satelit bagi Internet misalnya akan memberi outreach yang lebih luas dan lebih global dan lebih seragam. Maksudnya akan wujud satu mekanisme yang menekankan kesaksamaan maklumat secara global. Misalnya pengguna Healthnet melalui satelit (Healthsat 1 dan 2) oleh sebuah organisasi bernama SatelLife (http://www.health-net.org) membolehkan berjuta doktor dan pekerja kesihatan di negara Afrika dan sebahagian dari Asia dan Amerika Latin dihubungi dan bertukar-tukar maklumat dengan mudah lagi cepat.

Sumber: Network Wizards (Petikan daripada Asiaweek, Feb. 23, 1996. m.s. 40). Lagipun menjelang abad yang akan datang, penggunaan melalui lebuh raya Internet dikatakan melampaui telefoni suara dan satu infrastruktur baru diperlukan. Internet tidak lagi terhad keguna-annya kerana ia tidak lagi bergantung pada infrastruk-tur telefoni tradisional yang berbeza-beza dari negara ke negara terutama sekali di Dunia Ketiga. Misalnya bilangan telefon di Tokyo saja dikatakan melebihi bilangan telefon di seluruh benua Afrika, begitu juga halnya di sesuatu negara itu sendiri misalnya, antara kawasan bandar dengan luar bandar, termasuk Malaysia (Tengku Azzman 1996). Tetapi apabila radiofon dan satelit membebaskan dunia daripada kabel dan dengan tersebarnya impetus komunikasi, lebih ramai yang boleh mendekati era maklumat via teleks, faks, TV, perkhid-matan data, rangkaian komputer dan sebagainya. Perkembangan seumpama ini mendekati lagi pembentukan sebuah “masyarakat bermaklumat” apalagi di Asia di mana talian telefon dilaporkan meningkat anggaran 13
peratus setahun berbanding 3.7 peratus di Barat untuk beberapa tahun akan datang (Computimes 1996b).

SatelLlife, yang diasaskan pada tahun 1989 oleh Dr. Bernard Lown, seorang pakar jantung dan aktivis sosial, berupaya meng-hantar maklumat yang diperoleh melalui Internet ke 18 negara di Benua Afrika dan juga lima buah negara Asia (tidak termasuk Malaysia) melalui teknologi low-earth-orbit-satellite yang agak murah. Antara contoh kes yang dilaporkan adalah apabila seorang doktor di Nairobi tidak pasti dalam penggunaan ubat “pencair darah” bagi tujuan mendialisis pesakit sickle-cell anemia. Dok-tor tersebut menghantar isyarat radio melalui satelit yang kemu-dian menghubungi Boston. Staf di SatelLife pula menghantar mesej itu melalui Internet ke seluruh dunia. Dalam masa setengah hari maklumat tersebut diperoleh me-lalui Internet daripada seorang doktor di London yang berpe-ngalaman dalam hal itu. Maklu-mat berkenaan dihantar semula ke Nairobi untuk membolehkan dok-tor tersebut menyempurnakan rawatan berkenaan.Sumber: Komunikasi Peribadi,
<leela@satellife.healthnet.org>,
Feb, 1996 (Internet, 1996b)


Mengikut Naisbitt (1995) dalam buku terbarunya Megatrend Asia, Asia lebih bersedia untuk memasuki era maklumat daripada yang dijangka ramai orang. Penduduk Asia agak muda dan lebih mudah menghayati teknologi. Dan sebagai latecomer dalam hal ini, ia memberi Asia peluang baik untuk menggunakan teknologi terkini, tanpa banyak dipengaruhi oleh teknologi “lama” seperti yang terdapat di Barat.

Di Malaysia khususnya, pertubuhan telekomunikasi dilaporkan mengatasi Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) negara sejak tahun 1991 pada kadar 15 peratus setahun berbanding 8 peratus KDNK. Dari segi jumlah pengguna telefon kediaman pula, ia bertambah kepada 2.9 juta

Rajah 9. Penggunaan satelit dan perangkaian komputer pelanggan pada tahun 1994, yakni peningkatan sebanyak 83 peratus berbanding tahun 1990 (Normal 1996). Jumlah talian dianggarkan akan terus meningkat kepada 30 talian untuk setiap 100 penduduk menjelang tahun 2000. Namun demikian, Malaysia masih dianggap ketinggalan berbanding negara Jepun, Taiwan, Korea Selatan mahupun Singapura. Masing-masing dijangka akan mencapai nisbah talian sebanyak 600 peratus, sedangkan Malaysia hanya 30 peratus pada tahun 2000.

Pendek kata, walaupun sebuah “masyarakat bermaklumat” yang tulen masih belum wujud baik di Amerika Syarikat, Eropah ataupun Jepun—kesemuanya gergasi industri teknologi maklumat, masing-masing sedang membuat persediaan untuk menghadapi transformasi yang akan berlaku. Tindakan negara-negara ini telah menghalakan pandangan kita kepada apa yang akan terjadi pada abad ke-21 seperti yang dimaklumi melalui beberapa laporan khas. Pada bulan Mei 1994 misalnya, Jepun menerbitkan satu laporan Reforms Toward the Intellectually Creative Society of the 21st Century—Program for the Establishment of High-performance Infocommunications Infrastructure, sedangkan Amerika Syarikat mengeluarkan Agenda for Action untuk projek National Information Infrastructure pada bulan September tahun sebelumnya.

Kesatuan Eropah (EU) pula mengatur langkah ke arah Masyarakat Bermaklumat melalui beberapa agenda yang diusulkan pada tahun 1994. Ini termasuk satu Kertas Putih yang dikaitkan dengan pembentukan ruang maklumat sepunya di Eropah dan Rancangan Bertindak yang disediakan.

Perancis khususnya, telah mengada satu laporan L’Informatisation de la Societe, atau lebih dikenali dengan Nora/Minc Report (Bezold 1983) pada tahun 1978. Dalam laporan Nora/Minc misalnya istilah telematique (telematiks) yang bermaksud saling sambungan antara komputer dengan telekomunikasi diperkenalkan, dan ini telah lama menjadi kenyataan di negara tersebut.

Malah secara lebih global negara maju G7 telah mengenal pasti semasa Persidangan tentang Masyarakat Bermaklumat Negara G7 pada Februari 25–26, 1995, beberapa projek gergasi berbentuk antarabangsa (Internet 1995d). Satu daripadanya berkaitan dengan aplikasi penjagaan kesihatan sejagat. Jelasnya teknologi maklumat akan terus mengubah corak hidup sejagat dan cara kesihatan dikendalikan menjelang abad ke-21. Soalnya apakah kita bersedia mengiringnya ataupun tidak, terutama
sekali dari segi kesihatan? Jika Malaysia ingin menjadi masyarakat “kaya” maklumat, ia juga mesti mengadakan infrastruktur yang boleh menyampai maklumat apabila dikehendaki (IT Malaysia 1995).

Seperkara yang nyata adalah hakikat bahawa perkem-bangan maklumat semasa hanya boleh ditangani dengan penggunaan teknologi yang setimpal dengannya. Ini telah dapat disaksikan daripada beberapa contoh khususnya dalam sektor-sektor lain. Misalnya tekanan dalam mengendali pertambahan aliran maklumat dalam masa yang agak singkat telah memaksa industri seperti perbankan, komunikasi dan juga perdagangan mencari alternatif baru untuk menampung keupayaan dalam mengendalikan maklumat tersebut. Mulai pertengahan tahun 1980-an perkhidmatan yang ditawarkan oleh bank tidak lagi terikat kepada kawasan tertentu. Melalui penggunaan komputer seperti mesin ATM (automated teller machine) perkhidmatan bank tidak lagi terbatas kepada kediaman pelanggannya serta berbagai-bagai faktor lain (Computimes 1994; Saifol 1995). Teknologi maklumat di Malaysia juga telah mula mengubah perkembangan pendidikan—cara ilmu diperoleh, disampaikan dan digunakan (Computimes 1996c). Melalui program Jaringan Pendidikan Kementerian Pendidikan, misalnya lebih ramai pelajar akan terdedah kepada dunia Internet. Mempunyai kemahiran komputer merupakan satu langkah asas dalam mencapai visi masyarakat kaya maklumat. Pada satu peringkat lain, pendidikan virtual melalui pendidikan jarak jauh mengguna-kan komputer akan menjadi kenyataan. Baru-baru ini sudah adapun ura-ura membangunkan sebuah universiti virtual di Malaysia. Begitu juga kemudiannya dengan badan penyelidikan. Jelasnya, perkembangan pesat dalam bidang teknologi telah mencipta banyak konsep dan perkara baru yang turut memberi kesan yang ketara. Banyak antara perubahan ini terus dirasakan dari semasa ke semasa (jadual 6).


Rajah 10. Kelok pengalaman pendidikan pada zaman praindustri dan pascaindustri Sumber: Primozic et al. 1991 Bahkan dengan adanya teknologi lebih canggih kini, konsep seperti wang elektronik, masyarakat tanpa wang tunai,perbankan melalui Internet telah mula dipelopori. Bill Gates (1995) antara lain menceritakan tentang “dompet PC” dalam bukunya A Road Ahead. Hal yang sama akan berlaku dengan sektor kesihatan kelak, di mana maklumat terpaksa dikendalikan dengan lebih sistematik berbantukan teknologi. Komputer misalnya diakui boleh membantu dalam mengurangkan kejadian dan kesan “kesilapan pengubatan” melalui pengumpulan, penyelenggaraan, pempameran dan pencarian data (Kahn 1996).

Mengikut Negroponte (1995), teknologi digital akan muncul sebagai satu lagi pilihan yang berupaya memproses, memancar dan menyimpan maklumat bukan saja sebagai teks, tetapi sekaligus bunyi, dan grafik atau imej. Misalnya akhbar akan mula berubah selepas 200 tahun berperanan sebagai “penyebar maklumat” bercetak. Kini semakin banyak akhbar menyertai media elektronik di seluruh dunia. Di Amerika Syarikat, 500 akan berbuat demikian menjelang akhir tahun 1996 mengikut satu ramalan. Jika tidak ia akan pupus. Malah akhbar diagakkan boleh dimasukkan ke dalam TV dan telefon (seperti perkhidmatan audioteks), apalagi melalui komputer apabila komputer memenuhi rumah, pejabat, kedai, sekolah, perpustakaan dan sebagainya. Di Malaysia, beberapa akhbar telah mula menyertai Internet.

Bill Gates seterusnya meramalkan satu standard yang baru bagi komputer, yang dinamakannya sebagai SIPC (Simply Interactive Personal Computer) semasa berucap pada Windows Hardware Engineering Conference 1996 (Perry 1996). Mengikutnya, SIPC akan menggabungkan kegiatan penjanaan maklumat (e-mel, pemprosesan kata dan aktiviti interaktif melalui Internet) dan kegiatan pasif seperti menonton TV, mendengar muzik, membaca akhbar mahupun berbual di telefon. Peralatan seperti VCR dan pemain CD akan disepadukan. Sepertimana yang akan terjadi kepada akhbar, format bahan percetakan tidak lagi wujud dalam era digital. Ini bermakna media maklumat konvensional (telefoni, televisyen, radio atau cetak) boleh digabungkan untuk membina khidmat multimedia pada rangkaian komputer. Bayangkan misalnya, telefon yang boleh menyaring panggilan dan menjawabnya apabila diperlukan. Ataupun media massa menghantar dan menerima maklumat peribadi terus kepada individu di mana saja.

Yang lebih penting dalam dunia digital, semua dapat menyumbang kepada perkembangan maklumat dan idea. Kategori negara besar atau kecil tidak lagi menjadi soal. Negara besar dan maju tidak lagi dapat mengawal penyertaan negara membangun. Kekuatan baru timbul daripada pelbagai-fokus yang tidak diduga sama sekali (Tapscott & McQueen 1995).

3.INTERAKSI ANTARA MANUSIA DAN K

BAB I

PENDAHULUAN

Siapa Pengguna

Untuk membantu memahami dengan baik siapa pengguna (user), komputer bandingkan pembedaan berikut: (1) profesional komputer adalah seseorang yang memiliki pendidikan formal dalam aspek teknis penggunaan komputer. Sebagai contoh seorang programmer yang merancang, menulis, menguji, dan mengimplementsasikan program yang memroses data dalam sistem komputer, dan (2) Pengguna (user) atau pengguna akhir (end-user) adalah seseorang tanpa pengetahuan teknis yang banyak tentang komputer tetapi menggunakan komputer untuk melakukan tugas profesional atau pribadi, menambah pengetahuan atau sekedar untuk hiburan.

Pengguna tidak harus seorang ahli komputer dan tidak perlu menjadi ahli. Kebanyakan organisasi misalnya memilih untuk melatih pegawai baru dalam penggunaan komputer yang sesuai dengan bidang mereka, dimana aplikasi yang digunakan biasanya tidak memerlukan pengetahuan teknis yang banyak. Komputer bukan hanya sebagai suatu mode yang datang dan berlalu dengan begitu saja. Organisasi sangat tergantung pada komputer, dan komputer banyak digunakan dalam tugas atau kehidupan kita sehari-hari. Untuk bisa menggunakannya secara efisien, kita harus menjadi literat komputer dan kompeten komputer.

Literat Komputer dan Kompeten Komputer

Literat komputer artinya memiliki suatu pemahaman apakah komputer itu, dan bagaimana alat tersebut dapat digunakan sebagai suatu sumberdaya. Literat, yang merujuk pada memiliki pengetahuan dan pemahaman, harus dibedakan dengan kompetensi, yang merujuk pada memiliki suatu keterampilan. Sedangkan kompeten komputer artinya menerapkan keterampilan dengan komputer untuk memenuhi kebutuhan informasi dan meningkatkan produktivitas.

Untuk membantu menjadi literat komputer dan kompeten komputer, kita harus mempelajari: (1) Istilah-istilah yaitu menguasai terminologi yang digunakan untuk menggambarkan komputer dan operasinya; (2) Fungsi-fungsi yaitu mempelajari fungsi bagian-bagian dari suatu sistem komputer; dan (3) Penggunaan yaitu mempelajari bagaimana menggunakan suatu komputer untuk menghasilkan informasi atau melakukan tugas-tugas yang ingin dilakukan.

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Komputer

Istilah komputer digunakan untuk menggambarkan suatu peralatan yang terdiri dari kombinasi komponen elektronik dan elektromekanikal (sebagian elektronik dan sebagian mekanik). Dengan demikian, komputer tidak memiliki intelejensi dan merupakan suatu perangkat keras, yang berarti peralatan fisik. Suatu komputer tidak dapat digunakan sebelum dihubungkan dengan bagian-bagian lain dari suatu sistem komputer. Suatu sistem komputer adalah kombinasi dari enam elemen: (1) perangkat keras (hardware), (2) perangkat lunak (software), (3) data/Informasi, (4) prosedur, (5) manusia (people), dan (6) komunikasi.

Perangkat lunak adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi yang memberitahu perangkat keras bagaimana untuk melakukan suatu tugas. Tanpa perangkat lunak, perangkat keras tidak ada gunanya. Tujuan dari sistem komputer adalah untuk mengkonversi data menjadi informasi. Data dapat digambarkan sebagai bahan baku, apakah dalam bentuk kertas, elektronik atau bentuk lain, yang diproses oleh komputer. Dengan kata lain, data terdiri dari fakta atau angka sebagai bahan baku yang diproses menjadi informasi. Informasi adalah data yang diringkaskan atau data yang dimanipulasi (diproses). Sebagai contoh, data tingkat upah dan jumlah jam kerja diproses oleh komputer ke dalam bentuk daftar gaji. Sebenarnya, dalam penggunaan umum, kata data dan informasi sering digunakan dalam pengertian yang sama. Oleh karena itu, informasi buat seseorang bisa merupakan data buat orang lain.

Manusia merupakan komponen paling penting dalam sistem komputer. Manusia mengoperasikan perangkat keras, dan membuat perangkat lunak komputer. Dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak prosedur tertentu harus diikuti. Prosedur adalah deskripsi bagaimana sesuatu dilakukan atau langkah-langkah untuk membuat suatu hasil. Prosedur sistem komputer biasanya terdapat dalam manual rujukan (reference manual), yang berisikan instruksi, aturan, dan petunjuk untuk diikuti sewaktu menggunakan perangkat keras dan lunak. Jika suatu sistem komputer dilengkapi dengan peralatan untuk berbagi data dan informasi dengan sistem lain, maka komunikasi menjadi elemen sistem yang keenam. Hubungan komunikasi dapat dilakukan dengan sambungan telepon, transmisi microwave atau satelit.

Perangkat Keras Komputer

Perangkat keras komputer dapat dibagi ke dalam lima kategori: (1) masukan (input), (2) pemrosesan (processing), (3) penyimpanan (storage), (4) keluaran (output), dan (5) komunikasi (communications).

Perangkat Keras Masukan

Fungsi perangkat keras masukan adalah untuk mengumpulkan data dan mengkonversinya ke dalam suatu bentuk yang dapat diproses oleh komputer. Peralatan masukan yang paling umum adalah papan tombol atau keyboard. Peralatan lainnya adalah mouse, yang digerakkan dengan tangan untuk mengatur suatu penunjuk (pointer) pada layar komputer.

Gambar-1.1: Kategori Perangkat Keras Komputer

Perangkat Keras Pemrosesan

Fungsi perangkat keras pemrosesan adalah untuk menemu-balik (retrieve) dan menjalankan (execute) instruksi-instruksi (software) yang diberikan kepada komputer. Pemrosesan dapat terdiri dari pelaksanaan perhitungan dan kegiatan logis lainnya, seperti membandingkan. Komponen perangkat keras pemrosesan yang paling penting adalah central processing unit (CPU) dan memori utama (main memory). CPU atau processor adalah otak komputer. CPU membaca dan meng-interpretasikan perangkat lunak serta mengkoordinasikan kegiatan pemrosesan yang sedang berlangsung.

Memori utama dapat digambarkan sebagai meja elektronik. Memori ini disebut juga random access memory (RAM), internal memory, primary storage, atau memori saja. Semua instruksi dan/atau data yang siap untuk diproses ditaruh di dalam memori. Semakin luas permukaan meja yang digunakan, semakin banyak yang dapat ditaruh di atasnya.

Gambar-1.2: Bagian-bagian dalam Unit Sistem

Sebuah komputer dengan memori yang besar mampu menampung ribuan instruksi yang terdapat pada suatu program yang canggih. Disamping itu, memori yang besar memungkinkan untuk mengerjakan dan memanipulasi sejumlah besar data dan informasi pada waktu yang bersamaan. Walaupun demikian, karena RAM adalah bersifat volatile (mudah menguap) dimana semua muatan atau isi akan hilang ketika daya komputer dimatikan, maka data dan instruksi harus disimpan (saved) ke dalam peralatan penyimpanan (storage device) sebelum komputer dimatikan.

Perangkat Keras Penyimpanan

Fungsi perangkat keras penyimpanan (storage hardware) adalah untuk menyimpan perangkat lunak dan data dalam bentuk yang relatif permanen, yang mudah untuk ditemu-balik ketika dibutuhkan untuk pemrosesan. Perangkat keras penyimpanan melayani fungsi seperti yang dilakukan oleh office filing system, tetapi datanya disimpan dalam bentuk sinyal elektro-magnetik atau laser-etched spots, biasanya pada magnetic disk atau optical disk, bukan pada kertas.

Perangkat Keras Keluaran

Fungsi perangkat keras keluaran (output hardware) adalah untuk menampilkan informasi yang dihasilkan oleh sistem komputer. Informasi adalah keluaran baik dalam bentuk hardcopy seperti pada kertas maupun softcopy seperti pada layar atau monitor. Bentuk lain dari softcopy adalah suara.

Perangkat Keras Komunikasi

Fungsi perangkat keras komunikasi (communication hardware) adalah untuk memfasilitasi hubungan atau koneksi di antara komputer dan kelompok komputer yang terhubung (jaringan). Komponen perangkat keras komunikasi yang umum adalah modem, kabel, dan fax modem. Sebelum menjelaskan apa yang dilakukan oleh modem, perlu dijelaskan lebih dahulu tentang istilah digital dan analog.

Gambar-1.3: Sinyal Analog dan Digital

Digital merujuk pada sinyal komunikasi yang direpresentasikan dalam bentuk biner atau two-state. Dengan susunan two-state on/off, open/closed, present/absent, positive/negative, yes/no, keadaan ‘on’ dapat dikodekan sebagai digit 1, dan keadaan ‘off’ dinyatakan sebagai digit 0. Komputer menggunakan sinyal digital yang direpresentasikan dalam kode o dan 1 untuk merepresentasikan instruksi dan data. Kebanyakan fenomena dunia adalah analog yang merepresentasikan kuantitas variabel secara berkelanjutan seperti suara, cahaya, temperatur, dan tekanan. Sambungan telepon standar adalah media analog yang mentransmisikan hanya sinyal analog, seperti pesan suara dan musik.

Modem

Untuk mengkonversi sinyal digital komputer ke analog, dan sebaliknya dibutuhkan peralatan yang disebut modem. Sebuah modem memungkinkan komputer berkomunikasi satu sama lain melalui sambungan telepon. Beberapa komputer PC sudah dilengkapi dengan modem pada saat dibeli. Kalau modem tidak tersedia, kita dapat menambahkannya kemudian.

Gambar-1.4: Cara Kerja Modem

Kabel

Komputer dapat berkomunikasi langsung satu sama lain melalui kabel, jika sinyal tidak melewati sambungan telepon tradisional. Hal ini adalah lumrah dimana komputer merupakan bagian dari jaringan kabel (local area network) seperti yang banyak ditemukan di gedung-gedung perkantoran.

Fax Modem

Mesin fax standar men-scan dokumen kertas dan mengkonversi citra di atasnya ke dalam entuk kode untuk ditransmisikan melalui sambungan telepon ke mesin fax lainnya. Mesin fax penerima kemudian mengkonversinya kembali dan mencetak faksimil (duplikat) dari aslinya. Fax modem adalah modem dengan kemampuan fax yang memungkinkan seseorang untuk mengirim sinyal langsung dari komputer ke mesin fax atau komputer lain. Dengan demikian bahan yang akan dikirim tidak perlu dicetak sebelum dikirim. Fax modem mentransmisikan informasi lebih cepat dibandingkan dengan harus memasukkannya lembar per lembar ke mesin fax.

Gambar-1.5: Local Area Network (LAN)

Perangkat Lunak Komputer

Perangkat keras tidak berguna tanpa instruksi elektronik atau perangkat lunak, yang memberitahu komputer apa yang akan dilakukan. Ada dua jenis perangkat lunak: perangkat lunak aplikasi, yang melakukan tugas-tugas yang bersifat umum bagi pengguna, dan perangkat lunak sistem yang menjalankan operasi dasar komputer, mengelola sumberdaya komputer, dan memungkinkan perangkat lunak aplikasi untuk dijalankan pada komputer. Perangkat lunak pada umumnya dimuat di dalam disk, dapat dibeli yang tersedia di toko (off the shelf) atau dipesan sebagai tempahan (custom written).

Suatu komputer tidak mempunyai intelejensi sendiri, dan harus dipasok dengan instruksi-instruksi yang memberitahu apa yang akan dilakukan dan bagaimana serta kapan melakukannya. Perintah-perintah tersebut disebut perangkat lunak (software). Perangkat lunak sangat penting artinya, karena tanpa perangkat lunak untuk menginstruksikan komputer untuk melakukan apa yang diinginkan, komputer hanya diam tak bekerja. Perangkat lunak terdiri dari sejumlah program yang berkaitan. Dan setiap program terdiri dari sejumlah instruksi yang saling berkaitan yang melakukan tugas-tugas pengolahan tertentu. Perangkat lunak yang diperlukan untuk melakukan fungsi umum sering disebut sebagai paket perangkat lunak (software package). Perangkat lunak biasanya dibuat oleh programmer profesional dan diperolah dalam bentuk rekaman di dalam disk.

Perangkat Lunak Sistem

Perangkat lunak yang dirancang untuk memungkinkan komputer mengelola sumberdayanya sediri dan menjalankan operasi-operasi dasar disebut perangkat lunak sistem (systems software). Perangkat lunak sistem menjalankan operasi dasar; memberitahu perangkat keras apa yang akan dilakukan dan bagaimana serta kapan melakukannya. Tetapi perangkat lunak tidak dapat memecahkan masalah-masalah spesisfik berkaitan dengan suatu tugas atau profesi. Contoh dari perangkat lunak sistem adalah: DOS, Windows, OS/2, dan UNIX.

Perangkat Lunak Aplikasi

Perangkat lunak aplikasi (aplications software) adalah perangkat lunak yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu. Contoh perangkat lunak aplikasi adalah Microsoft Word, Access, Excel, Power Point, dan lain-lain.

Jenis Sistem Komputer

Komputer hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk dan dengan berbagai tingkat kemampuan pengolahan. Komputer pertama sangat besar karena teknologi yang digunakan, tetapi dengan penyempurnaan teknologi yang dibuat untuk komponen, ukuran komputer semakin kecil dan hal ini terus berlanjut. Untuk memberikan suatu dasar perbandingan kemampuan, komputer secara umum dikelompokkan ke dalam empat kategori dasar: (1) komputer super (supercomputers), (2) komputer kerangka besar (mainframe computers), (3) komputer mini (minicomputers), dan (4) komputer mikro (microcomputers).

Sulit untuk memberikan definisi yang tepat untuk setiap jenis komputer tersebut karena definisi dapat membuat kita terjebak dalam jargon teknis yang potensial untuk membingungkan. Bagaimanapun, definisi berikut dapat memberikan gambaran:

Komputer Super

Suatu komputer super dapat menangani jumlah dalam hitungan giga untuk komputasi ilmiah. Komputer jenis ini biasanya ditempatkan dalam suatu ruangan dan lingkungan khusus, memiliki kecepatan 50.000 kali lebih cepat dari suatu komputer mikro, dan harganya bisa mencapai 20 juta US dollar Kita mungkin tidak akan pernah mengadakan kontak dengan komputer jenis ini kecuali kita bekerja di NASA, Pentagon, atau pusat riset di suatu universitas besar.

Komputer Kerangka Besar

Komputer kerangka besar adalah suatu komputer besar, biasanya ditempatkan pada suatu lingkungan terkontrol, yang dapat mendukung kebutuhan pengolahan ratusan dan bahkan ribuan pengguna dan profesional komputer. Harganya berkisar antara beberapa ratus ribu US dollar hingga 10 juta US dollar. Seseorang yang bekerja pada perusahaan penerbangan, asuransi besar, universitas besar, atau bank besar, biasanya dapat melakukan kontak melalui individual workstation ke komputer kerangka besar. Tetapi belakangan ini komputer jenis ini sudah jarang dibeli karena sistem komputer mini dan mikro yang handal, yang biasanya dihubungkan dalam suatu jaringan, banyak digunakan untuk menggantikan komputer kerangka besar, yang disebut dengan istilah downsizing.

Gambar-1.6: (a) Komputer Super dan (b) Komputer Kerangka Besar

Komputer Mini

Komputer mini disebut juga komputer ukuran sedang (mid-size), mirip tapi lebih kecil baik ukurannya maupun kemampuannya dibandingkan dengan komputer kerangka besar. Komputer mini dapat melayani dua hingga 50 pengguna dan profesional komputer. Komputer mini dan kerangka besar bekerja lebih cepat dibandingkan dengan komputer mikro, dan memiliki lokasi penyimpanan data lebih banyak di dalam memori utamanya. Komputer mini berharga sekitar 10 ribu US dollar hingga beberapa ratus ribu US dollar. Banyak perusahaan kecil dan mengengah dewasa ini menggunakan komputer mini yang dapat ditempatkan di sudut ruangan atau di lantai dekat meja kerja.

Gambar-1.7: Komputer Mini

Komputer Mikro

Komputer mikro adalah jenis komputer yang paling banyak digunakan. Komputer ini disebut juga personal computer (PC). Komputer mikro yang berkapasitas tinggi harganya berkisar antara 1.000 hingga 20.000. US dollar. Komputer mikro bervariasi dalam ukuran, mulai dari komputer portable kecil seperti: palmtop, notebook, laptop, hingga desktop workstation. Komputer ini menggunakan suatu chip sebagai CPU-nya. Chip disebut juga microprocessor, dengan ukuran 6,5 mm persegi dan ketebalan 0,025 mm. Chip terbuat dari silicon, suatu bahan yang dibuat dari pasir. Silicon disebut juga semiconductor karena kadang-kadang menyalurkan listrik dan kadang-kadang tidak.

Beberapa perusahaan menggunakan kombinasi berbagai komputer. Sebagai contoh, suatu perusahaan dengan kantor cabang di beberapa daerah dapat menggunakan komputer kerangka besar untuk mengelola data pelanggan dari seluruh perusahaan. Untuk mengakses informasi dari komputer kerangka besar, pengguna dapat menggunakan komputer mikro yang terdapat di meja kerja.

Sejarah Perkembangan Komputer

Manusia telah mengolah data dan informasi dalam berbagai bentuk sejak zaman pra-sejarah. Tetapi dengan perkembangan komputer, pengolahan informasi telah mengalami revolusi. Sejak komputer generasi pertama, tiga generasi komputer berikutnya telah menghasilkan mesin dengan ukuran yang semakin kecil tetapi lebih handal dan lebih murah. Hal ini dimungkinkan karena hasil pengembangan teknologi integrated circuit (IC).


Pengolahan Data Sebelum Komputer

Untuk merekam dan mengkomunikasikan data dan informasi, penghuni gua pra-sejarah melukis gambar pada dinding gua, dan orang Mesir Kuno menulis pada kertas kasar yang disebut papyrus. Sekitar 3.000 tahun SM, orang Sumeria membuat perkakas untuk menyajikan angka-angka yang terdiri dari suatu kotak berisikan batu-batu. Sekitar 2.000 tahun kemudian, pada 1.000 tahun SM, orang Cina mengambil ide tersebut, dengan menguntai atau menjalin batu-batu dengan tali pada rangka bambu. Alat tersebut dinamakan baccus atau abacus yang artinya kotak.

Evolusi Komputer

Komputer elektronik ukuran besar pertama adalah Electronic Numerical Integrator dan Computer (ENIAC), mulai dioperasikan pada tahun 1946. Komputer ini menggunakan sekitar 18.000 tabung hampa ukuran bola lampu untuk mengontrol arus listrik. ENIAC dengan berat sekitar 30 ton dan menempati luas lantai sekitar 1.500 meter persegi, merupakan mesin raksasa untuk ukuran sekarang. Mesin ini mampu melakukan kalkulasi ilmiah termasuk perkalian empat angka dalam 9 milliseconds (9/1.000 dalam satu detik). Sejak itu, teknologi yang digunakan dalam merancang dan memproduksi komputer telah berkembang dengan pesat.

Sejak kehadiran ENIAC, komputer telah dikembangkan ke tiga arah: ukuran lebih kecil, lebih handal, dan lebih murah. Istilah generasi komputer telah digunakan untuk membedakan jenis-jenis komputer untuk membantu mengidentifikasi perkembangan utama teknologi perangkat keras dan perangkat lunak. Hingga saat ini teknologi komputer telah berevolusi melalui empat generasi.

Generasi Pertama (1944-1958)

Pada komputer generasi awal, kebanyakan media masukan dan keluarannya adalah kartu berlubang (punched cards) dan pita magnetik (magnetic tape). Memori utama pada umumnya terbuat dari ratusan tabung hampa. Komputer generasi pertama ini tidak handal karena tabung hampa yang digunakan sering mengalami kegagalan. Disamping itu, komputer generasi pertama juga sangat lambat dibandingkan dengan komputer mikro, menghasilkan panas yang tinggi, dan ukurannya sangat besar. Komputer tersebut hanya mampu menjalankan satu program pada saat yang bersamaan. Contoh komputer generasi pertama adalah ENIAC dan UNIVAC I (UNIversal Automatic Computer) yang telah digunakan oleh Biro Sensus Amerika Serikat dari tahun 1951-1963. Perangkat lunak ditulis dengan menggunakan machine language atau assembly language. Bahasa mesin berisikan instruksi-instruksi yang terdiri dari kombinasi sejumlah 1an dan 0an. Bahasa ini sangat tidak praktis dan susah untuk digunakan. Pada tahun 1950an assembly language menjadi bahasa pemrograman yang dipilih karena programmer dapat menulis instruksi dalam bentuk shorthand, yang kemudian dikonversi (compiled) ke dalam bahasa mesin.

Gambar-1.8: Beberapa Mesin Pemrosesan Data (1600-1900)

Generasi Kedua (1959-1963)

Pada awal tahun 1960an, transistor dan beberapa peralatan solid-state yang lebih kecil dari tabung hampa telah banyak digunakan untuk sirkit komputer. Transistor adalah switch atau sakelar elektronik yang secara bergantian memperkenankan dan tidak memperkenankan sinyal elektronik berlalu. Magnetic cores, logam sangat kecil dihubungkan dengan kabel untuk mengangkut arus listrik, merupakan komponen yang paling banyak digunakan untuk memori utama. Disk magnetik, tumpukan piringan yang dihubungkan oleh kumparan dan dapat dipindah-pindahkan (removeable) telah diperkenalkan sebagai peralatan penyimpanan.


Generasi Ketiga (1964-1970)

Pada periode ketiga, integrated circuit (IC), suatu sirkit elektronik yang komplit yang memadukan transistor dan komponen elektronik lainnya pada chip silicon yang kecil, menggantikan sirkit transistor tradisional. Penggunaan disk magnetik untuk penyimpanan data semakin meluas, dan kemampuan komputer semakin meningkat misalnya mampu mendukung multiprogramming (pemrosesan beberapa program secara silmultan) dan timesharing (penggunaan komputer oleh beberapa orang secara simultan).

Generasi Keempat (1971-Sekarang)

Sirkit large-scale integrated (LSI) dan very-large-scale integrated (VLSI) telah dikembangkan, yang berisikan ratusan hingga jutaan transistor pada chip yang sangat kecil. Pada tahun 1971, Ted Hoff dari sebuah perusahaan Silicon Valley yang bernama Intel, mengembangkan microprocessor, yang mempaketkan CPU yang komplit dengan memory, logic, dan control circuit pada sebuah chip tunggal. Teknologi microprocessor dan sirkit VLSI telah mendorong kecenderungan untuk membuat komputer dengan ukuran yang semakin kecil. Sejak itu, kapasitas memori utama komputer meningkat, yang berpengaruhi langsung pada jenis perangkat lunak yang dapat digunakan.

Apa Makna Perkembangan Ini Bagi Pengguna

Apa yang dapat kita lihat adalah bahwa kemampuan komputer telah berkembang dengan pesat yang dapat menghasilkan lebih banyak informasi dari apa yang mampu dilakukan oleh manusia pada waktu yang bersamaan. Dalam masyarakat maju, pengetahuan merupakan sumberdaya primer untuk individu dan ekonomi. Sebagai akibatnya, seseorang harus selektif tentang jenis data dan informasi yang diproses. Data dan informasi tersebut harus ringkas, relevan, dan akurat sehingga dapat terhindar dari memperoleh harta karun dari longsoran informasi yang tidak penting.

Terjebak dalam rawa informasi yang rinci dan tidak penting serta tidak akurat dapat membuat frustrasi dan membuang banyak waktu. Masalah banjir informasi ini telah banyak dibicarakan dalam publikasi tentang bisnis dan komputer. Kita beruntung dan berterimakasih kepada science of ergonomic, yang disebut human engineering, yang merancang sesuatu untuk digunakan dengan mudah oleh manusia, kenyamanan penggunaan komputer telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak orang khawatir tentang komputer, tetapi upaya besar telah dilakukan untuk mentransformasikan komputer menjadi peralatan yang akrab dan bersahabat (familiar dan friendly). Peralatan masukan telah menjadi lebih mudah digunakan, dan perangkat lunak pun lebih mudah untuk dipahami dibandingkan sebelumnya.

Kecenderungan Ketersambungan, Akses Online dan Interaktif

Tiga kecenderungan dalam teknologi komputer dan komunikasi adalah ketersambungan, akses informasi online, dan interaktif. Ketersambungan (connectivity) adalah kemampuan untuk menghubungkan komputer dan peralatan informasi lainnya satu sama lain melalui sambungan komunikasi. Online artinya tersambung melalui modem atau jaringan ke komputer lain. Sedang online berarti menyediakan bagi pengguna: akses database, layanan online dan jaringan, dan electronic bulletin board system (BBS). Interaktif adalah kemampuan untuk merespons terhadap suatu peralatan komputer atau komunikasi. Peralatan interaktif meliputi komputer multimedia, TV/PC Smart Boxes dan Set-Top Boxes, dan Personal Digital Assistant (PDA).

Ketersambungan

Seperti telah kita saksikan, komunikasi kecil, atau telekomunikasi, atau jaringan dapat dihubungkan dengan suatu yang lebih besar. Ini disebut ketersambungan (connectivity) yaitu kemampuan untuk menghubungkan komputer dan telepon melalui sambungan telekomunikasi kepada peralatan dan sumber informasi lain. Ketersambungan merupakan fondasi atau dasar dari Abad Informasi. Ketersambungan telekomunikasi telah memungkinkan banyak jenis kegiatan diantaranya adalah: telecommuting, teleshopping dan electronic and voice mail.

Telecommuting

Dalam keigiatan pulang dan pergi kerja (commuting) biasa, seseorang menggunakan transportasi (mobil, bus, kereta api) dari rumah ke tempat kerja dan kembali ke rumah. Dalam telecommuting, seseorang dapat bekerja di rumah dan berkomunikasi dengan kantor menggunakan telepon, faksimil dan komputer. Telekomuter bisa saja pekerja penuh waktu seperti pekerja asuransi, editor, agen perjalanan, dan konsultan yang bekerja di rumah dan tidak perlu datang ke kantor. Atau mereka bisa bekerja di rumah untuk beberapa hari dan pergi ke kantor beberapa hari.

Teleshopping

Teleshopping adalah versi lain dari TV shopping, dimana kita bisa memesan barang melalui telepon, membayarnya dengan kartu kredit, dan barangnya akan dikirimkan ke rumah beberapa hari kemudian. Dengan teleshopping, pengguna komputer menghubungi layanan belanja berbasis komputer yang dihubungkan dengan sambungan telepon. Kita bisa melihat jenis produk yang ditawarkan dan harganya, dan memesannya melalui komputer.

E-mail dan Voice Mail

E-mail (electronic mail) adalah sistem yang menghubungkan komputer baik dengan hubungan kabel maupun tanpa kabel (wireless). E-mail memungkinkan pengguna melalui keyboard memposkan pesan dan membaca jawabannya pada layar komputer. Sistem alternatif lainnya adalah voice mail yang bertindak seperti mesin penjawab telepon, pesan suara yang masuk didigitaslisasi dan disimpan untuk ditemu-balik kemudian. Temu-balik dapat dilakukan dengan men-dial nomor mailbox, dari pesawat telepon.

Gambar-1.9: Sambungan Komunikasi

Akses Informasi Online

Istilah online adalah tersambung melalui modem atau jaringan ke komputer lain. Hubungan online biasanya dilakukan dengan sambungan kabel atau tanpa kabel. Dengan online berarti kita dapat mengakses sumberdaya yang jauh yang tersedia di dalam komputer. Kata akses berarti bisa menghubungi database, jaringan, atau layanan online tertentu. Dengan kemampuan mengakses sistem informasi modern, seseorang dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Database

Database dapat berupa suatu koleksi data yang besar yang tersimpan pada suatu komputer yang tidak terhubung dengan komputer lain. Database yang dimaksudkan di sini adalah database yang berada ditempat lain yang dapat diakses melalui komputer kita, diantaranya adalah perpustakaan informasi yang tersedia di komputer lain. Suatu database adalah sekumpulan data terintegrasi dan tertunjuk-silang (cross-referenced) dimana orang yang berbeda dapat mengaksesnya untuk digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Jaringan dan Layanan Online

Layanan komputer online adalah layanan informasi komersial yang dengan tarif tertentu menyediakan kepada pelanggannya berbagai jenis layanan komputer yang terhubung melalui sambungan telepon, diantaranya adalah untuk mencek informasi dalam suatu database, memesan tiket penerbangan, atau mengirim pesan melalui e-mail. Melalui layanan online komputer, kita juga dapat memperoleh akses ke jaringan yang lebih luas yaitu internet. Internet adalah suatu jaringan internasional dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia.

Electronic Bulletin Board System

BBS elektronik adalah sumber informasi terpusat dan sistem pertukaran pesan untuk kelompok dengan minat tertentu yang terhubung dengan komputer. Sebagai contoh, BBS dalam bidang fly-fishing, clean air, ecology, genealogy, entertainment, city information, dan adult chatting. BBS sudah populer secara luas. Salah satu diantaranya disebut WELL (singkatan dari Whole Earth Lectronic Link) memiliki 7.000 pelanggan.

Interaktif

Interaktif berati pengguna bisa merespons langsung terhadap apa yang berlangsung dan memodifikasi proses tersebut. Disini terdapat suatu dialog antara pengguna dan komputer atau peralatan komunikasi. Interaktif memungkinkan pengguna sebagai peserta aktif daripada pasif dalam proses teknologi.


BAB II

PERANGKAT KERAS MASUKAN

Fungsi perangkat keras masukan adalah untuk mengumpulkan data dan mengkonversinya ke dalam suatu bentuk yang dapat diproses oleh komputer. Peralatan masukan yang paling umum adalah papan tombol atau keyboard. Peralatan lainnya adalah mouse, yang digerakkan dengan tangan untuk mengatur suatu penunjuk (pointer) pada layar komputer.

Kategori Perangkat Keras Masukan

Perangkat keras masukan terdiri dari alat yang mengambil data dan program yang dapat dibaca atau dipahami manusia dan mengkonversi ke suatu format yang dapat diproses komputer. Format people-readable terdiri dari sejumlah kata seperti yang terdapat di dalam suatu kalimat, sedangkan format computer-readable berisi 0 dan 1, atau sinyal off dan on.

Peralatan masukan terdiri dari dua jenis yaitu entri papan tombol (keyboard entry) dan entri langsung (direct entry).

Pada sebuah komputer, papan tombol adalah alat yang mengkonversi huruf, angka, dan karakter lainnya ke dalam sinyal elektronik yang bisa dibaca mesin (machine-readable) oleh prosesor komputer, termasuk terminal komputer. Entri papan tombol meliputi: papan tombol, terminal, peralatan touchtone, dan kotak set-top.

Peralatan entri langsung (direct-entry devices) adalah peralatan entri data yang bukan papan tombol (keyboard). Peralatan entri langsung meliputi peralatan pointing, peralatan pemindaian, kartu cerdas dan optik, peralatan pengenal suara, dan peralatan masukan lainnya.

Gambar-2.1: Entri Papan Tombol (Keyboard Entry)


<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-2.2: Kategori Perangkat Keras Masukan

Tabel-2.1: Perangkat Keras Masukan

Perangkat Keras Masukan

Keterangan

Papan tombol

Metode dasar untuk memasukkan data teks dan data angka.

Mouse komputer

Perangkat genggam yang memiliki kemampuan arahkan-dan-klik yang biasanya terkoneksi pada komputer melalui kabel. Pengguna komputer menggerakkan mouse untuk mengendalikan kursor pada layar monitor, menekan tombol pada mouse untuk menjalankan perintah. Trackball dan touch pad sebagai bentuk lain mouse, biasanya digunakan pada komputer laptop sebagai perangkat penunjuk.

Layar sentuh

Memungkinkan pengguna memasukkan data tertentu dengan cara menyentuh dengan jari telunjuk atau alat penunjuk permukaan layar monitor yang peka ­sentuh. Sering digunakan pada kios-kios informasi di toko-toko pengecer, restoran, dan pusat perbelanjaan.

Pengenal karakter dengan teknologi optik (OCR)

Perangkat yang bisa menerjemahkan tanda, karakter dan kode khusus dengan teknologi ke dalam bentuk digital. Kode optik yang paling banyak digunakan di sistem POS (point-of-sale) di pasar swalayan atau toko-toko pengecer. Kode pada barcode mengandung informasi tentang kode produksi item, lokasi, tanggal pembuatan, dll.

Pengenal karakter dengan teknologi tinta magnetik (MIRC)

Banyak digunakan pada proses pemeriksaan cek dalam dunia perbankan. Karakter dengan teknologi pada bagian bawah cek mengidentifikasi bank, nomor rekening, dan nomor cek; tinta magnetik tercetak menggunakan tinta magnetik khusus. Kemudian sebuah perangkat menerjemahkan karakter tersebut ke dalam bentuk digital untuk diproses oleh komputer.

Masukan berbasis pena

Perangkat pengenal tulisan tangan, misalnya tablet-pen, notebook, notepad, yang mengkonversi gerakan yang dihasilkan oleh tekanan pena elektronis pada layar tablet peka-sentuh ke dalam bentuk digital.

Pemindai digital

Menerjemahkan gambar atau dokumen ke dalam bentuk digital dan merupakan komponen penting untuk sistem pencitraan.

Masukan suara

Perangkat masukan (input) suara yang mengkonversi suara ke dalam bentuk digital dan diolah oleh komputer. Contohnya, mikrofon dan pemutar pita kaset lagu/suara.

Sensor

Perangkat yang digunakan untuk mengumpulkan data secara langsung dari lingkungan sekitar sebagai masukan bagi sistem komputer. Misalnya, dewasa ini petani menggunakan alat sensor untuk mengetahui kelembaban tanah sehingga mempermudah penentuan irigasi.

Radio-frequency identification (RFID)

Microchip yang bisa mengirimkan informasi mengenai item dan lokasinya kepada penerima frekuensi radio. Sangat berguna untuk melacak lokasi item sewaktu (RFID) berada pada mata rantai persediaan.

Papan Tombol dan Terminal

Papan Tombol

  • Standar mesin ketik (standar QWERTY)
  • Penggerak kursor: tombol panah (ke kiri, kanan, atas dan bawah), PgUp, dan PgDn
  • Tombol numerik (numeric keypad): 0 – 9
  • Tombol fungsi: F1 – F12
  • Tombol khusus: Backspace, Del, Ins, Esc, Ctrl dan Alt

Terminal

  • Dumb terminal: digunakan untuk memasukkan data dan menerima informasi dari sistem komputer tanpa melakukan pemrosesan
  • Smart terminal: dapat melakukan pemasukan dan pengeluaran data ditambah dengan pemrosesan terbatas
  • Intelegent terminal: komputer mikro penuh dengan sambungan komunikasi

Peralatan Pointing

  • Mice, trackballs, dan joysticks
  • Layar sentuh (touch screen)
  • Light pen
  • Digitizing tablets
  • Pen-based systems

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-2.3: Beberapa Peralatan Pointing

Gambar-2.4: Layar Sentuh (Touch Screen)

Gambar-2.5: Light Pen dan Digitizing Tablets

Gambar-2.6: Pen-Based Systems

Peralatan Pemindaian/Scanning

  • Pembaca kode bar (barcode reader)
  • Peralatan pengenal tanda dan pengenal karakter: MICR, OMR, dan OCR
  • Fax modem
  • Sistem citra (image systems): pemindai citra dan pemindai grafis

Gambar-2.7: Pembaca Kode Bar (Barcode Reader)

Gambar-2.8: Peralatan Pengenal Tanda dan Pengenal Karakter

Gambar-2.9: Fax Modem

Kartu Cerdas dan Optik

Kartu cerdas: seperti kartu kredit yang memiliki microprocessor dan memory chip, dapat menyimpan sekitar 30 halaman data. Kartu optik: kartu kredit dengan magnetic-strip, dapat menyimpan sekitar setengah halaman data.

Peralatan Pengenal Suara

Berfungsi mengkonversi ucapan manusia ke dalam kode digital. Keterbatasan: tergantung pada speaker, berbasis kata tunggal (1.000 kamus kata) dan ucapan bersambung (30.000 kamus kata), menerjemahkan suara ke karakter.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-2.10: Peralatan Pengenal Suara

Peralatan Audio, Video, Kamera, Sensor, dan Biologi-Manusia

  • Peralatan audio-input
  • Peralatan video-input
  • Kamera elektronik
  • Sensor
  • Peralatan masukan human-biology

Pengendalian Masukan

Pengendalian masukan diperlukan untuk memastikan ketelitian pemasukan data, jika tidak, kemungkinan keluaran menjadi tidak akurat. Pengendalian masukan termasuk kombinasi prosedur pengendalian secara manual dan berbasis komputer, dirancang untuk memastikan semua pemasukan data dengan akurat.


BAB III

PERANGKAT KERAS PEMROSESAN

Fungsi perangkat keras pemrosesan adalah untuk menemu-balik (retrieve) dan menjalankan (execute) instruksi-instruksi (software) yang diberikan kepada komputer. Pemrosesan dapat terdiri dari pelaksanaan perhitungan dan kegiatan logis lainnya, seperti membandingkan. Komponen perangkat keras pemrosesan yang paling penting adalah central processing unit (CPU) dan memori utama (main memory). CPU atau prosesor adalah otak komputer. CPU membaca dan menginterpretasikan perangkat lunak serta mengkoordinasikan kegiatan pemrosesan yang sedang berlangsung.

Jenis Sistem Komputer

Komputer dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis ukuran: kecil, menengah, besar, dan sangat besar, sebagai berikut:

  • Komputer mikro (microcomputer) (PC dan workstation)
  • Komputer mini (Minicomputer)
  • Komputer kerangka besar (mainframe)
  • Komputer super (supercomputer)

Selain itu, terdapat juga kategori komputer server dan server farms.

Komputer mikro: PC

Komputer mikro adalah jenis komputer kecil yang dapat diletakkan di atas meja kerja, atau mudah dipindahkan. Biasanya digunakan sebagai terminal yang terhubung ke dalam sistem komputer besar (network). Termasuk dalam jenis ini adalah desktop, workstation, floorstanding (tower), laptop, notebook, subnotebook, pocket PC, dan pen PC.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.1: Komputer Mikro/PC

Komputer mikro: Workstation

Merupakan komputer desktop, namun memiliki kemampuan yang lebih besar dibandingkan dengan PC terutama untuk pengolahan matematis dan grafis. Digunakan untuk scientific, engineering, dan desain yang membutuhkan kemampuan grafis dan komputasi yang lebih besar.

Komputer mini

Komputer yang memiliki daya menengah dan lebih murah dibandingkan dengan mainframe. Dapat digunakan sebagai workstation atau terhubung dalam jaringan untuk melayani ratusan terminal dan banyak pengguna. Banyak digunakan pada dunia bisnis, universitas, pabrik laboratorium riset, atau sebagai server.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.2: Komputer Mini

Komputer kerangka besar

Komputer kategori besar untuk menangani pengolahan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks. Digunakan pada bisnis besar, militer dan scientific.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>AWIPS Mainframe<!–[if supportFields]><![endif]–> <!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.3: Komputer Kerangka Besar

Komputer super

Komputer kategori sangat besar, memiliki daya guna yang bisa mengerjakan komputasi kompleks dengan sangat cepat. Contoh: IBM RS/6000 SP, memiliki 2.000 prosesor.

UK e-Science Centres The HPCx Supercomputer Facility at Daresbury

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.4: Komputer Super

Server

Komputer yang dioptimalkan secara khusus untuk menyediakan perangkat lunak dan sumber daya lain untuk komputer lain melalui suatu jaringan. Memiliki kapasitas memori dan penyimpanan data yang besar.

Server Farm

Sekelompok besar server yang dikelola oleh vendor komersial, disediakan untuk pelanggan untuk menjalankan e-commerce dan aktifitas lain yang memerlukan server dengan berkemampuan besar. Seperti vendor komersial IBM.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.5: Server dan Server Farm

CPU dan Memori Utama

CPU

Central processing unit (CPU) terdiri dari unit kontrol dan unit aritmatik/logik. Memori utama menangani data di dalam media penyimpanan sementara, kapasitasnya bervariasi tergantung jenis komputernya

CPU menjalankan perintah/instruksi yang terdapat pada perangkat lunak untuk memanipulasi data menjadi informasi. CPU terdiri dari Control Unit (CU) dan Arithmatic/Logic Unit (ALU). CU memberitahu bagian lain dari sistem komputer bagaimana melaksanakan instruksi yang terdapat di dalam program. ALU melakukan operasi aritmetik dan logik dan mengontrol kecepatan semua operasi tersebut.

Operasi aritmetik termasuk penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Operasi logik termasuk membandingkan dua data untuk melihat apakah sama (=), lebih besar (>), atau lebih kecil (<) atau kombinasi > dan = atau < dan =.

Memori Utama

Memori utama dikenal juga sebagai memori, tempat penyimpanan utama, memori internal, atau RAM (random access memory) yang berfungsi sebagai media penyimpanan. Ada tiga tugas yang dapat dikerjakan: (1) menangani pemrosesan data, (2) menangani instrusksi-instruksi (program) untuk memroses data, dan (3) menangani data yang sudah diproses (menjadi informasi) dan siap untuk dikirimkan ke perangkat keluaran atau perangkat penyimpanan.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.6: CPU dan Memori Utama

Siklus Mesin

  • Mengambil data dari memori utama
  • Membaca instruksi
  • Melaksanakan instruksi
  • Menyimpan hasil proses pada memori utama

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.7: Siklus Mesin

Kecepatan Proses

Milliseconds: 1.000 per detik

Microseconds (microcomputer): 1 juta per detik

Nanoseconds (mainframe): 1 milyar per detik

Picoseconds: 1 trilyun per detik

MIPS (million of instructions per seconds)

Prosesor PC melakukan 54 juta perintah per detik (54 MIPS)

Prosesor mainframe: 240 juta perintah per detik (254 MIPS)

Flop (floating-point operations per seconds), megaflops – jutaan operasi flop per detik. Prosesor supercomputer mampu melakukan 5.200 megaflops.

Penyajian Data dan Program

Sistem Biner

Contoh penyajian sistem biner (binary) untuk huruf-huruf: H-E-R-O

H = 01001000

E = 01000101

R = 01010010

O = 01001111

0 = off, bit-0

1 = on, bit-1

bit = binary digit

Gambar-3.8: Sistem Biner

Ukuran Kapasitas

  • 1 byte = 8 bit merepresentasikan satu karakter, digit, atau nilai
  • 1 kilobyte (K, KB) = kira-kira 1.000 byte (tepatnya: 1024 bytes)
  • 1 megabyte (M, MB) = 1 juta byte (1.048.576 bytes)
  • 1 gigabyte (G, GB) = 1 milyar byte (1.073.741.824 bytes)
  • 1 terabyte (T, TB) = 1 trilyun byte ( 1.009,511,627,776 bytes)

Skema Pengkodean Biner

ASCII-8 dibaca “as-key”, singkatan: American Standard Code for Information Interchange. EBCDIC dibaca “eb-see-dick”, singkatan Extended Binary Coded Decimal Interchange Code populer untuk IBM.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.9: Perbandingan Skema ASCII dan EBCDIC

Parity Bit (Check Bit)

Parity bit disebut juga check bit adalah suatu bit ekstra berkaitan dengan akhir suatu byte untuk tujuan memeriksa keakurasian.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.10: Parity Bit (Check Bit)

Unit Sistem

Sebuah unit sistem berisikan komponen elektronik seperti: Power supply, Motherboard, CPU, Chip prosesor khusus, System clock, Chip RAM, Chip ROM, Bentuk lain memory cache, VRAM, flash, Slot ekspansi, Bus line, Ports, Slot dan kartu PCMCIA.

Gambar-3.11: Unit Sistem IBM dan Macintosh

Gambar-3.12: Unit Sistem Bagian Dalam

Gambar-3.13: Motherboard

(CPU atau Microprocessor, RAM, Slot/Soket Ekspansi)

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.14: Contoh Sistem Komputer Mikro dan Chip yang Digunakan


Gambar-3.15: Jenis RAM

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-3.16: Port IBM dan Macintosh

Port

Suatu port adalah soket yang berada di luar unit sistem untuk menghubungkan ke board ekspansi di dalam unit sistem. Suatu port dengan sebuah kabel dapat dikoneksikan dengan perangkat peripheral lainnya, seperti monitor, printer, atau modem, sehingga dapat berkomunikasi dengan sistem komputer. Port dapat dibedakan ke dalam lima jenis yaitu sebagai berikut:

· Parallel Port: transmit 8 bit secara simultan, digunakan terutama untuk printer

· Serial Port: transmisi bit satu per satu, digunakan untuk komunikasi

· Video Adaptor Port: digunakan untuk monitor

· SCSI (scuzzy) Port, digunakan untuk hard disk, CD-ROM, dan lain-lain

· Game Port, digunakan untuk Joystick

Gambar-3.17: PCMCIA atau PC Cards


BAB IV

PERANGKAT KERAS PENYIMPANAN

Fungsi perangkat keras penyimpanan (storage hardware) adalah untuk menyimpan perangkat lunak dan data dalam bentuk yang relatif permanen, yang mudah untuk ditemu-balik ketika dibutuhkan untuk pemrosesan. Perangkat keras penyimpanan melayani fungsi seperti yang dilakukan oleh office filing system, tetapi datanya disimpan dalam bentuk sinyal elektro-magnetik atau laser-etched spots, biasanya pada magnetic disk atau optical disk, bukan pada kertas.

Konsep Dasar Tempat Penyimpanan

Dasar Storage

Tempat penyimpanan dikategorikan sebagai tempat penyimpanan utama atau sekunder. Tempat penyimpanan utama adalah RAM (main memory) yang mana mudah menguap. Tempat penyimpanan sekunder adalah tempat penyimpanan permanen, tidak mudah menguap. Sebelum membahas lebih lanjut tentang karakteristik dari tempat penyimpanan sekunder berikut kita lihat dasar storage meliputi:

· Perbedaan antara tempat penyimpanan utama dan sekunder

· Bagaimana data direpresentasikan dan ukuran unit tempat penyimpanan

· Perbedaan berkas

Primary dan Scondary Storage

Primary storage: menampung data dan instruksi secara temporer, bersifat volatile (menguap), jika daya listrik dimatikan data dan instruksi terhapus. Scondary storage: menyimpan data dan instruksi bersifat lebih permanen (non-volatile), jika daya listrik dimatikan, data dan instruksi masih tersimpan. Data dan instruksi digandakan ke memori utama, hanya pada saat akan diproses/ dimanipulasi.

Penyajian dan Kapasitas Penyimpanan Data

Penyajian Data

Komputer bekerja berbasis pada dasar listrik, yaitu hidup (on) dan mati (off). Setiap item data direpresentasikan dengan 0 (off) dan 1 (on) yang dikenal dengan istilah bit (binary digit). Satu unit 8 bit disebut byte yang merepresentasikan karakter, digit atau nilai lain, seperti A, ?, atau 3.

Kapasitas Tempat Penyimpanan

Terminologi yang sama juga digunakan untuk ukuran kapasitas data dari perangkat penyimpanan data, seperti berikut:

· 1 Kilobyte (K, KB) = 1.024 byte

· 1 Megabyte (M, MB) = sekitar 1 juta byte

· 1 Gigabyte (G, GB) = sekitar 1 milyar byte

· 1 Terabyte (T, TB) = sekitar 1 trilyun byte

Jenis Berkas

Suatu berkas (file) adalah kumpulan informasi yang dipandang sebagai satu unit. Ada banyak jenis-jenis berkas, tetapi yang prinsipil adalah antara berkas program dan berkas data.

Berkas program berisikan instruksi perangkat lunak, misalnya: INSTALL.EXE pada program pengolah kata. Berkas data berisikan data, yang biasanya kita berikan nama tertentu, misalnya: DOKUMEN.TXT, WILIS.PPT. Berkas Induk, berisikan cantuman yang relatif permanen, yang diremajakan secara berkala, misalnya: data pribadi mahasiswa. Berkas transaksi, bersifat temporer, berisikan data perubahan terhadap berkas induk, misalnya: data transaksi peminjaman buku.

Pemrosesan Batch versus Real-time

Batch, data dikumpulkan beberapa hari atau minggu, kemudian baru diproses sebagai kelompok (batch). Real-time, merekam informasi segera dan merespons pengguna seketika pada saat transaksi dilakukan.

Jenis-Jenis Disk

Bentuk dan Elemen Storage Sekunder

· Tape

· Diskette

· Hard Disk

· Optical Disk

· Metode penyimpanan dan temu-balik

· Kompresi dan dekompresi Data

· Bentuk lain tempat penyimpanan sekunder

Tape

Tape storage terbuat dari pita plastik tipis, dimana data direpresentasikan dalam bentuk titik magnetik (magnetized spots), data disusun dalam track atau channel sepanjang pita kaset. Bit 1 ditandai dengan titik magnetik, sedangkan bit 0 tanpa titik magnetik.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-4.1: Representasi Data pada Magnetic Tape

Disket

Disket atau floppy disk terbuat dari flat mylar plastik, untuk menyimpan data dan program dalam bentuk titik magnetik (magnetized spots), terdiri dari ukuran 3,5 dan 5,25 inci.


Gambar-4.2: Disket Ukuran 3,5 dan 5,25 inci

Penggerak Disk (disk drive)

Menyimpan, memutar dan membaca data. Read, membaca data dalam bentuk titik magnetik dan mengkonversinya ke sinyal elektronik dan mentransmisikannya ke memori utama. Write, informasi elektronik direkam ke dalam bentuk titik magnetik pada disk.

Gambar-4.3: Penggerak Disk Ukuran 3,5 dan 5,25 inci

Hard Disk

Fixed: penggerak high-speed dan high capacity, di dalam unit sistem. Removable: diameter 10,5 – 14 inci, kapasitas bervariasi. Sistem RAID (redundant array of inexpensive disk): penggerak disk tetap, mengirim data ke komputer melalui beberapa jalur (path) secara simultan.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-4.4: Hard Disk

Optical Disk

Cakram optik menggunakan laser untuk menyimpan data dalam jumlah besar dalam bentuk yang tersusun rapat atau padat. Lebih cocok untuk menyimpan data atau aplikasi yang tidak perlu diubah-ubah lagi. Ada beberapa jenis optical disk yaitu:

  • CD-ROM (read only memory): 4,75 inch, s.d. 660 Mb atau 300 x floppy disk
  • WORM (write once/read many)
  • CD-R (recordable)
  • CD-RW (rewriteable)
  • DVD (digital video disk): min. 4,7 Gb, untuk film dan aplikasi multimedia.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–> <!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–><!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–><!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-4.5: Optical Disk (CD, CD-R, CD-RW, dan DVD)

Organisasi Berkas

Ada tiga metode organisasi berkas yaitu sekuensial, akses langsung, dan sekuensial indeks. Sekuensial, data disimpan secara sekuens seperti alpabetik mis: pita kaset. Akses langsung (direct access) adalah organisasi berkas yang disimpan tidak ada urutan tertentu, dan suatu record dapat ditelusur kembali (searching) menurut kata kunci. Sekuensial indeks, organisasi berkas dimana data disimpan berisikan indeks dari daftar data berdasarkan kata kunci dan mengidentifikasi penempatan fisik di dalam disk. Jenis organisasi berkas seperti ini membutuhkan magnetic atau optical disk.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–><!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-4.6: Organisasi Berkas Sekuensial, Akses Langsung, dan Sekuensial Indeks

Kompresi dan Dekompresi

Kompresi (compression), metode mengurangi elemen-elemen redundan, sehingga lebih sedikit ruang yang diperlukan di dalam disk. Dekompresi (decompression), ketika berkas akan digunakan, dikembalikan ke bentuk semula.

Bentuk Lain Secondary Storage

Revolusi di dalam teknologi tempat penyimpanan sekunder akan terus melaju sepanjang waktu hidup kita dan akan mempunyai dampak dalam penanganan informasi dan bisnis yang diselenggarakan. Berikut ini beberapa bentuk lain secondary storege yaitu, flash memory, bubble memory, dan advanced storage technology.


BAB V

PERANGKAT KERAS KELUARAN

Fungsi perangkat keras keluaran (output hardware) adalah untuk menampilkan informasi yang dihasilkan oleh sistem komputer. Informasi adalah keluaran baik dalam bentuk hardcopy seperti pada kertas maupun softcopy seperti pada layar atau monitor. Bentuk lain dari softcopy adalah suara.

Hardcopy dan Softcopy

Hardcopy, keluaran tercetak, termasuk cetakan kertas, mikrofis, dan mikrofilm. Softcopy, keluaran dalam bentuk data yang dapat dilihat pada monitor, atau dalam bentuk bunyi atau suara.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-5.1: Bentuk Keluaran Hardcopy dan Softcopy

Printer dan Plotter

Printer

Peralatan keluaran yang mencetak karakter, simbol dan grafis pada kertas. Dua kategori printer: impact dan non-impact. Mekanisme cetak impact memiliki kontak dengan kertas, sedangkan non-impact tidak ada kontak dengan kertas.

Impact Printer

Membentuk karakter atau citra dengan menyentuh pita tinta hingga ke kertas. Terdiri dari daisy wheel dan dot-matrix.

Daisy wheel, mencetak citra dengan kualitas tinggi karena karakter dibentuk dengan tekanan tunggal oleh roda cetak, akan tetapi printer jenis ini sudah jarang diproduksi sejak diperkenalkannya printer dot-matrix dan laser yang lebih baik dan murah.

Dot-Matrix, mencetak citra dengan kepala cetak yang terdiri dari serangkaian palu kecil atau pin yang jumlahnya 9, 18, atau 24. Lebih fleksibel, lebih senyap dan lebih baik dari daisy wheel printer. Lebih cepat, dapat mencetak 150-300 karakter per detikdan dapat mencetak grafis.

Gambar-5.2: Printer Dot-Matrix

Line Printer jenis lainnya dari impact printer, biasanya digunakan oleh komputer besar, mencetak baris demi baris, bukan karakter per karakter dan dengan kecepatan tinggi, dapat mencetak di atas 3.000 baris per menit. Ada dua jenis line printer yaitu chain printer dan band printer.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-5.3: Printer Chain dan Printer Band

Nonimpact Printer

Membentuk karakter dan citra tanpa menyentuh langsung secara fisik antara mekanisme pencetakan dan kertas. Dua jenis dari non-impact printer yang sering digunakan pada komputer mikro (PC) yaitu, laser, ink-jet (menyemburkan tinta) dan ketiga thermal (membakar dot ke kertas khusus)

Laser, hampir sama dengan mesin fotokopi, menggunakan prinsip printer dot-matrix untuk menciptakan image dengan titik, menggunakan drum dan toner dan kemudian ditransfer ke kertas. Lebih senyap dan cepat dibanding printer dot-matrix, bisa mencetak grafis dengan berbagai jenis dan ukuran huruf, memiliki kecepatan cetak 4-20 halaman per menit dengan komputer mikro, dan lebih dari 120 per menit pada komputer mainframe.

Gambar-5.4: Printer Laser

Ink-jet, membentuk citra dengan menyemprotkan tetesan kecil tinta elektrik dari empat pipa semprot melalui lobang bentuk matriks dengan kecepatan tinggi pada kertas. Kecepatannya sama dengan printer dot-matrix, tetapi lebih senyap dari printer laser dan dapat menghasilkan citra berkualitas tinggi. Dapat mencetak 120-240 karakter per menit, atau 1-4 halaman per menit.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-5.5: Printer Ink-jet

Thermal, menggunakan panas untuk menghasilkan citra pada kertas khusus. Tidak menggunakan pita atau tinta. Printer dan kertasnya tergolong mahal sehingga jarang digunakan untuk pekerjaan yang memerlukan jumlah keluaran yang banyak.

Gambar-5.6: Printer Thermal

Ploter

Ploter digunakan untuk mencetak grafis dan desain yang kompleks dan dengan berbagai warna pada kertas. Terdiri dari tiga jenis utama: Pen Plotter, Electrostatic Plotter, dan Thermal Plotter.

Gambar-5.7: Pen dan Electrostatic Plotter

Peralatan Multi Fungsi

  • Pencetakan (printing)
  • Pemindaian (scanning)
  • Penggandaan (copying)
  • Fungsi faksimil (Faxing)

CRT dan Layar

Cathode Ray Tube (CRT), Flat Panel Display, Video Display Adaptor atau Graphic Adaptor.

CRT

Layar CRT terbentuk dari pixel (picture elements). Semakin kecil dan rapat pixel semakin jelas citra yang ditampilkan (resolusi). Pixel diberi cahaya (illuminated) di bawah kontrol perangkat lunak oleh electron gun untuk membentuk citra.

Flat Panel Display

Lebih tipis, lebih ringan dan menggunakan lebih sedikit daya listrik. Terdiri dari: liquid-crystal display (LCD), electroluminescent (EL) display, gas-plasma display. Setiap pixel pada layar dikontrol oleh transistor (active-matrix displays) atau seluruh baris dan kolom dikontrol oleh satu transistor (passive-matrix displays).

Video Display Adaptor atau Graphic Adaptor

Menentukan resolusi, jumlah warna, dan kecepatan pemunculan citra pada layar display. Standar: VGA (video graphic array), SVGA (super video graphic array), dan XGA (extended graphic array).

Suara

Peralatan Voice-Output

Mengkonversi data digital ke dalam bentuk bunyi seperti ucapan. Ada dua jenis teknologi: Speech coding dan Speech synthesis.

Speech Coding

Suara manusia digunakan untuk menyiapkan database digital kata-kata yang dapat dikeluarkan sebagai bunyi suara.

Speech Synthesis

Serangkaian 40 bunyi ucapan dasar (disebut ponem) digunakan untuk membentuk kata secara elektronik.

Peralatan Sound-Output

Menghasilkan bunyi digital, mulai dari beep dan chirps hingga musik. Terdiri dari: FM synthesis dan Virtual acoustics.


BAB VI

PERANGKAT LUNAK

Apa yang Dimaksud dengan Perangkat Lunak

Perangkat lunak terdiri dari langkah demi langkah perintah-perintah yang memberitahu komputer bagaimana melakukan suatu tugas. Perangkat keras tidak berguna tanpa instruksi elektronik atau perangkat lunak, yang memberitahu komputer apa yang akan dilakukan.

Ada dua jenis perangkat lunak: perangkat lunak aplikasi, yang melakukan tugas-tugas yang bersifat umum bagi pengguna, dan perangkat lunak sistem yang menjalankan operasi dasar komputer, mengelola sumber daya komputer, dan memungkinkan perangkat lunak aplikasi untuk dijalankan pada komputer.

Perangkat Lunak Aplikasi

Perangkat lunak aplikasi (aplications software) adalah perangkat lunak yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu. Contoh perangkat lunak aplikasi adalah Microsoft Word, Access, Excel, Power Point, dan lain-lain. Contoh lain perangkat lunak untuk memroses transaksi sirkulasi bahan pustaka, termasuk pemeliharaan berbagai jenis data dan berbagai jenis berkas transaksi, atau penyiapan berbagai formulir dan dokumen yang diperlukan dalam pengawasan sirkulasi.

Setiap aplikasi bekerja dalam sejumlah lapisan (layers) di dalam perangkat keras komputer untuk melakukan hasil yang diinginkan. Bayangkan bahwa lapisan perangkat lunak aplikasi seperti apa yang dilakukan oleh komputer dan lapisan perangkat lunak sistem seperti bagaimana komputer melakukannya. Perangkat lunak aplikasi dan perangkat lunak sistem harus dibeli oleh pengguna, biasanya perangkat lunak sistem sudah termasuk dalam harga komputer PC.

Perangkat lunak aplikasi juga dapat dipesan pada spesialis komputer yang dikenal dengan perangkat lunak tempahan, disebut custom-written software atau tailor made software. Perangkat lunak aplikasi yang dibeli di toko perangkat lunak disebut off-the-shelf software atau perangkat lunak paket (packaged software).

Jenis-Jenis Perangkat Lunak Aplikasi

Perangkat lunak aplikasi dapat dibagi ke dalam dua jenis: perkakas dasar (basic tools) dan perkakas lanjutan (advanced tools). Perangkat lunak perkakas dasar adalah program komputer yang banyak terdapat di kantor dan kampus, termasuk: word processings, spreadsheets, database management, graphic programs, communication programs, integrated programs, groupware, software suites, dan desktop accessories.

Perangkat lunak perkakas lanjutan adalah yang diperlukan dalam sejumlah pekerjaan, termasuk: desktop publishing, project management, dan computer-aided design/manufacturing (CAD/CAM)

Word Processing

Pengolah kata memungkinkan untuk: membuat, mengedit, merevisi, menyimpan, dan mencetak dokumen. Memungkinkan pengguna dengan mudah meyisip, menghapus, dan memindahkan kata, kalimat, dan paragraf. Pengolah kata ini juga memfasilitasi penataan dokumen dengan pilihan margin, ukuran huruf, dan gaya. Contoh: Microsoft Word, WordPerfect, dan Ami Pro.

Desktop Publishing (DTP)

Perangkat lunak DTP menggabungkan teks dan grafis untuk menghasilkan cetakan berkualitas tinggi. Contoh: Aldus PageMaker, QuarkXPress, dan First Publisher. Beberapa program pengolah kata juga memiliki fitur DTP.

Electronic Spreadsheet

Menungkinkan pengguna membuat tabel dan jadwal keuangan dengan memasukkan data ke dalam baris (row) dan kolom (column) yg disusun sebagai suatu jaring (grid). Memiliki kemampuan kalkulasi otomatis termasuk penggunaan rumus matematik, analisis “what if”, dynamic file linking, menampilan data dalam bentuk grafis, seperti pie chart atau bar chart. Contoh: Excel, Lotus 1-2-3, dan Quattro Pro.

Database Management System (DBMS)

Terdiri dari program untuk penyimpanan, pengindeksan-silang (cross-indexing), penemu-balikan (retrieving), dan pemanipulasian sejumlah besar data. Mampu mengakses sejumlah berkas pada saat yang bersamaan (bedakan dengan flat-file management system atau file manager yang hanya mampu mengakses satu berkas pada suatu ketika). Contoh: dBase, Access, Paradox, FileMaker Pro, FoxPro, Q&A, dan Approach.

Graphics Software

Memungkinkan pengguna menghasilkan berbagai jenis kreasi grafik, terdiri dari dua bentuk: Analytical Graphics, menjadikan data numerik menjadi mudah dipahami, dalam bentuk grafik batang, grafik garis, dan grafik pie, contoh: Lotus 1-2-3. Presentation Graphics, digunakan untuk komunikasi atau presentasi data, contoh: Curtain Call, Freelance Plus, Harvard Graphics, Hollywood, Persuasion, Microsoft PowerPoint, dan Presentation Graphics.

Communication Software

Program yang mengakses perangkat lunak dan data dari, dan mentransmisikan data ke, suatu komputer di tempat yang jauh. Contoh: Smartcom, Crosstalk, ProComm, PC-Dial, Balst, dan PC Talk.

Integrated Software

Koleksi beberapa aplikasi dalam suatu paket dengan serangkaian perintah umum dan kemampuan bekerja-sama dan berbagi data. Tujuannya adalah agar pengguna dapat melakukan berbagai tugas tanpa harus pindah program perangkat lunak dan mempelajari perintah yg berbeda-beda. Contoh: Claris Works, Eight-in-One, Lotus Works, Microsoft Works, PFS:First Choice, dan WordPerfect Works

Groupware

Perangkat lunak yang digunakan pada suatu jaringan dan melayani kelompok pengguna yang bekerja bersama pada proyek yang sama. Contoh: Lotus Notes, ActionWorkflow, Ventana’s Group System V, dan Network Scheduler 3.

Desktop Accessories

Desktop Accessories atau Desktop Organizer adalah paket perangkat lunak yg menyediakan kalender, jam, berkas kartu, kalkulator, dan notepad, contoh: Borland’s SideKick dan Lotus Agenda. PIM (personal information manager), program yg lebih canggih, contoh: Ascend, CA-UpToDate, DayMaker Organizer, DateBook Pro, Dynodex, Instant Recall, Lotus Organizer, OnTime for Windows, dan Personal Reminder System.

Project Management

Program yang digunakan untuk merencanakan, menjadwal, dan memantau orang, biaya, dan sumberdaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dengan tepat waktu. Contoh: Harvard Project Manager, Microsoft Project for Windows, Project Scheduler 4, SuperProject, dan Time Line.

Computer-Aided Design (CAD)

CAD memperpendek siklus perancangan dengan memungkinkan pabrikan membuat produk baru pada layar tanpa harus lebih dulu membangun suatu model yang mahal. Contoh: Autosketch, EasyCAD2, dan TurboCAD.

Multimedia Presentation

Perangkat lunak multimedia (multimedia production tool atau author-ware) memungkinkan pengguna menggabungkan tidak hanya teks dan grafis tetapi juga animasi, video, musik, suara, dan bunyi. Contoh: Multimedia ToolBox, Authorware, dan Multimedia Works

Fitur Umum Perangkat Lunak Aplikasi

Berikut ini adalah fitur umum yang terdapat pada perangkat lunak aplikasi:

  • Cursor: simbol pindah
  • Scrolling: pindah degan cepat ke atas atau ke bawah
  • Menu Bar: baris pilihan menu, di atas atau di bawah layar
  • Pull-down Menu: daftar pilihan perintah yang bisa diurai dari Menu Bar
  • Help Menu: penjelasan spesifik bagamana melakukan berbagai tugas (petunjuk perintah elektronik) seperti mencetak dokumen
  • Dialog Box: kotak yang muncul di layar menampilkan pesan yang harus dijawab, seperti Yes atau No
  • Macros: fitur yang memungkinkan untuk menekan satu tombol untuk menjalankan serangkaian perintah
  • OLE (object linking and embedding): memungkinkan menyatukan obyek dari suatu aplikasi (mis. graphics) dengan aplikasi lain (mis. word processing)
  • Tutorial: program atau buku petunjuk untuk membantu mempelejari produk perangkat lunak
  • Dokumentasi: panduan pengguna atau rujukan, deskripsi narasi atau grafis suatu program

Gambar-6.1: Fitur Umum Perangkat Lunak Aplikasi

Versi Perangkat Lunak Aplikasi

Perangkat lunak aplikasi yang sama terdapat dalam berbagai versi. Nomor versi yang lebih tinggi merupakan versi yang terbaru, dan memiliki fitur yang lebih banyak. Versi yang lebih dulu bisa di-upgrade ke versi yang lebih baru. Untuk mengetahui perkembangannya, lihat pada katalog atau direktori perangkat lunak, seperti pada majalah PC World.

Pemasangan (Installing) Perangkat Lunak Aplikasi

Harus di-install lebih dulu, install berarti memberitahu program aplikasi tentang karakteristik perangkat keras agar program tersebut dapat berjalan dengan mulus. Petunjuk install dapat diperoleh bersama-sama dengan program aplikasi.

Perangkat Lunak Sistem

Perangkat lunak yang menjadi dasar perangkat lunak aplikasi, dirancang untuk memungkinkan komputer mengelola sumber dayanya sediri dan menjalankan operasi-operasi dasar disebut perangkat lunak sistem (systems software). Berfungsi sebagai koordinator utama semua perangkat keras komputer dan program perangkat lunak aplikasi.

Perangkat lunak sistem menjalankan operasi dasar; memberitahu perangkat keras apa yang akan dilakukan dan bagaimana serta kapan melakukannya. Tetapi perangkat lunak tidak dapat memecahkan masalah-masalah spesisfik berkaitan dengan suatu tugas atau profesi. Contoh dari perangkat lunak sistem adalah: DOS, Macintosh OS, Windows, OS/2, Windows NT, UNIX, dan NetWare.

Kategori Perangkat Lunak Sistem

  • Operating System (OS)
  • Utility Program
  • Language Translator

Operating System (OS)

Operating System (sistem operasi) merupakan master sistem dari program-program yang mengatur operasional dasar komputer. Sistem operasi secara otomatis dijalankan ke dalam memori utama dengan segera ketika Anda menghidupkan atau menyalakan komputer. Sistem operasi melaksankan jenis tugas sebagai berikiut:

  • Mengkoordinir pemrosesan
  • Mengatur penggunaan memori utama
  • Mengalokasikan penggunaan perangkat tambahan
  • Memeriksa kegagalan fungsi peratalan dan menampilkan pesan kesalahan
  • Mengatur penyimpanan berkas dalam disk

Utility Program

Utility Program secara umum digunakan untuk mendukung, meningkatkan program-program dalam sebuah sistem komputer. Banyak OS sudah memiliki utility program di dalamnya untuk tujuan umum seperti mengkopi isi sebuah disk ke disk lain. Beberapa contoh utility program adalah: Screen saver, Data Recovery, Backup, Virus protection, Data compression, Memory management, dan Defragmentation.

Language Translators

Language Translators adalah perangkat lunak yang menterjemahkan bahasa yang ditulis oleh programmer dalam bahasa seperti BASIC ke dalam bahasa mesin yang dapat dimengerti oleh komputer.

Kemampuan Perangkat Lunak Sistem

  • Multitasking
  • Timesharing
  • Multiprocessing

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-6.2: Multitasking

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-6.3: Multiprocessing

Sistem Operasi dan Lingkungan Operasi Populer

· DOS

· Macintosh System Software

· Windows

· OS/2

· Windows NT

· UNIX

· NetWare

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-6.4: Microcomputer Operating System (OS)


BAB VII

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DAN BAHASA-BAHASA PEMROGRAMAN

Generasi Bahasa Pemrograman

Bahasa permrograman adalah serangkaian aturan yang memberitahu komputer operasi apa yang akan dilakukan. Ada lima generasi bahasa pemrograman: (1) Machine language, (2) Assembly language, (3) High-level (procedural) language, (4) Very-high-level (Non-procedural) language, dan (5) Natural language.

Gambar-7.1: Lima Generasi Bahasa Pemrograman

Bahasa tingkat lebih rendah adalah bahasa yang lebih dekat dengan bahasa komputer yang menggunakan sistem biner 1 dan 0. Bahasa tingkat lebih tinggi adalah bahasa yang lebih dekat dengan bahasa manusia (pada umumnya adalah English-like). Dari generasi ke generasi, bahasa pemrograman mengalami peningkatan, bahasa generasi terbaru lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Bahasa generasi awal menggunakan perbendaharaan kata (vocabulary) dan struktur kalimat (syntax) yang lebih kompleks dibandingkan yang terbaru.

Generasi Pertama: Machine Language

Machine Language (bahasa mesin) adalah bahasa dasar komputer, perintah dan data disajikan dalam bentuk binary digit (0 dan 1). Program yang ditulis dalam bahasa mesin tidak perlu diterjemahkan sebelum program tersebut dijalankan pada komputer. Bahasa ini tergantung pada mesin komputer, program hanya bisa dijalankan pada mesin yang programnya dirancang untuk mesin tersebut.

Generasi Kedua: Assembly Language

Bahasa Assembly menggunakan simbol sebagai singkatan untuk perintah, sebagai pengganti kombinasi bit-0 dan bit-1 yang panjang. Programmer bisa dengan mudah mengingat perintah, namun program dalam bahasa Assembly tetap sulit dikonversi untuk digunakan pada mesin komputer lain.

Gambar-7.2: Generasi Bahasa Pemrograman

Generasi Ketiga

Bahasa ini tampil sudah seperti teks sehari-hari dan formula matematik, dapat dijalankan pada berbagai jenis/merek komputer dengan atau tanpa perubahan. Contoh: COBOL (Common Business Oriented Language), FORTRAN (FORmula TRANslator), BASIC (Baginners All-purpose Symbolic Unstuction Code), C, RPG, PL/1, Pascal. Program harus diterjemahkan lebih dahulu oleh Language Translator ke dalam bahasa mesin (dari bentuk source code ke bentuk object code).

Gambar-7.3: Contoh Pemrograman dalam FORTRAN

Gambar-7.4: Contoh Pemrograman COBOL

Gambar-7.5: Contoh Pemrograman BASIC

Generasi Keempat

Generasi keempat dikenal dengan bahasa berorientasi-masalah atau 4GLs, merupakan bahasa non-prosedural. Programmer atau pengguna dapat membuat spesifikasi apa yang diinginkan untuk dilakukan oleh komputer tanpa menguraikan bagaimana komputer melakukannya. Karena kemudahan penggunaannya, yang bukan profesional komputer pun bisa mengembangkan perangkat lunak aplikasi tertentu. Query language: pengguna dapat bertanya tentang, atau menemu-balik informasi dari, berkas database dengan menyusun pertanyaan dalam bahasa Inggris. Contoh: SQL (sekuel, Structured Query Language), QBE (Query-By-Example), dan Intellect.

Generasi Kelima

Disebut juga dengan bahasa natural mirip dengan bahasa query, dengan satu perbedaan dimana pengguna atau programmer tidak perlu mempelajari vocabulary, grammar, atau syntax tertentu.

Pemrograman Berorientasi Obyek dan Visual

Pemrograman berorientasi obyek (OOP) adalah metode pemrograman yang mengkombinasikan data dan perintah-perintah untuk pemrosesan data cukup dengan kode pemrograman obyek atau block preassemble, yang dapat digunakan oleh program-program lain. Ada tiga konsep dari OOP yaitu encapsulation, inheritance, dan polymorhism. Beberapa contoh pemrograman berorientasi obyek: Smalltalk, C++, Turbo Pascal, dan Hypertalk.

Pemrograman visual memungkinkan programmer membuat koneksi antara obyek pemrograman dengan gambar, pointing, dan clicking pada diagram dan icon. Tujuan pemrograman visual adalah programmer dengan mudah membuat program dan lebih mudah digunakan oleh non-programmer. Beberapa contoh pemrograman visual adalah ObjectVision (dari Borland), Visual BASIC (Microsoft)

Pemrograman: Lima Langkah Produksi

Pemrograman dilakukan secara berurut dalam lima langkah proses: (1) define the problem, (2) map out program logic and design a solution, (3) code the program, (4) test the program, dan (5) collate the documentation.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-7.6: Lima Langkah Produksi Pemrograman


BAB VIII

KOMUNIKASI DATA DAN KETERSAMBUNGAN

Tiga kecenderungan dalam teknologi komputer dan komunikasi adalah ketersambungan, akses informasi online, dan interaktif. Ketersambungan (connectivity) adalah kemampuan untuk menghubungkan komputer dan peralatan informasi lainnya satu sama lain melalui sambungan komunikasi. Online artinya tersambung melalui modem atau jaringan ke komputer lain. Sedang online berarti menyediakan bagi pengguna: akses database, layanan online dan jaringan, dan electronic bulletin board system (BBS). Interaktif adalah kemampuan untuk merespons terhadap suatu peralatan komputer atau komunikasi. Peralatan interaktif meliputi komputer multimedia, TV/PC Smart Boxes dan Set-Top Boxes, dan Personal Digital Assistant (PDA).

Karakteristik Komunikasi Data

Informasi lewat melalui sistem telekomunikasi dalam bentuk sinyal elektromagnetik, dengan dua cara: sinyal analog dan sinyal digital. Sinyal analog berbentuk gelombang berkesinambungan lewat melalui media komunikasi, biasanya untuk komunikasi suara. Sinyal digital berbentuk gelombang berlainan yang mentransmisikan data ke dalam dua status yang berbeda yaitu bit-1 dan bit-0, digunakan untuk komunikasi data. Modem suatu peralatan yang menerjemahkan sinyal digital ke dalam analog dan sebaliknya. Ada dua model transmisi data: Asynchronous dan Syncrhonous, dengan tiga jenis arah aliran transmisi yaitu Simplex, Half-Duplex, dan Full-Duplex.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-8.1: Sinyal Analog dan Digital

Gambar-8.2: Cara Kerja Modem

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-8.3: Model Transmisi Data

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-8.4: Arah Aliran Transmisi Data

Media dan Bentuk Transmisi Data (Channels)

Untuk mendapatkan dari sini ke sana, data harus berpindah melalui suatu media. Ada empat jenis media dan bentuk transmisi data: (1) pusla elektronik (charges), mentransmisikan data melaui jalur telepon dan kabel, (2) gelombang elektromagnetik, mentransmisikan data melalui udara via gelombang mikro dan satelit, (3) kabel fiber optic (FO), mentransmisikan data dalam bentuk pulsa cahaya, (4) infra merah, spektrum tersebar, dan standar gelombang radio yang digunakan dalam komunikasi data tanpa kabel.

Tabel-8.1: Jenis dan Kecepatan Media

Media

Kecepatan

Biaya

Twisted Wire

300 BPS - 10 MBPS

Rendah

Coaxial Cable

56 KBPS – 200 MBPS

Gelombang mikro (Microwave)

256 KBPS – 100 MBPS

Satellite

256 KBPS – 100 MBPS

Fiber Optic Cable

500 KBPS – 6 TBPS

Tinggi

Gambar-8.5: Kabel Coaxial

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-8.6: Satelit Komunikasi

Gambar-8.7: Kabel Fiber Optik

Perangkat Keras Komunikasi, Perangkat Lunak, dan Protokol

Perangkat keras komunikasi biasanya digunakan dalam bisnis termasuk modem, fax modem, multiplexers, concentrators, dan front-end processors. Perangkat lunak komunikasi mengatur transmisi data dan mengontrol koreksi kesalahan, kompresi data, pengendali jarak jauh, dan emulasi terminal. Contoh paket perangkat lunak komunikasi populer yang digunakan pada komputer PC adalah Smartcom, ProComm, PC-Dial, Blast, dan PC Talk. Protokol standar untuk transmisi data.

Gambar-8.8: Eksternal dan Internal Modem

Protokol atau protokol komunikasi adalah seperangkat aturan yang mengatur pertukaran data antara perangkat keras dan atau komponen perangkat lunak dalam komunikasi jaringan. Dewasa ini banyak pengembang setuju menggunakan suatu standar protokol OSI (Open System Interconnection).

Gambar-8.9: Cara Kerja Multiplexers

Jaringan

Jenis Jaringan

Saluran komunikasi dan perangkat keras mungkin memiliki jaringan atau tata ruang berbeda. Jaringan digolongkan berdasarkan tiga ukuran: dari besar ke kecil, wide area networks (WANs), metropolitan area networks (MANs), dan local network. Local network dapat berupa private branch exchanges (PBXs) atau local area networks (LANs). LANs dapat juga client server atau peer-to-peer.

Gambar-8.10: Client Server dan Peer-to-Peer

Komponen LAN

Local area network (LAN) dibuat terdiri dari beberapa komponen standar: kabel, kartu jaringan, sistem operasi, perangkat bersama, bridge dan gateway.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-8.11: Komponen LAN

Topologi LAN

Jaringan dapat dipersiapkan dalam cara yang berbeda. Tata letak atau bentuk suatu jaringan disebut topologi. Ada lima topologi dasar yaitu star, ring, bus, hybrid, dan FDDI.

Gambar-8.12: Topologi Star

Gambar-8.13: Topologi Ring dan Bus

Penggunaan Komunikasi dan Ketersambungan

Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dalam komunikasi dan ketersambungan: (1) Keterkaitan dengan pelayanan telepon. Contoh: voice mail, e-mail, dan teleconferencing, (2) Pelayanan informasi online. Contoh: penelitian, e-mail, pelayanan perjalanan (travel), dan belanja, (3) Electronic bulletin board system. Contoh: large commercial BBSs dan small BBSs, (4) Internet, contoh: information gathering, e-mail, diskusi dan news group, dan (5) telecommuting.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-8.14: Internet


BAB IX

PENGEMBANGAN SISTEM

Sebuah sistem informasi adalah untuk mengatur manusia dan komponen-komponen mesin, dan prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk mendukung kebutuhan informasi atau bisnis pada sebuah organisasi dan para pengguna sistem (Lihat gambar-9.1). Sistem tersebut tidak seperti paket program perangkat lunak aplikasi tetapi harus terlebih dahulu dikustomisasi.

Siklus pengembangan sistem (system development life cycle = SDLC) adalah proses formal yang harus dilakukan oleh suatu organisasi yang akan membangun sistem informasi berbasis komputer, yang tergantung beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut termasuk ukuran organisasi, deskripsi tugasnya, relevansi pengalamannya, dan latar belakang pendidikan dalam konsep-konsep proses informasi, peralatan, dan teknik.

Keterlibatan Pengguna dalam Pengembangan Sistem

Berikut ini beberapa contoh bagaimana keterlibatan pengguna di dalam pengembangan suatu sistem.

  • Pentingnya bagi pengguna untuk menjelaskan bagaimana sistem yang sedang berjalan pada bagian tempat pengguna bekerja
  • Menemukan dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan bagaimana hal itu dapat diperbaiki pada sistem yang baru.
  • Kemungkinan perlu untuk memakai tenaga analis sistem dan disainer yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem untuk memenuhi kebutuhan bagian
  • Kemungkinan anda sebagai pengguna selalu dilibatkan di dalam hal persetujuan proyek dan anggaran sebagai anggota special steering committee.
  • Pada saat pengembangan sistem akan selesai, pengguna akan dimintai bantuannya untuk mengevalusi dan uji-coba, untuk memastikan bahwa sistem bekerja dengan sempurna.
  • Anda sebagai pengguna turut membantu mempersiapkan sebagian dari dokumentasi yang dikumpulkan selama proses pengembangan sistem.
  • Anda seharusnya menghadiri pengarahan singkat dan sesi pelatihan untuk belajar bagaimana sistem baru akan mempengaruhi pekerjaan anda dan operasi prosedur baru nantinya.
  • Terakhir tetapi pastit, anda akan menggunakan sistem yang baru tersebut.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-9.1: Komponen Sebuah Sistem Informasi

Siklus Pengembangan Sistem

Ada enam tahapan dalam siklus pengembangan sistem: (1) analisis sitem berjalan, (2) mendefinisikan kebutuhan sistem baru, (3) mendesain sistem baru, (4) mengembangkan sistem baru dan uji coba oleh pengguna, (5) implementasi sistem baru, dan (6) evaluasi sistem baru dan pemeliharaan sistem.

Tahapan Pengembangan Sistem

Tahap 1: Analisis Sitem Berjalan

Tahap 2: Mendefinisikan Kebutuhan Sistem Baru

Tahap 3: Mendesain Sistem Baru

Tahap 4: Mengembangkan Sistem Baru dan Uji-coba oleh Pengguna

Tahap 5: Implementasi Sistem Baru, dan

Tahap 6: Evaluasi Sistem Baru dan Pemeliharaan Sistem

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-9.2: Siklus Pengembangan Sistem

Gambar-9.3: Lambang Diagram Alur Kerja

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-9.4: Diagram Alur Kerja Umum

Gambar-9.5: Lambang Alur Kerja Sistem

Gambar-9.6: Diagram Ketersambungan

Gambar-9.7: Tabel Keputusan

Gambar-9.8: CASE (Computer-aided Systems Engineering)

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-9.9: Empat Pendekatan Implementasi Sistem

Gambar-9.10: Interaksi Pengguna dengan Siklus Analisis Sistem dan Desain


BAB X

MANAJEMEN DATABASE

Hirarki Data

Hirarki data meliputi bit, byte, ruas (field), cantuman (record), dan berkas (file), yang merupakan unsur-unsur suatu database. Data dapat dikelompokkan menurut hirarki kategori, masing-masing terus meningkat ke yang lebih kompleks. Hirarki penyimpanan data terdiri dari tingkatan data disimpan: bit, byte (karakter), field, record, file, dan database.

Gambar-10.1: Hirarkis Data

Sistem Manajemen Database

Apakah yang dimaksud dengan sistem manajemen database? (Database Management System=DBMS).

Sistem manajemen database adalah sistem berbasis komputer untuk mendefinisikan, membuat, memanipulasi, mengawasi, mengatur, dan menggunakan database. Sebuah database adalah kumpulan dari integrasi data yang terorganisir seperti byte, ruas, rekod, dan file. DBMS menggantikan sistem manajemen file lama dan dengan demikian meningkatkan integritas data dan kemandirian, serta mengurangi pemborosan data.

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-10.2: Manajemen File v.s. Manajemen Database

Fundamental DBMS

DMBS membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar, biasanya menggunakan magnetic tape, hard disk, CD-ROM, dan sistem penyimpanan (mass storage systems). Perangkat lunak DBMS biasanya termasuk bahasa query, penulis laporan, utility, kamus data, dan log transaksi.

Perangkat keras: storage count

Kapasitas penyimpanan adalah penting untuk operasional DBMS. Sebab file database merupakan representasi sumber daya bisnis yang penting, oleh karena itu harus dilindungi dari kerusakan, kehilangan, dan penggunaan tanpa izin. Yang paling umum cara untuk melindungi database perusahaan dari hilang dan kerusakan adalah membuat kopi cadangan (backup) database secara periodik. Dalam database besar, kopi cadangan biasanya dibuat satu atau lebih dalam cartridge magnetic tape. Format backup yang populer untuk hard-disk komputer mikro adalah tape streamer, atau steaming tape, yang mana juga tersedia dalam bentuk cartridge. Peralatan-peralatan tersebut kecil, cepat, dan mudah digunakan pemakai untuk melakukan backup tanpa memerlukan bantuan.

Perangkat lunak: in control

Suatu DBMS merupakan integrasi satuan program perangkat lunak yang menyediakan semua kemampuan yang diperlukan untuk membangun dan memelihara file database, mensarikan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan dan format informasi ke dalam bentuk laporan. Hal itu dimaksudkan untuk: (1) membuat data tidak terikat pada program aplikasi yang digunakan, (2) menetapkan hubungan antar rekod di dalam file yang berbeda, (3) memperkecil pemborosan data, (4) mendefenisikan karakteristik data, (5) mengatur keamanan file, dan (6) memelihara integritas data.

Gambar-10.3: Perangkat Lunak DBMS

Gambar-10.4: Contoh Bentuk Laporan dari DBMS

<!–[if supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>

Gambar-10.5: Kamus Data dan Log Transaksi

Jenis Organisasi Database

Tiga jenis umum struktur database adalah hirarkis, jaringan, dan relasional. Pada struktur database hirarkis, ruas atau rekod diatur dalam kelompok yang berhubungan menyerupai ranting pohon. Database jaringan hampir sama dengan hirarkis, tetapi masing-masing anak rekod dapat memiliki induk lebih dari satu rekod. Jenis pengorganisasian yang paling fleksibel, database relasional menghubungkan data di dalam file berbeda melalui penggunaan suatu ruas kunci, atau elemen data umum.

Gambar-10.6: Database Hirarkis

Gambar-10.7: Database Jaringan

Administrasi Database

Suatu organisasi pada umumnya menugaskan seorang administrator database (database administrator=DBA) untuk mengatur database dan aktivitas lainnnya yang berkaitan. Administrator database memiliki enam tanggung jawab utama yaitu: (1) desain database, (2) implementasi dan operasional database, (3) koordinasi dengan pengguna, (4) backup dan recovery, (5) memantau capaian, dan (6) keamanan sistem.

Gambar-10.8: Database Relasional

Keunggulan dan Keterbatasan DBMS

Suatu DBMS dapat memperkecil pemborosan data, mengizinkan kemudahan memperbaharui file, memaksimalkan integritas data dan independence, menyederhanakan pemeliharaan, meningkatkan produktivitas pemakai dan keamanan data, serta menstandardisasi definisi data.

Kerugian menggunakan sistem manajemen database adalah: (1) DBMS adalah kompleks; perencanaan matang dan substansial, diperlukan sejumlah keahlian teknis untuk implementasi dan memelihara sistem, (2) Biaya berkaitan dengan pengembangan dan operasi dari corporate DBMS menjadi substansial seperti perangkat lunak dan perangkat keras diperoleh, tenaga dukungan teknis, dan tenaga operasional, (3) Konsolidasi dari keseluruhan sumber daya informasi bisnis ke dalam DBMS dapat menciptakan sifat mudah rusak yang lebih tinggi. Jika terjadi bencana alam, kebarakan, atau bahkan perangkat keras atau perangkat lunak bermasalah dapat menyebabkan hilangnya file database.

Kepemilikan Database

Database kecil dan besar dapat dikelompokkan seperti perorangan, perusahaan, terdistribusi atau kepemilikan. Database perorangan, pada dasarnya sebuah database komputer mikro yang digunakan oleh satu orang. Database perusahaan, database bagi-pakai (sharing) oleh beberapa pengguna dari satu perusahaan dalam satu lokasi. Database terdistribusi adalah database bagi- pakai oleh beberapa pengguna dari satu perusahaan yang merupakan pemilik database, tetapi data disimpan di beberapa lokasi yang dihubungkan pada berbagai jaringan komunikasi.


RUJUKAN

Hutchinson, Sarah E. and Stacey C. Sawyer. 1996. Computer and information systems. Chicago: McGraw-Hill.

Laudon, Kenneth C. and Jane P. Laudon. 2005. Sistem informasi manajemen: mengelola perpustakaan digital. Yogyakarta: Andi.

USU Link ke situs USU

DIKTI Link ke DIKTI

Dukung Pembelajaran yang bebas dan gratis situs ini dengan memberikan Feedback anda.

4.PRINSIP PENDIDIKAN PENGEMBAN

Pengantar
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk mencerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.

Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:

  1. Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
  2. Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya.
  3. Bahan;merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran,seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide,alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).
  4. Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya.
  5. Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah,permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.
  6. Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.

Bahan & alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan.

Media Pendidikan
Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas, namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.

Mengapa perlu media dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran.Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran,karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi,penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata& tulisan) maupun non-verbal, proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding.

Ada kalanya penafsiran berhasil, adakalanya tidak.Kegagalan/ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar, dibaca,dilihat atau diamati. Kegagalan/ketidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima.
Lantas dimana fungsi media? Ada baiknya kita melihat diagram cone of learning dari Edgar Dale yang secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media dalam pendidikan:

cone_of_learning.jpg

Secara umum media mempunyai kegunaan:

  1. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
  2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
  3. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
  4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
  5. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:

  1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
  2. Pembelajaran dapat lebih menarik
  3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
  4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
  5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
  6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
  7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
  8. Peran guru berubahan kearah yang positif

Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan yang akurat dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah, hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing, sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula.

Untuk itu perlu dicermarti daftar kelompok media instruksional menurut Anderson, 1976 berikut ini:

KELOMPOK MEDIA

MEDIA INSTRUKSIONAL

1.

Audio
  • pita audio (rol atau kaset)
  • piringan audio
  • radio (rekaman siaran)

2.

Cetak
  • buku teks terprogram
  • buku pegangan/manual
  • buku tugas

3.

Audio – Cetak
  • buku latihan dilengkapi kaset
  • gambar/poster (dilengkapi audio)

4.

Proyek Visual Diam
  • film bingkai (slide)
  • film rangkai (berisi pesan verbal)

5.

Proyek Visual Diam dengan Audio
  • film bingkai (slide) suara
  • film rangkai suara

6.

Visual Gerak
  • film bisu dengan judul (caption)

7.

Visual Gerak dengan Audio
  • film suara
  • video/vcd/dvd

8.

Benda
  • benda nyata
  • model tirual (mock up)

9.

Komputer
  • media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructiona

Klasifikasi & Jenis Media

KLASIFIKASI

JENIS MEDIA

Media yang tidak diproyeksikan Realia, model, bahan grafis, display
Media yang diproyeksikan OHT, Slide, Opaque
Media audio Audio K aset, Audio V ission, aktive Audio Vission
Media video Video
Media berbasis komputer Computer A ssisted I nstructional ( Pembelajaran Berbasis Komputer)
Multimedia kit Perangkat praktikum

Media yang Tidak Diproyeksikan

Realita : Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar

Model : Benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda
sesungguhnya

Grafis : Gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan (Grafik, Chart, Poster, Kartun)

Display : Medium yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu sehingga dapat dilihat informasi dan pengetahuan di dalamnya.

Media Video

Kelebihan

Dapat menstimulir efek gerak

Dapat diberi suara maupun warna

Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya.

Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya

Kekurangan

Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya

Memerlukan tenaga listrik

Memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam pembuatannya

Media Berbasiskan Komputer

Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan

Praktek dan latihan (drill & practice)

Tutorial

Permainan (games)

Simulasi (simulation)

Penemuan (discovery)

Pemecahan Masalah (Problem Solving)

(Heinich,et.al 1996)

Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.

Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:

  1. Perangkat keras -dan lunak- yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
  2. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
  3. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.

Pemakaian Komputer dalam Proses Belajar
Sebelumnya perlu dijelaskan istilah CAI dan CMI yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer.

CAI; yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI dapat sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.

CMI; digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat, seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku/e-library, kegiatan administratif sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi dll.

Pada masa sekarang CMI & CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-Learning, dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem.

Pemakaian Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran
Untuk Tujuan Kognitif
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri.

Untuk Tujuan Psikomotor
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.

Untuk Tujuan Afektif
Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.

PUSTAKA

Green L (1996). Creatives Silde/Tape Programs. Colorado: Libraries Unlimited, Inc. Littleton.

Hackbarth S. (1996). The Educational Technology Hanbook. New Jersey: Educational Technology Publication, Englewood Cliffs.

Hannafin, M. J., Peck, L. L. (1998). The Design Development and Education of Instructional Software. New York: Mc. Millan Publ., Co.

Heinich, R., et. al. (1996) Instructional Media and Technologies for Learning. New Jersey: Prentice Hall, Englewood Cliffs.

E. Dale, Audiovisual Method in Teaching, 1969, NY: Dyden Press

Bloom, S. Benyamin (1956). Taxonomy of Educational Objective The Classification of Educational Goal.

Biometrik

November 1, 2007

1. DATA BIOMETRIK BAGI SEMUA PEMOHON VISA (29/05/07)

Kerajaan British mula memperkenalkan perolehan data biometrik (pengimbasan sepuluh jari dan gambar digital) sebagai sebahagian dari proses pengenalan biometrik di seluruh dunia. Proses ini direka untuk melindungi identiti individu, memudahkan kemasukan akan dating ke UK, membasi penipuan visa palsu dan salahguna terhadap system imigresen dan perlindungan UK.

Perolehan data biometrik, termasuh pengimbasan kesepuluh jari, akan diperkenalkan di Brunei pada 5 Jun 2007.

Bermula Selasa, 5 Jun 2007, semua pemohon visa tanpa dikira apa jua bangsa, akan terpaksa menghadirkan diri sendiri ke Suruhanjaya Tinggi British di Bandar Seri Begawan dan memberikan pengimbasan jari dan gambar digital mereka bagi menyokong permohonan visa mereka.

Semua pemohon visa dimestikan memberikan data biometrik mereka, kecuali:-
· Pemegang paspot diplomatic dan tanggungan yang berjalan bersama kerana urusan rasmi kerajaan.

· Pememgang paspot rasmi yang berjalan atas urusan rasmi kerajaan di United Kingdom.

· Pegawa-pegawai Bangsa-Bangsa Bersatu yang memegang Dokumen Perjalanan PBB yang berjalan atas urusan rasmi PBB.

· Kakitangan angkatan bersenjata Komanwel dan NATO yang ditempatkan di UK.

· Pemegang sijil kuasa yang mensahkan tinggal di UK.

· Kanak-kanak dibawah umur lima tahun.


Pengecualian akan juga diberikan kepada pemohon-pemohon yang dengan alasan perubatan yang sebenar tidak dapat memberikan pengimbasan jari mereka.

Permohonan tidak akan diproses jika pemohon menolak, atau tidak memberi data biometrik mereka.

Pengimbasan jari akan dikumpulkan dari setiap pemohon dengan menggunakan pengimbasan elektronik. Dakwat, cecair atau bahan kimia tidak digunakan dan prosedur ini akan mengambil masa kurang dari dua minit.

Pastikan tangan biskita tidak berinai, mempunyai parut luka atau tanda-tanda yang boleh menghindari pengimbasan.

Semua pemohon mesti mempastikan yang tangan mereka bebas dari sebarang perhiasan seperti inai, luka atau apajua tanda. Luka hendaklah sembuh sepenuhnya sebelum membuat pengimbasan kerana ini akan memberi kesan terhadap pengumpulan data biometrik mereka. Gambar digital tidak akan diambil bagi mereka yang menutup muka atau mereka yang menggunakan kacamata gelap.

 

Suruhanjaya sentiasa komited dalam mempastikan intigriti proses visa kami. Pemohon yang membuat dokumen palsu tau maklumat lain dalam permohonan visa merka tidak akan diberikan visa dan perkara ini akan dihadapkan kepihak yang berkenaan.

Memandangkan pengenalan proses perolehan data biometrik ini, Seksyen Visa dan Konsular di Suruhanjaya akan ditutup kepada orang ramai pada Isnin, 4 Jun 2007 bagi latihan kakitangan.

untuk maklumat lanjut mengenai proses permohonan visa.

2. Teknologi Biometrik Persempit Pemalsuan Data

PEMBUATAN paspor dengan sistem foto terpadu berbasis biometrik, mulai diterapkan di Kantor Imigrasi (Kanim) Bandung, Senin (6/2). Pemerintah menganggap penting untuk menerbitkan paspor dengan teknologi itu, mengingat tuntutan perlunya security features canggih dan sulit ditiru, agar paspor RI sulit dipalsukan. Dalam paspor baru dilengkapi pengamanan dengan teknologi biometrik (Pikiran Rakyat, 11/2/06).

SEORANG pemohon paspor melakukan pindai jari tangan saat proses pembuatan paspor dengan sistem foto terpadu berbasis biometrik yang mulai diterapkan di Kantor Imigrasi (Kanim) Bandung sejak Senin (6/2).*M. GELORA SATA/”PR”

Penerapan teknologi biometrik tentu berbeda dengan teknologi sebelumnya yang memisahkan pembuatan foto dan sidik jari. Teknologi biometrik mampu mempersempit proses tersebut dalam beberapa menit yang terhubung secara online dengan kantor pusat sebagai penyimpan data biometrik (wajah dan sidik jari) dan antarkantor imigrasi untuk mencegah perolehan paspor ganda (lebih dari satu) pada orang yang sama karena memiliki dokumen identitas ganda.

Dalam arti lain, sistem personalisasi (pengisian data) berdasarkan Machine Readable Passport (MRP) foto terpadu dengan media stiker/label yang digunakan selama ini, diganti dengan sistem cetak langsung (direct printing) pada halaman data (data page). Dalam aplikasinya, foto dan sidik jari dilakukan secara elektronis dengan imaging system, sehingga tidak mudah dipalsukan atau dikelupas. Sekarang timbul pertanyaan, apakah dengan penggunaan teknologi biometrik data pada paspor itu betul-betul tidak dapat dipalsukan atau hanya mempersempit ruang gerak dunia bisnis pemalsuan paspor?

Teknologi biometrik

Manusia dengan akalnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan suatu teknologi. Begitu juga kehadiran teknologi biometrik merupakan hasil dari manusia-manusia kreatif yang telah mengembangkan ilmunya. Teknologi biometrik adalah suatu metode untuk mengidentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya.

Pengembangan teknologi biometrik ini dilatari bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki sesuatu yang unik/khas. Keunikan tersebut tentu hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Untuk mewujudkan gagasan itu, tentu harus didukung oleh teknologi yang secara otomatis bisa mengidentifikasi/mengenali seseorang dengan memanfaatkan teknologi semikonduktor.

Leonardo da Vinci – Vitruvian Man

Sebenarnya, sidik jari hanya sebagian dari teknologi biometrik yang bisa dimanfaatkan, sebab bagian-bagian dari tubuh manusia yang bersifat unik/spesifik dan juga akurat ada banyak jumlahnya, di antaranya adalah sidik jari, struktur wajah, iris, dan retina mata. Namun, pada saat ini teknologi yang paling berkembang ialah pengenalan dengan sidik jari.

Persempit pemalsuan

Penggunaan alat teknologi biometrik merupakan bagian dari proses autentikasi. Selama ini para ahli keamanan, terutama dari pengusaha pembuat produk biometrik sidik jari mengatakan, untuk mengakali alat tersebut merupakan hal yang mustahil (tidak mungkin terjadi). Alasannya, sidik jari merupakan hal unik. Sidik jari tiap orang berbeda dan tidak mungkin sama persis.

Argumentasi para ahli tersebut, memang benar dan diakui oleh umum. Namun, bagaimana kalau kondisi orang yang punya jari itu dipotong, lalu dibawa ke tempat mesin biometrik sidik jari? Atau orangnya sendiri ditodong kemudian disuruh untuk mengautentikasikan sendiri ke mesin biometrik tersebut?

Hal-hal tersebut merupakan beberapa kemungkinan sadis yang dilakukan oleh mereka yang berkepentingan untuk mendapatkan data palsu. Namun, apa yang dilakukan seorang profesor matematika dari Jepang, Tsutomu Matsumato adalah sangat sederhana sekali untuk mengakali mesin biometrik sidik jari ini.

Seperti apa yang dikutip oleh Harianto Ruslim, penulis buku ”Hack Attack”, profesor matematika dari Jepang itu menggunakan gelatin (gel atau agar-agar) dan cetakan plastik untuk menghasilkan gummi yang berbentuk jari dengan sidik jarinya ada di gummi tersebut. Perbuatan ini dapat mengakali 11 sistem autentikasi sidik jari dengan tingkat keberhasilan sebesar 4 kali dari 5 kali usaha atau tingkat keberhasilannya mencapai sekira 80 persen.

Artinya, dengan proses yang dilakukan profesor tersebut, ada kemungkinan yang besar kalau orang lain untuk menindaklanjuti, bisa jadi sidik jari yang ditinggalkan seseorang di gelas misalnya, dapat kita pindahkan dan dibuat jari palsunya dari bahan jeli.

Akhirnya, yang harus kita sadari bahwa security bukanlah hanya semata-mata penggunaan teknologi, melainkan suatu perjalanan. Sehingga, benar adanya apa yang dikatakan Kepala Humas Ditjen Imigrasi, Drs. Soepriatna Anwar, bahwa dengan penggunaan teknologi biometrik diharapkan pengamanan paspor RI sebagai dokumen negara dapat ditingkatkan dan ruang gerak sindikat pemalsuan paspor dapat dipersempit. Di samping itu, bukankah teknologi –apa pun bentuknya–pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal-hal tersebut demi kebaikan.***

Arda Dinata

Peminat teknologi biometrik, bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbang Kesehatan Depkes.

« USB Flashdisk sandi untuk melindungi data

Informasi Rahasia »

 

3. Biometrik : Penggunaannya dalam pengamanan

Ditulis oleh hadiwibowo di/pada Desember 12th, 2006

 

 

roma, hadiwibowo. Menurut Wikipedia, biometrik berasal dari bahasa Yunani yaitu bios = hidup dan metron = ukuran, suatu ukuran pengenalan mahluk hidup yang berbasis pada tubuhnya yang unik. Dalam Teknologi Informasi, biometrik lebih sering dipakai sebagai alat otentikasi dengan cara menanalisis karakteristik tubuh manusia yang digunakan, misalnya sidik jari, retina mata, bentuk wajah, cetakan tangan, suara dan lain-lain.

Biometrik

biometrische Gesichtserkennung

Untuk penggunaan sebagai otentikasi, biometrik harus terlebih dahulu dimasukkan ke dalam data base sebuah sistem. Sidik jari biometrik seseorang hanya akan berfungsi bila sidik jari orang tersebut telah terlebih dahulu dimasukkan ke dalam database sistem, sehingga sistem dapat mengenalinya. Teknologi yang digunakan untuk masing-masing jenis biometrik tentunya berlainan, beberapa telah dapat dilakukan dan dapat ditemui di pasaran namun beberapa masih dalam tahap penelitian.

The Line – eine interaktive Installation von Mone Kante und Jochen Viehoff (2001)

Oswaldo Cavandoli – La Linea

Biometrik adalah identitas manusia yang unik, tetapi biometrik bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah dirahasiakan. Kita sulit menyembunyikan biometrik yang kita punyai. Biometrik juga tidak dapat memperbaiki kesalahan yang telah terjadi, sekali biometrik kita dicuri, tidak ada cara untuk mengamankannya kembali. Tidak mungkin manusia mengubah sidik jarinya, karena sidik jarinya itu telah dicuri orang lain dan digunakan untuk melakukan kriminalitas, misalnya.

Biometrik sangat sulit dipalsukan, membutuhkan keahlian khusus dan biaya yang tidak sedikit untuk memalsukan biometrik seseorang. Sulit dan mahal sekali untuk memalsukan retina mata, sidik jari atau bagian tubuh lainnya. Tetapi beberapa biometrik dapat dengan mudah dicuri, tindakan ini jauh lebih murah dan mudah daripada memalsukannya. Misalkan seorang pencuri telah mengambil gambar sidik jari seseorang untuk mengelabui sistem, sehingga pada saat gambar sidik jari tersebut discan oleh fingerprint reader sistem mengira itu adalah sidik jari yang benar. Namun pada kenyataannya untuk mengelabui sidik jari pun tidaklah mudah.

Biometrik Sound Engine – eine Installation von Volker Morawe (2002)

Farbwerte für die Klangerzeugung
Das menschliche Auge als Vorlage

Kita dapat menggunakan biometrik untuk berbagai keperluan yang biasa, misalnya untuk membuka pintu, sebagai alat absensi, atau untuk menghidupkan mesin. Tetapi biometrik tidak dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat rahasia. Walaupun biometrik sangat bagus dan berguna tetapi bukanlah sebuah kunci, karena tidak dapat disembunyikan, tidak dapat dilakukan pengacakan dan tidak dapat ditingkatkan atau dihancurkan. Seperti halnya password, kita sebaiknya tidak menggunakan satu password untuk mengunci dua hal yang berbeda, juga sebaiknya tidak menyandi dengan kunci yang sama terhadap dua aplikasi yang berbeda. Dapat dengan mudah dibayangkan betapa tidak amannya penggunaan biometrik untuk hal-hal seperti itu.

KippKick – eine Interaktive Installation (Seminararbeit, 2002)

Geneigter Tischfußball
Physik der schiefen Ebene
Motor und Antriebsachse
› Abbildung vergrößer

Dapat disimpulkan bahwa biometrik akan berfungsi baik hanya bila sistem dapat memeriksa dua hal yaitu pertama, bahwa biometrik itu datang dari orang yang tepat, dan kedua, bahwa biometrik itu klop dengan data base biometrik yang terdapat dalam sistem. Biometrik sangat bagus sebagai pengganti PIN (personal identity number) atau pengganti tanda tangan. Tetapi perlu tetap diingat bahwa biometrik tidak dapat dirahasiakan.

4. Menghindari Manupulasi Data dengan Alat Biometrik

March 8th, 2007 · 1 Comment

Hari ini Garuda Crash di Adisucipto, dengar kabarnya dari kawan-kawan, penasaran trus saya coba mencari beritanya dengan bantuan Mr. Google dalam pencariannya saya memilih untuk membuka berita dari Situs : dalam beritanya terdapat berita Kecelakaan Garuda, setelah membaca berita Garuda Indonesia tersebt saya mencoba membaca beberapa berita di situs tersebut. Yang menarik pada berita hari ini menurut saya salah satunya ialah Kabar dari Kantor Imigrasi Kota Bukit Tinggi yang saat ini mempergunakan alat Biometrik untuk menghindari manipulasi data pemohon pembuatan paspor dikantornya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Imigrasi Kota Bukittinggi Kurnia Braja Kusumah menghimbau kepada masyarakat yang akan mengurus paspor untuk tidak melakukan manipulasi data dan surat-surat penting lainnya. Sebab, saat ini Kantor Imigrasi telah memakai alat Biometrik yang berfungsi untuk pengecekan data pemohon ke data base. Berikut hasil wawancara Saudara Muhammad Subhan Jumat 16/02/2007, Kurnia say : “Dengan adanya alat ini dipastikan tidak akan terjadinya manipulasi data, sebab, bagi pemohon yang sudah pernah memiliki paspor datanya ada di data base kami, dengan alat Biometrik itu juga akan diketahui bahwa pemohon akan membuat paspor ganda. Sementara, pembuatan paspor ganda tidak dibenarkan, dan si pelaku dapat dikenakan sanksi undang-undang, Saya baru satu bulan tugas di sini. Selama ini memang belum ditemukan adanya paspor ganda.

Namun, di masa-masa sebelumnya mungkin ada”. Dengan sistem kerja baru itu, ujar Kurnia, semua data yang masuk oleh pemohon akan dicek ulang. Sesuai persyaratan pengurusan paspor, setiap pemohon harus memiliki KTP, Akte Kelahiran/Ijazah, Kartu Keluarga serta identitas lainnya. Jika semua persyaratan itu lengkap, maksimal tiga hari paspornya sudah siap, Sebagai seorang pimpinan baru di kantor Imigrasi Kota Bukittinggi, Kurnia bertekad untuk membenahi pelayanan pengurusan paspor untuk masyarakat. Dirinya juga menginginkan agar pelayanan pembuatan paspor dapat lebih cepat. Memang kembali kepada syarat-syarat tadi. Saya juga memahami setiap pemohon ingin cepat karena berbagai keperluan mereka di luar negeri. Selama ini, katanya, jumlah pemohon setiap hari berkisar antara 50 sampai 60 orang. Sementara, sesuai keterbatasan alat, Imigirasi Kota Bukittinggi baru mampu menyelesaikan maksimal 40 paspor sehari.

Selama ini, katanya, jumlah pemohon setiap hari berkisar antara 50 sampai 60 orang. Sementara, sesuai keterbatasan alat, Imigirasi Kota Bukittinggi baru mampu menyelesaikan maksimal 40 paspor sehari.

 

Selama ini, katanya, jumlah pemohon setiap hari berkisar antara 50 sampai 60 orang. Sementara, sesuai keterbatasan alat, Imigirasi Kota Bukittinggi baru mampu menyelesaikan maksimal 40 paspor sehari. Mungkin karena hubungan emosional Bukittinggi-Malaysia cukup dekat, jadi banyak warga yang ke sana. Ditambahkan, pihaknya juga akan membenahi disiplin petugas Imigrasi yang menjadi ‘pelayan’ masyarakat. Keramahtamahan, dan peningkatan kinerja petugas menjadi perioritas. Disamping itu, kami juga akan mencoba melengkapi sarana prasarana, khususnya tempat duduk pemohon yang diusahakan akan lebih baik dari sekarang, tambahnya.


 

 

 

 

Dalam tulisan diatas sayangnya saya belum melihat bagaimana tanggapan staf Kantor Imigrasi Bukittinggi dalam pengunaan Alat dan Sistem baru ini, apakah mudah dalam pengoperasiannya, apakah dengan adanya sistem baru ini akan lebih memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan?

Mungkin dengan mendengar tanggapan dari pengguna langsung sistem ini akan dapat mengevaluasi kemungkinan sistem ini akan berlangsung lebih lama. Menarik juga kalo sistem seperti ini diterapkan di daerah lain khusunya daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Untuk bidang kesehatan dapat dicoba tidak ya ?

(Tulisan ini saya salin dari berita aslinya tanpa merubah isi berita, ada beberapa penambahan dari saya sesuai dengan “pikiran” saya saat ini)

5. Biometrik Gantikan ”Password”

TEKNOLOGI biometrik datang, dunia security ikut terus berubah. Sebab, kehadiran teknologi yang satu ini memiliki kemampuan untuk mengenali manusia lewat sidik jari, mata, atau karakter khas bagian tubuh manusia yang lainnya.

YAZILIM

Bagaimana sepak terjang penggunaan teknologi biometrik ini, kita dapat nikmati dalam film ”Sixth Day” (2001), sebagai contohnya. Film dengan pemeran utama Arnold Schwarzenegger itu memperlihatkan betapa biometrik sudah seperti menggantikan kunci. Dalam petualanganya, sidik jari atau mata bisa digunakan sebagai pembuka akses masuk ruangan kantor, laboratorium, menstarter mobil, dll. Singkatnya, teknologi pengenalan diri itu kini benar-benar mengenali fisik si pemilik, bukan lagi menggunakan password (kata sandi).

Kayu ria - sebuah peranti dengan kayu yang boleh dipusing dari beberapa butang untuk mengawal pergerakan kursor. Ini berguna untuk permainan video seperti menembak musuh, menembak roket dan sebagainya. Dalam bahasa lain, Elizabeth Millard menyebutkan bahwa biometrik telah bergerak dari tontonan pada film thriller James Bond Sang Agen 007 ke dalam dunia komputer sehari-hari. Fitur biometrik telah diintegrasikan ke dalam PDA Hewlett-Packard, ThinkPads IBM, dan peranti genggam dan laptop sebagai cara untuk mengamankan perangkat tanpa meminta pengguna untuk mengingat sejumlah kata sandi untuk pengontrolan akses dalam berbagai tingkatan.

Kelemahan kata sandi

Munculnya teknologi biometrik sebagai metode verifikasi identitas individual, sesungguhnya merupakan refleksi dari kesadaran bahwa password adalah suatu hal yang tidak dapat diandalkan untuk security. Sebab, kata sandi itu memiliki sisi kelemahan yang dapat bersifat merugikan.

Skrin sentuh - fungsinya adalah sama dengan pen cahaya kecuali anda tidak memerlukan pen tersebut. Jari anda tidak memerlukan pen tersebut. Jari anda digunakan untuk menyentuh skrin dan komputer akan bertindak balas. Mikrokomputer HP-150 mempunyai kemudahan in Kondisi seperti itu, penulis ibaratkan dengan ungkapan ”Biomerik datang, password ditinggal”. Alasan ditinggalnya passeord, tidak lain karena kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Kelemahan kata sandi itu di antaranya ketika akses jaringan ia membutuhkan verifikasi. Password terbukti mudah sekali diserang hacker dan mudah diketahui secara luas. Hal ini diakui Millard, banyak manajer teknologi informasi (TI) dapat menyampaikan rekening yang terdapat pada user’s desk dan melihat password mereka pada post-it note stuck pada monitor mereka.

Selain itu, password juga mudah terlupakan, seperti yang dilaporkan oleh Gartner Group. Perusahaan riset tersebut menemukan bahwa panggilan untuk help desk yang berhubungan dengan password, turun hingga 30 persen dari biasanya. Untuk setiap penghapusan password, harus dibayar perusahaan dengan biaya antara 50 – 150 dolar AS.

Potensi biometrik

Kehadiran teknologi biometrik, apalagi saat ini didukung faktor harga yang semakin terjangkau dan bisa diterapkan pada banyak sektor, teknologi biometrik akan menggeser dunia password sebagai pintu masuk yang memiliki beberapa kelemahan tersebut.

Ditinggalnya penggunaan password ini, tentu bukan tanpa dasar. Paling tidak, pendapat para ahli keamanan menjadi salah satu dasarnya. Menurut para ahli keamanan, kini ada cracking tool yang mampu memindai kata maupun menebak password berupa kombinasi huruf dan angka. ”Loft Crack”, salah satu program penjebol sandi misalnya, hanya butuh waktu 48 jam untuk mencari seluruh arsip password di suatu perusahaan (Intisari, Agustus 2001).

Terlepas dari itu semua, yang harus diingat dalam penerapan teknologi biometrik ini adalah apa yang diungkapkan Joseph Kim, Associate Director of Consulting pada International Biometric Group. Menurut Kim, sebuah teknologi biometrik yang tidak terintegrasi dengan baik dalam ruang korporat merupakan facial recognition. Walaupun kamera mungkin berada di posisinya sebagai ”pengamat”, teknologinya belum cukup akurat untuk diteruskan atau digunakan untuk akses pegawai. Dibutuhkan beberapa tahun untuk dapat dijalankan dengan benar-benar efektif. Saat ini hal tersebut merupakan satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk mengakses sebuah data base yang diketahui setiap orang dalam sebuah struktur yang ada dan mengakselerasikan prosesnya untuk keamanan.

Akhirnya, dengan reputasi password selama ini yang dapat dicuri dan terlupakan itu, tidak berlebihan bila dunia password akan ditinggalkan. Apalagi kehadiran biometrik itu memiliki potensi untuk mengamankan jaringan dan data dengan cara mengambilalih tugas user (pengguna) yang serupa.***

Arda Dinata,
Peminat teknologi biometrik, bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbang Kesehatan Depkes.

 

Bu fotoğraf için aranan özellikler şunlardır;

Fotoğraf ebadı 3,5cm x 4,5cm’dir
Saç bitiminden çeneye kadar olan mesafe 3,2-3,6cm sınırları içinde olmalıdır
Fotoğraf yüzün 2 tarafı da tam olarak görünecek şekilde cepheden çekilmelidir, tebessüm edilmemelidir.
Arka zemin düz beyaz renkte yada açık kontras bir renkte olmalıdır. Renkli ve desenli zeminler kabul edilmeyecektir.
Fotoğraf; aşırı koyu, aşırı açık yada yüzün bir tarafını karanlık bırakacak şekilde çekilmemelidir.
Fotoğrafta gözler tam olarak görülmedilir. Güneş gözlüğü ile çekilen ve gözlük camında parlama olan resimler geçersizdir.

 

Kecerdasan Buatan

November 1, 2007

1. Apa itu data mining ?

Pendahuluan Perkembangan data mining(DM) yang pesat tidak dapat lepas dari perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan data dalam jumlah besar terakumulasi. Sebagai contoh, toko swalayan merekam setiap penjualan barang dengan memakai alat POS(point of sales). Database data penjualan tsb. bisa mencapai beberapa GB setiap harinya untuk sebuah jaringan toko swalayan berskala nasional. Perkembangan internet juga punya andil cukup besar dalam akumulasi data. Tetapi pertumbuhan yang pesat dari akumulasi data itu telah menciptakan kondisi yang sering disebut sebagai rich of data but poor of information karena data yang terkumpul itu tidak dapat digunakan untuk aplikasi yang berguna. Tidak jarang kumpulan data itu dibiarkan begitu saja seakan-akan kuburan data (data tombs). Investasi yang besar di bidang IT untuk mengumpulkan data berskala besar ini perlu dijustifikasi dengan didapatnya nilai tambah dari kumpulan data ini.,

Kebutuhan dari dunia bisnis yang ingin memperoleh nilai tambah dari data yang telah mereka kumpulkan telah mendorong penerapan teknik-teknik analisa data dari berbagai bidang seperti statistik, kecerdasan buatan dsb pada data berskala besar itu. Ternyata penerapan pada data berskala besar memberikan tantangan-tantangan baru yang akhirnya memunculkan metodologi baru yang disebut data mining ini. Bermula dari penerapan di dunia bisnis, sekarang ini data mining juga diterapkan pada bidang-bidang lain yang memerlukan analisa data berskala besar seperti bioinformasi dan pertahanan negara.

Dalam tulisan ini, penulis mencoba memperkenalkan data mining dengan membandingkannya dengan bidang ilmu yang sudah ada, dan juga memberikan beberapa ilustrasi tentang teknik-teknik yang umum dipakai di data mining,

Definisi

Ada beberapa definisi dari data mining yang dikenal di buku-buku teks data mining. Diantaranya adalah :

 

  • Data mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual.

 

  • Data mining adalah analisa otomatis dari data yang berjumlah besar atau kompleks dengan tujuan untuk menemukan pola atau kecenderungan yang penting yang biasanya tidak disadari keberadaannya

Menarik untuk diingat bahwa kata mining sendiri berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar. Dari definisi-definisi itu, dapat dilihat ada beberapa faktor yang mendefinisikan data mining :

  1. data mining adalah proses otomatis terhadap data yang dikumpulkan di masa lalu
  2. objek dari data mining adalah data yang berjumlah besar atau kompleks
  3. tujuan dari data mining adalah menemukan hubungan-hubungan atau pola-pola yang mungkin memberikan indikasi yang bermanfaat

Sejarah Data mining bukanlah suatu bidang yang sama sekali baru. Salah satu kesulitan untuk mendefinisikan data mining adalah kenyataan bahwa data mining mewarisi banyak aspek dan teknik dari bidang-bidang ilmu yang sudah mapan terlebih dulu. Gambar 1 menunjukkan bahwa data mining memiliki akar yang panjang dari bidang ilmu seperti kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine learning, statistic, database dan juga information retrieval.

Gambar 1

Beberapa teknik yang sering disebut-sebut dalam literatur data mining seperti classification, neural network, genetic algorithm dll. sudah lama dikenal di dunia kecerdasan buatan. Statistik memberikan kontribusi pada data mining dengan teknik-teknik untuk menyeleksi data dan evaluasi hasil data mining selain teknik-teknik data mining seperti clustering. Yang membedakan persepsi terhadap data mining adalah perkembangan teknik-teknik data mining untuk aplikasi pada database skala besar. Sebelum populernya data mining, teknik-teknik tersebut pada umunya diterapkan untuk data skala kecil saja. Selain itu beberapa teknik dari bidang database untuk transformasi data juga merupakan bagian integral dari proses data mining.

Akhir-akhir ini ada beberapa bidang ilmu seperti information retrieval yang juga terlibat dalam proses data mining untuk mengekstrak sumber data bagi data mining dari sumber-sumber seperti teks dan website. Walaupun data mining memiliki sumber dari beberapa bidang ilmu, data mining berbeda dalam beberapa aspek dibandingkan dengan bidang ilmu seperti berikut :

  • statistik : model statistik dipersiapkan oleh para ahli statistik, sedangkan data mining mengembangkan statistik untuk menangani data berjumlah besar secara otomatis -
  • expert system (sistem cerdas) : model pada expert system dibuat berupa aturan-aturan berdasar pada pengalaman-pengalaman para ahli
  • data warehouse (DWH) : sering terjadi kerancuan antara data mining dan data warehouse karena keduanya sering dipakai bersamaan. Pada umumnya data warehouse lebih merujuk pada tempat untuk menyimpan data yang terkonsolidasi sedangkan data mining bisa dianggap sebagai perkakas untuk menganalisa otomatis nilai dari data itu
  • OLAP : seperti data warehouse, OLAP juga sering dibahas bersama data mining. Tetapi OLAP memiliki tujuan untuk memastikan hipotesa yang sudah diformulasikan terlebih dulu oleh penggunanya.

2. Kecerdasan Buatan Angkatan Udara AS (USAF) kini tengah m,engembangkan sistem kendali penerbangan untuk pesawat militer dan rudal dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Tujuannya adalah membantu kestabilan terbang pada saat-saat krisis, sehingga pilot lebih mudah dalam mengatasi kerusakan pada pesawat serta mengurangi kemungkinan jatuhnya korban. Sistem pengendalian yang didasarkan pada jejaring teknologi neural ini dikembangkan bersama dengan Georgia Institute of Technology di Atlanta. Sistem ini sekarang telah siap untuk diuji-cobakan pada beberapa jenis pesawat tak berawak USAF, seperti UCV atau pesawat tempur tanpa awak serta pesawat angkasa VentureStar. UCV adalah proyek dari badan riset USAF untuk membuktikan kemungkinan pemakaian pesawat tak berawak untuk melakukan serangan udara. Menurut USAF, sistem neural untuk kendali penerbangan ini menawarkan kestabilan yang nyaris sempurna dan langsung pada saat timbul kerusakan atau kegagalan pada sistem kendali konvensional. Sistem itu secara otomatis juga menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungannya, seperti berat pesawat, kerusakan sayap dan sebagainya. Pengembangan sistem ini telah dimulai sejak 1996, dan sampai tahun lalu telah menghabiskan biaya 2,5 juta dollar. (rb)


Osprey Marinir Jatuh

V-22 Osprey V-22 Osprey – Boeing

Sebuah pesawat V-22 Osprey Korps Marinir AS jatuh tanggal 8 April lalu di Arizona, menewaskan ke-19 anggota marinir yang berada di dalamnya, termasuk empat awak pesawat helikopter kepresidenan AS. Ini merupakan kecelakaan Osprey yang ketiga kalinya. Satu di antaranya pada tahun 1992 menewaskan tujuh penumpangnya. Kecelakaan Osprey terakhir yang sempat menimbulkan perhatian Presiden Bill Clinton, oleh berbagai kalangan dinilai sebagai contoh klasik dari suatu program militer yang tidak dapat dihentikan. Pesawat dengan sistem tilt-rotor ini dapat mengudara maupun mendarat seperti helikopter (vertikal), namun kecepatan dan daya muatnya jauh lebih besar. Sejak awal, pengembangan pesawat ini telah menimbulkan pro-kontra, khususnya antara Pentagon yang tidak menyetujui program Osprey dengan Kongres yang mendukung program tersebut. Para pejabat pertahanan menyatakan, biaya pesawat ini terlalu besar dan pesawat ini pun terlalu eksperimental sifatnya. Namun Kongres menang, dan sejak enam bulan lalu Korps Marinir yang memang menginginkan pesawat berkemampuan seperti itu mulai mengoperasikan lima pesawat. Pesawat ini telah dikembangkan selama 18 tahun dengan ongkos besar sekali. Setiap pesawat harganya sekitar 60 juta dollar AS, sehingga potensi komersialnya tipis. Dengan jatuhnya Osprey tersebut, untuk sementara Korps Marinir menghentikan penerbangan keempat pesawat lainnya sampai diketahui persis sebab musabab kecelakaan tersebut. (rb

3. Realisasi Robot dan Pengiriman Tim

pada Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005

 

Pendahuluan

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi dengan cepat akhir-akhir ini menyebabkan banyaknya produk-produk industri yang semakin canggih yang tersebar secara luas dimasyarakat dunia.. Salah satu tujuan dari pendidikan tinggi adalah untuk menumbuhkan, mengembangkan dan menguasai iptek melalui mahasiswa dalam rangka meningkatkan kemampuan, harga diri bangsa serta taraf hidup masyarakat secara luas.

Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidian Nasional merupakan wahana untuk mendorong kemampuan kreativitas mahasiswa menggunakan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya dalam membuat suatu sistem dalam bentuk desain robot cerdas yang ditujukan untuk menemukan dan memadamkan api lilin yang diletakkan dalam suatu bentuk lapangan menyerupai bangunan rumah tinggal.

Tim mahasiwa dari Fakultas Teknik, Universitas Lampung telah dua kali mengirimkan proposal berupa rancangan robot dalam kegiatan KRCI 2004 dan KRCI 2005. Dan atas rahmat Allah SWT, proposal kedua yang dikirimkan untuk kegiatan KRCI 2005 telah lolos dalam penyeleksian tahap pertama dan diharuskan merealisasikan rancangan robot untuk mengikuti penyeleksian tahap berikutnya.

 

Landasan Kegiatan

Landasan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :

  • Tridharma Perguruan Tinggi.

  • Pengumuman pada URL http://www.dikti.org/p3m/ dari Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat tertanggal 31 Januari 2005 nomor 043/D3.5/U/2005 yang men yatakan bahwa tim The Vision , perwakilan dari Universitas Lampung , lolos dalam seleksi tahap pertama KRCI 2005.

 

Tujuan Kegiatan

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :

 

  • Mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh tentang sistem kontrol dan elektronika ke dalam suatu desain robot.
  • Memenuhi syarat dari Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sebagai calon peserta KRCI 2005 untuk merealisasikan rancangan robot.
  • Membuat suatu robot yang bukan hanya untuk diikutsertakan dalam KRCI 2005 namun juga robot akan digunakan sebagai objek penelitian lebih lanjut dalam sistem instrumentasi cerdas, pengontrolan otomatis dan kecerdasan buatan di Fakultas Teknik, Universitas Lampung.
  • Memperkenalkan Universitas Lampung kepada khalayak ramai tentang penguasaannya terhadap teknologi robotika.

Nama Kegiatan

Nama dari kegiatan ini adalah :

Realisasi Robot dan Pengiriman Tim pada Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005.

Jadwal Kegiatan Jadwal dari kegiatan ini adalah :

No

Jenis Kegiatan

Waktu

Tempat

Keterangan

1 Pembuatan robot 11 Februari 2005 s.d. minggu II Maret 2005 Laboratorium Teknik Digital, Jurusan Teknik Elektro , Univ. Lampung  
2 Visitasi Minggu II Maret 2005 Belum ditentukan oleh panitia Visitasi merupakan presentasi laporan kemajuan realisasi robot.ke panitia KRCI 2005
3 Penyempurnaan robot Minggu II Maret 2005 s.d. 13 Mei 2005 Laboratorium Teknik Digital, Jurusan Teknik Elektro , Univ. Lampung  
4 Pendaftaran ulang Minggu IV April 2005 Sekretariat Panitia KRCI 2005, Jakarta  
5 Seminar KRI/KRCI 2005 Minggu II Mei 2005 Universitas Indonesia , Depok  
6 Pelaksanaan KRCI 2005 14 -15 Mei 2005 Balairung Universitas Indonesia , Depok  

Jadwal pembuatan robot hingga dilakukannya visitasi adalah sebagai berikut:

No.

Kegiatan

Tanggal

Keterangan

1

Pembuatan proposal pencarian dana

5 Feb 2005

 

2

Pengesahan proposal

2 Feb 2005

 

3

Pencarian dana

8, 11 Feb 2005

 

4

Pembuatan arena

9-10 Feb 2005

 

5

Pembuatan rangka robot

9-10 Feb 2005

 

6

Pembelian komponen

12-15 Feb 2005

Lebih cepat, lebih baik

7

Pengujian sistem instrumentasi

16-21 Feb 2005

 

8

Pengujian sistem kontrol

18-22 Feb 2005

 

9

Pengujian sistem keseluruhan

22-25 Feb 2005

 

10

Pembuatan PCB

25-27 Feb 2005

 

11

Testing robot

28 Feb, 1-4 Maret 2005

 

12

Persiapan Visitasi

4-7 Maret 2005

 

13

Visitasi

Minggu ke-2 Maret 2005

Menentukan kelayakan robot untuk mengikuti KRCI 2005
 
 

Rancangan Mekanik

Rancangan mekanik robot ditunjukkan pada gambar 1 hingga gambar 7. Semua ukuran panjang dalam satuan cm.

Chasis atas

Keterangan:

• Right flame navigator

• Left flame navigator

• Motor pemutar kipas

• Rangk. aktuator motor pemutar kipas

• Rangk. pengkondisi sinyal flame navigator

• Rangk. pengkondisi sinyal tone detector

• Rangk. Frequncy to Voltage Converter

• Rangk. pengkondisi sinyal white floor detector

• Rangk. pengkondisi sinyal + kontroler candle detector

• Microphone

• Tombol Power

• Tombol Start Manual

• Tombol Reset

Gambar 1

Peletakan komponen pada chasis atas.

 

Chasis tengah

Keterangan :

• Rangk. unit controler & PWM generator

Gambar 2

Peletakan komponen pada chasis tengah.

 

Chasis Dasar Permukaan Atas

Keterangan:

Right candle detector

Left candle detector

• Kotak baterai

• Power adaptor

Right Proximity detector

Front Proximity detector

Left Proximity detector

Gambar 3

Peletakan komponen pada chasis dasar Permukaan atas.

Chasis Dasar Permukaan Bawah

Keterangan:

• Roda kiri

• Encoder kiri

Gearbox kiri

• Motor DC kiri

• Rangk. H-Bridge

• Rangk. Pengkondisi sinyal encoder

• Motor DC kanan

Gearbox kanan

• Encoder kanan

• Roda kanan

White floor detector

• Caster

Gambar 4

Peletakan komponen pada chasis dasar

permukaan bawah.

 

Tampilan Tiga Dimensi

Gambar 5

Tampilan robot dilihat dari depan

 

Gambar 6

Tampilan robot dilihat dari bawah

 

Gambar 7

4. Robot, Bijak Tetapi Bahaya

PENGETAHUAN robotik dan kecerdasan buatan semakin berkembang pesat dan kadang­kadang kita tidak menyangka kemajuan teknologi yang bakal di­capai oleh kepakaran manusia dan kemodenan ilmu. Pada masa sekarang, kebanyakan robot yang dicipta adalah untuk digunakan dalam sektor industri. Robot-robot diperlukan untuk mengilang pelbagai jenis produk, yang kecil hingga yang besar, daripada barang makanan sehinggalah kepada produk teknologi canggih seperti kereta dan cip peranti elektronik. Robot­-robot rutinnya diaplikasikan untuk memateri tin, mengisi sos di dalam botol, menyapu cat pada kereta, memasang skru pada perabot dan pelbagai tugasan industri lain. Segalanya dilakukan secara au­tomatik, minda robot sedia di program untuk melakukan apa-apa sahaja.

Merujuk etimologi, perkataan “ro­bot” itu berasal daripada bahasa Czech, iaitu robotovat yang beerti “mengham­bakan diri”. la dicipta oleh seorang pe­nulis bernama Karel Capek pada tahun 1920an. Mengikut istilah saintifiknya pula, sebuah robot merupakan peranti elektro mekanikal ( mesin yang berfungsi dengan kuasa elektrik ) atau biomekani­kal ( berfungsi dengan kuasa biologi ) yang boleh bertindak mengikut program asal manusia. Walau bagaimanapun buat masa ini, belum ada lagi robot yang boleh menghasilkan `spesiesnya’ sendiri tanpa bantuan manusia.

Kerja-kerja robotik selalu­nya melibatkan tugasan tiga D iaitu Dull, Dirty, and Dangerous yang bermaksud Hambar, Kotor, dan Bahaya. Kebiasaannya, robot digunakan untuk melakukan kerja hambar yang berulahg-ulang, seperti menampal la­bel kertas pada tin makanan dalam landasan produksi kilang. Manusia tentu kebosanan jika me­nampal label jenama sardin pada tin berjam-jam hingga beratus ribu karton. Tetapi robot tidak kisah membuat kerja berulang­ulang malah tidak kompelin sepatah pun.

Robot-robot juga kerap digunakan dalam situasi kotor dan berisiko tinggi. Contoh aplikasi robot adalah di dalam kawasan yang menyebarkan gas ba­haya (seperti bencana kebocoran gas sulfur) atau mempunyai atmosfera yang dicemari virus atau bakteria, kawasan asidik atau beralkali tinggi, kawah gunung berapi, ombak kuat, dikerumuni haiwan buas, gurun yang bahang, atau ke kancah peperangan. Robot-robot seperti iRobot Packbot dan Foster-Miller TALON, contohnya, digunakan untuk melupuskan born dalam perang Iraq dan Afghanistan. Kerja-kerja seperti itu, jika dihantar manusia untuk menjadi sukarela tentu tidak ada yang mahu menjadi sukarela kerana ia boleh mengancam nyawa.

Robot juga sering digunakan da­lam projek penerokaan angkasa lepas, seperti projek National Aeronautics and Space Administration ( NASA ) ke Marikh. Satelit Measat Malaysia yang baru-baru ini dilancarkan dioperasi oleh robot dan peranti kawalan. Kelak, apabila angkasawan Malaysia mula dihantar ke angkasa lepas, beliau juga bakal bergantung kepada robot untuk banyak eksperimen angkasa, malah robot dan otak elektro­nik jugalah yang akan membantu beliau bergerak, melupuskan barang buangan, menentukan hala tuju orbit stesen ang­kasa lepas, berkomunikasi dengan bumi, dan mencatu oksigen untuk pernafasan.

Teknologi robotik mutakhir mempunyai banyak ruang untuk diper­kembangkan. Kebarangkaliannya tiada penghujung. Akhir ini, banyak robot ge­nerasi baru dibina untuk meniru bentuk manusia atau binatang, bergerak dan berfikir serta menunjukkan mimik muka. Robot Asimo ciptaan Honda, contoh­nya, boleh berjatan dengan dua kaki dan mengimbangkan tubuhnya. Aibo pula boleh berinteraksi dan bergerak seperti anjing, dan heksapod pula mirip serangga. Kini sudah ada robot yang boleh bermain piano, atau melukis pada kanvas, atau bermain catur, atau menyanyi.

Terdapat juga robot-robot dalam bentuk maya, dipanggil robot internet, atau internetbot. Robot jenis ini yang paling terkenal ialah robot kepunyaan Google (Googlebot), yang menerawang alam maya internet, mengumpul dan merekodkan kata kunci untuk memudahkan pencarian pengguna.

Dalam dunia perubatan juga robot-robot semakin giat digunakan. Sudah wujud robot-robot yang ber­bentuk tangan atau kaki manusia, dengan endoskeleton dilitup prostetik dan dikawal oleh peranti pneumatik atau hidraulik dan dicipta untuk membantu hidup orang yang kudung tangan atau kaki. Tangan atau kaki palsu yang dikawal oleh mekanisme robotik itu kemudiannyadipasangkan ketubuh, dan boleh bertindak seperti tangan atau kaki biasa, dikawal terus oleh sistem saraf atau neuron otak secara semula jadi. Para pesakit yang memakainya sering melaporkan bahawa dengan tangan atau kaki robotik palsu itu, mereka boleh hidup seperti manusia normal yang lain, dan apabila sudah biasa, mereka seperti tidak sedar kehadirannya.

Robot-robot juga sudah me­masuki pasaran domestik. Selain Aibo, terdapat juga robot anjing yang boleh dijadikan haiwan peliharaan. Syarikat Sweden Electrolux pula telah memasarkan penyedut hampagas yang dipanggil Trilobite. la bukan seperti penyedut hampagas yang lain, Trilobite boleh dibiarkan sendirian di lantai rumah dan ia akan merayap menyedut habuk secara automatik. la akan mengatur rancangan sendiri, mengelak halangan ( perabot atau barang besar di lantai ), dan akan pulang semula ke rumahnya sendiri setelah kerja selesai bagi mengecas kembali baterinya.

Baru-baru ini, Kerajaan Korea Selatan telah menyebarkan wawasan, bahawa sebelum tahun 2020, dalam setiap rumah rakyatnya akan wujud sekurang- kurangnyasatu robot. Mungkin sedekad atau sekurun lagi, robot akan menjadi perkara biasa dengan adanya robot atau android yang berbentuk humanoid, yang boleh diajak berbual, dan boleh berfikir serta berjenaka, marah, dan merajuk. Ramalan-ramalan seperti ini boleh dilihat di dalam fiksyen sains oleh Asimov dan Clarke serta ramai lagi pengkarya sci-fi. Misalnya Doraemon, watak kartun popular rekaan Fujiko Fujio itu juga adalah sebuah robot, bijak berceloteh dan berjenaka dengan temannya Nobita.

Namun begitu, kemajuan tek­nologi robotik yang tidak terkawal boleh membahayakan manusia. Filem Hollywood Terminator arahan James Cameron, contohnya, membayangkan kemusnahan dunia akibat bertarung dengan robot android yang lut senjata. Filem Artificial Inteligence arahan Steven Spielberg pula mem­bayangkan manusia yang me­nindas kaum robot. Sesungguhnya, se­galanya mung­kin berlaku. Pada masa kini, robot dan peranti kawalan elektronik sudah pun digunakan untuk menentu hala tuju bom dan peluru berpandu ketenteraan. Ter­dapat robot yang mengkaji maklumat satelit untuk mengintip pergerakan manusia, dan ada juga robot yang dihantar menjadi perisik.

Mengikut sejarawan, manusia pertama yang terbunuh akibat robot adalah sama ada seorang lelaki Jepun bernama Kenji Urada ( 37 tahun ) ataupun lelaki Amerika bernama Robert Williams dari Michigan ( 25 tahun ). Dalam kes Kenji Urada, beliau bekerja di kilang Kawasaki dan dinyatakan telah masuk ke kandang robot untuk melakukan pembersihan. Akibat tergesa-gesa, beliau terlupa untuk mematikan robot sepenuhnya. Apabila robot itu bergerak, beliau tidak sempat menyelamatkan diri.

Sesungguhnya, merekacipta robot adalah tugas yang sangat kompleks. Se­lain pengetahuan teknikal, banyak etika dan moral yang perlu difikirkan. Con­tohnya, ahli sains boleh mencipta robot yang paling moden tetapi tanpa kawalan dan pemantauan, tidak mustahil kita, manusia sendiri yang akan terperangkap dengan teknologi di masa depan. Selain itu, ahli sains juga boleh mencipta robot yang meniru fizik dan biologi makhluk Tuhan, tetapi sampai bila pun tidak akan mampu menandingi ciptaan Tuhan. Alangkah benar, seluas-luas ilmu janaan manusia, ini hanyalah setitik daripada pengetahuan-Nya.

Sumber: Majalah PC Edisi: Ogos 2006

Top

« Bio Ethanol, Sebagai Bahan Bakar Kendaraan dan Pengendaranya

Proyek Nekat, Proyek Merugi »

 

5. Aplikasi Kecerdasan Buatan Untuk Identifikasi Sidik Jari Minyak Bumi

Ditulis oleh EG Giwangkara S di/pada Oktober 20th, 2006

 

OilSniffer v1.00 (betha)Kecerdasan Buatan ?… wakkks…. !!! :-o

[serius_mode=”on”]

Mendengar kata ‘kecerdasan buatan’ mungkin bagi sebagian orang akan terdengar ‘menyeramkan’, atau bagi beberapa orang lainnya akan langsung teringat film Matrix atau I-Robot. Itu tidak bisa disalahkan, karena memang kecerdasan buatan hampir selalu mempunyai konotasi fiksi ilmiah, meskipun pada kenyataannya kecerdasan buatan bukanlah suatu khayalan, tapi memang benar-benar ada dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita juga sering menggunakannya.

Kecerdasan Buatan, yang dalam bahasa Walanda disebut sebagai Artificial Intelligence atau AI didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.

Sejarah Kecerdasan Buatan

Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.

Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan ” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.

Aplikasi Kecerdasan Buatan di Laboratorium Minyak Bumi

Ada banyak jenis kecerdasan buatan, setidaknya ada lima jenis kecerdasan buatan yang sering kita temui, yaitu :

  1. Jaringan Syaraf Buatan (Artificial Neural Networks),
    Dalam industri minyak bumi AI ini dapat digunakan untuk membuat pola waktu, misal produksi suatu sumur minyak pada waktu tertentu.
  2. Logika Fuzzy (Fuzzy Logics),
    Logika ini untuk menentukan nilai diantara dua keadaan biner (1 dan 0). Logika inilah yang saya pakai untuk identifikasi suatu minyak bumi sama (1) atau tidak (0) yang akan dibahas lebih lanjut.
  3. Algoritma Genetik (Genetic Algorithms),
    Algoritma Genetik biasanya digunakan dibidang kedokteran, misal untuk menganalisis DNA.
  4. Robotika (Robotics),
    AI ini banyak digunakan di pabrik. Biasanya dibuat untuk melakukan kegiatan otomatisasi, misal dalam PLC (Programmable Logic Control).
  5. Permainan Komputer (Games),
    AI jenis ini yang paling disukai oleh anak-anak saya, misal untuk memainkan game Age of Mythology atau Counter Strike… )

Dari contoh-contoh diatas, yang akan saya bahas kali ini adalah Logika Fuzzy, yaitu untuk menentukan apakah suatu minyak bumi sama atau tidak berdasarkan hasil analisis spektrum minyak bumi menggunakan Spektrofotometer FTIR (Fourier Transform Infra Red) yang saya lakukan di Laboratorium Molekuler LEMIGAS, Jakarta selama bulan Januari – Februari 2006 yang lalu.

Spektrofotometer FTIR

Pengolahan data secara digital menggunakan komputer sudah dilakukan sejak tahun 1960. Dengan adanya revolusi teknologi komputer saat ini sudah mampu melakukan pengambilan keputusan seperti manusia (human-like decisions). Pada dasarnya mesin komputer hanya mengenal bahasa biner untuk mengambil keputusan, seperti “ada (1)” dan “tidak ada (0)”, hidup dan mati, betul dan salah, sama dan beda, dan lain-lain. Ketika dihadapkan pada kondisi yang memerlukan pertimbangan subjektif yang tidak pasti, seperti “agak mirip” atau “sedikit berbeda” mesin sudah tidak dapat melakukan pengambilan keputusan lagi. Untuk itu perlu dilakukan transformasi terlebih dahulu melalui suatu metoda khusus yang disebut kecerdasan buatan (artificial intellegence).

Cara kerja kecerdasan buatan pada dasarnya meniru cara kerja syaraf manusia dalam mengambil keputusan dimana didalamnya terdapat beberapa pertimbangan subjektif berdasarkan kriteria, seperti seberapa mirip suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya atau berapa perbedaan yang diperbolehkan untuk menentukan bahwa suatu minyak bumi sama atau berbeda.

Perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat suatu kecerdasan buatan dapat menggunakan bahasa pemrograman atau lembar kerja (spreadsheet) seperti Lotus, Microsoft Excel, C++, Basic, dBase, Microsoft Access, Microsoft Visual Basic, Delphi dan lain-lain. Pada percobaan yang saya lakukan, metoda yang akan digunakan adalah menggunakan Logika Fuzzy pada Microsoft Visual Basic 6.

Statistika

Untuk membandingkan kemiripan identitas suatu minyak bumi secara digital perlu dilakukan perhitungan secara statistika. Dalam metoda yang dipakai untuk mengidentifikasi kemiripan suatu minyak bumi secara digital adalah dengan melihat presisi atau simpangan bakunya. Simpangan baku inilah yang menjadi variabel bebas untuk dijadikan kriteria kemiripan suatu minyak bumi.

Presisi adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan kecocokan hasil dari pengujian / pengukuran dari suatu sampel yang diuji/diukur. Salah satu cara menentukan presisi adalah dengan jalan menghitung harga simpangan baku. Dalam analisis sidik jari minyak bumi, ukuran kesamaan suatu minyak bumi menggunakan simpangan baku relatif (Relative Standard Deviation, RSD). Cara menghitung RSD bisa kan ? Soalnya saya susah nulis rumus disini. (

Pada percobaan yang dilakukan saat identifikasi sidik jari minyak bumi, perhitungan presisi digunakan ketika menentukan batasan atau kriteria kemiripan rasio hasil normalisasi serapan spektrum infra merah minyak bumi contoh terhadap terhadap rasio hasil normalisasi serapan spektrum infra merah minyak bumi pembanding. Batasan presisi ini dijadikan kriteria pertama ( K1 ) berupa variabel bebas sehingga operator bisa memilih sendiri batasan kemiripan minyak bumi.

Metoda Identifikasi Spektrum Infra Merah

Contoh spektrum infra merah minyak bumiBila diamati sekilas, spektrum minyak bumi pada gambar disamping ini tampak mirip antara satu dengan yang lainnya. Hal ini terjadi karena yang terukur oleh spektrofotometer infra merah adalah gugus-gugus CH3, CH2, dan gugus aromat yang memang selalu ada dalam setiap minyak bumi. Jika gambar tersebut diperbesar dan diamati lebih cermat akan tampak perbedaan, yaitu intensitas absorbsi gugus-gugus dari setiap minyak bumi akan berbeda. Perbedaan ini kemudian menjadi dasar untuk dipakai sebagai pembeda suatu spektrum dengan spektrum lainnya.

Konsep dasar dari pengenalan pola atau pattern recognition adalah membandingkan sifat-sifat spesifik suatu contoh terhadap sifat-sifat spesifik yang kemungkinan terdapat juga dalam pembanding. Ada dua metoda untuk membandingkan spektum infra merah senyawa hidrokarbon, yaitu :

  1. Metoda manual atau tumpang tindih (overlay method)
    Identifikasi spektrum menggunakan metoda overlayMetoda ini dilakukan dengan cara menumpukkan hasil cetak spektrum infra merah kemudian menumpukkan dua atau lebih hasil cetak tersebut diatas meja kaca yang diberi lampu. Dari tumpukan hasil cetak spektrum infra merah tersebut kemudian dicari kecocokan spektrum contoh terhadap spektrum minyak bumi pembanding. Metoda ini memiliki kelemahan yaitu pada cara pengamatan spektrum dan menentukan batasan kemiripannya, karena penentuan kesamaan suatu spektrum cara tersebut sangat subjektif, artinya pemahaman sama atau tidak dari tiap orang akan berbeda.
  2. Metoda perbandingan data analisis
    Metoda cara ini relatif lebih teliti dibandingkan metoda tumpang tindih (overlay method), karena yang dibandingkan adalah data atau angka hasil pembacaan alat spektrofotometer.

Pada pengenalan pola minyak bumi, sifat spesifik yang dibandingkan adalah spektrum serapan infra merah pada bilangan gelombang tertentu dengan menggunakan Spektrofotometer FTIR. Metoda pengenalan pola cara tersebut digunakan karena gugus-gugus dalam hidrokarbon bila diberi energi dari sinar infra merah akan memberikan spektrum pada bilangan gelombang yang spesifik. Spektrum infra merah tersebut akan menggambarkan keberadaan gugus metil, metilena dan aromat yang selalu ada dalam minyak bumi.

Analisis menggunakan Spektrofotometer FTIR digunakan karena kecepatan analisisnya jauh lebih cepat dibandingkan metoda dispersi, yaitu lima detik. Sedangkan jika menggunakan spektrofotometer infra merah dispersi waktu yang dibutuhkan sekitar 10 – 15 menit. Selain itu kelebihan utamanya adalah karena ketelitian Spektrofotometer FTIR lebih tinggi dibandingkan dispersi.

Berbagai pita absorbsi dapat digunakan untuk tujuan identifikasi. Dari hasil pengamatan spektrum infra merah minyak bumi yang dianalisis dipilih sepuluh pita absorbsi kunci yang masih signifikan11), yaitu pada bilangan gelombang identifikasi 720, 747, 810, 874, 1034, 1168, 1309, 1375, 1456 dan 1600 cm-1. Spektrum infra merah dari bilangan gelombang tersebut diatas kemudian diukur.

Untuk membandingkan dua angka maka digunakan perhitungan selisih dari kedua angka tersebut. Pada dasarnya dua angka dikatakan mempunya nilai yang sama jika selisih kedua angka tersebut adalah nol. Tetapi karena angka-angka tersebut merupakan hasil dari pengukuran, maka walaupun kedua angka tersebut berasal dari contoh yang sama maka angka-angka hasil pengukuran tersebut tidak akan tepat sama. Ketidaksamaan ini berasal dari keterulangan (repeatability) dari setiap pengukuran serta karena adanya perubahan sifat-sifat contoh oleh pengaruh pelapukan (weathering).

Besarnya nilai keterulangan ini digunakan sebagai kriteria untuk menentukan apakah kedua deret angka tersebut mempunyai nilai yang sama, yaitu kriteria simpangan baku ( K1 ).

Hasil pembandingan angka-angka dalam satu deret angka identitas kemudian dijumlahkan. Bila nilai penjumlahan tersebut sama dengan banyaknya angka yang dibandingkan atau dengan kata lain banyaknya puncak absorbsi infra merah yang dibandingkan, maka dua deret angka tersebut mempunyai nilai yang sama. Dalam hal tertentu, terutama karena faktor pelapukan minyak bumi, satu atau dua puncak absorbsi infra merah akan mengalami pengurangan cukup banyak, sehingga yang mempunyai nilai yang sama dengan puncak-puncak serapan dari minyak bumi pembanding tidak lagi sebanyak jumlah puncak semula. Untuk itu maka nilai penjumlahan harga-harga NP dapat dipilih sebanyak 100% seluruhnya atau lebih kecil. Dengan memilih nilai penjumlahan NP ini dapat dilihat minyak-minyak pembanding yang yang sama (match) dengan contoh.

Pengamatan

Berikut adalah data hasil pemeriksaan yang yang saya lakukan dan sudah sudah dinormalisasikan. Tabel ini terdiri dari hasil pembacaan spektrum infra merah minyak bumi pembanding dan minyak bumi “X” yang tidak diketahui.

Luas area spektrum infra merah minyak bumi pembanding dan contoh

Data hasil normalisasi contoh kemudian dibandingkan terhadap hasil normalisasi minyak bumi pembanding pada tabel diatas dengan kriteria ( K1 ) yaitu nilai simpangan baku relatif (RSD ; Relative Standard Deviation) = 5%. Semakin kecil kriteria K1 yang ditentukan maka pencocokan akan semakin akurat.

Interpretasi

Flowchart identifikasi spektrum infra merah minyak bumiDengan berbekal flowchart disamping ini mari kita coba untuk menginterprertasikan data diatas. Perhatikan langkah-langkah berikut, karena disinilah kunci dari interpretasi spektrum infra merah minyak bumi.

Kriteria suatu rasio absorbsi serapan infra merah pada bilangan gelombang tertentu dinyatakan sama jika nilai RSD <= 5%. Jika nilai RSD <= 5% diberi notasi 1, sedangkan jika nilai RSD > 5% maka diberi notasi 0. Dengan demikian akan diperoleh data seperti pada tabel nilai pembanding berikut.

Tabel nilai pembanding (NP)

Sampai disini minyak bumi contoh belum dapat disimpulkan kesamaan atau kemiripannya, karena masih harus memenuhi variabel K2, yaitu kriteria jumlah hasil normalisasi serapan pada bilangan gelombang kunci. Untuk dapat menentukan hal tersebut maka hasil pencocokan rasio serapan pada setiap bilangan gelombang kunci kemudian dijumlahkan. Jika jumlah nilai pembanding lebih besar atau sama dengan kriteria kecocokan nilai pembanding yang ditentukan pada K2 maka minyak bumi tersebut dinyatakan cocok atau sama. Kriteria besarnya simpangan baku relatif ( K1 ) dan jumlah kecocokan nilai pembanding ( K2 ) dapat dirubah, karena merupakan variabel bebas.

Jika ditentukan bahwa spektrum suatu minyak bumi pada bilangan gelombang tertentu adalah sama bila memiliki simpangan baku dari rasio hasil normalisasi luas puncak lebih kecil dari 5 % ( K1 = 5% ) maka data yang didapat adalah seperti pada tabel nilai pembanding diatas. Selanjutnya jika contoh minyak bumi ”X” dikatakan identik bila memiliki jumlah nilai pembanding ( NP ) atau kesamaan jumlah luas puncak pada bilangan gelombang tertentu berdasarkan K1 adalah 9 ( K2 = 9 ), maka dapat disimpulkan bahwa contoh minyak bumi ”X” identik dengan minyak bumi ”Cinta”.

Identifikasi minyak bumi contoh ”X” terhadap minyak bumi pembanding relatif lebih mudah dilakukan, karena tidak banyak mengalami perubahan berarti. Perubahan fisik yang mungkin terjadi pada minyak bumi adalah karena pelapukan (weathering).

Khusus untuk identifikasi minyak bumi menggunakan spektrofotometer infra merah ini saya sudah membuat program kecerdasan buatan kecil, yaitu OilSniffer v1.00 (betha). Program ini saya buat menggunakan Microsoft Visual Basic 6.

OilSniffer v1.00 (betha)

Meskipun dengan menggunakan metoda spektrofotometer infra merah (FTIR) ini sudah dapat diketahui jenis minyak bumi contoh, tetapi hasilnya belum merupakan kesimpulan mutlak, karena masih harus di counter dengan metoda lainnya, seperti kromatografi gas, spektrofometer massa, spektrofotometer serapan atom, spektroflorometer. Untuk itu agar hasilnya lebih akurat ada baiknya semua metoda tersebut dilakukan.

 

Daftar Pustaka :

  1. Ewing, Galen W., 1985, “Instrumental Methods of Chemical Analysis ; Fifth Edition“, McGraw-Hill Book Company, New York.

  2. Giwangkara S, EG., 2006, “Aplikasi Logika Syaraf Fuzzy Pada Analisis Sidik Jari Minyak Bumi Menggunakan Spetrofotometer Fourier Transform – Infra Red (FT-IR)”, Sekolah Tinggi Energi dan Mineral, Cepu – Jawa Tengah.

  3. Rajasekaran, S. dan G.A. Vijayalakshmi Pai, 2003, “Neural Network, Fuzzy Logic, and Genetic Algoritms ; Syntesis and Application“, Prentice-Hall of India, New Delhi.

  4. Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Artificial_intellegence

.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.